Sabtu, 10 Oktober 2026
21:29 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Avro Anson RI-003

Avro Anson RI-003

Bagikan:
250px-Avro_Anson_RI-003.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Monumen peringatan Avro Anson RI-003 di Gadut, Tilatang Kamang, Agam, Sumatera Barat (0°16′18″S 100°22′03″E / 0.2717868°S 100.3675655°E / -0.2717868; 100.3675655)

Avro Anson RI-003 adalah sebuah pesawat terbang multifungsi bermesin ganda keluaran pabrikan Inggris Avro, yang merupakan pesawat terbang pertama yang dibeli oleh pemerintah Republik Indonesia.[1] Pesawat Avro Anson tersebut dibeli dari hasil sumbangan emas masyarakat Minang pada September 1947 dan tiba ke Indonesia sekaligus melakukan misi penerbangan pertama pada Desember 1947. Meskipun merupakan pesawat pertama yang dibeli, penomoran registernya melompat dua nomor sehingga bernama RI-003.[1][2]

Upaya pembelian pesawat ini dimulai dengan dibentuknya Panitia Pusat Pengumpul Emas oleh Mohammad Hatta, wakil presiden pertama Indonesia, di Bukittinggi pada tanggal 27 September 1947; yang bertujuan mengumpulkan sumbangan masyarakat untuk membeli pesawat terbang, dalam rangka perlawanan terhadap Agresi Militer Belanda.[3] Panitia dipimpin oleh Mr. A. Karim, Direktur Bank Negara.[3] Emas sumbangan masyarakat Sumatera Barat kemudian terkumpul seberat 14 kg, dan dibelikan pesawat terbang Avro Anson di Thailand, milik Paul H. Keegan, warga negara Australia dan mantan penerbang RAF (Angkatan Udara Kerajaan Inggris).[3] Pesawat itu lalu didatangkan sendiri oleh Keegan ke lapangan udara Gadut, Bukittinggi.[3]

Pada akhir bulan Desember 1947, Komodor Udara Iswahjoedi dan Komodor Udara Halim Perdanakusuma menerbangkan pesawat ini menembus blokade Belanda untuk menggalang dukungan dari Singapura dan Thailand.[1] Mereka memuat peralatan perang di Songkhla, Thailand,[4] tetapi pesawat kemudian jatuh di Tanjung Hantu, Perak, Malaya, dalam perjalanannya menuju Singapura, dan menewaskan kedua awaknya.[1][2] Potongan pesawat tersebut tersebar di perairan Labuhan Bilik, antara Tanjung Hantu, Malaya, dan Teluk Senagih, Sumatera Utara.[4] Jenazah Perdanakusuma ditemukan, tetapi jenazah Iswahyudi tidak berhasil ditemukan.[4] Dompet Iswahyudi berisi tiga lembar uang kertas dan kartu bertuliskan namanya ditemukan di dekat laut, di antara puing-puing.[2] Kedua orang tersebut kemudian diangkat menjadi Pahlawan Nasional Indonesia.[4] Monumen tersebut merupakan replika RI-003 (eks RAF AX505).

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 Soewito, Irna Hanny Nastoeti Hadi; Suyono, Nana Nurliana; Suhartono, Soedarini (2008). Awal Kedirgantaraan di Indonesia: Perjuangan AURI 1945-1950. Angkatan Udara Indonesia. Yayasan Obor Indonesia. hlm. 187. ISBN 9789794616727.
  2. 1 2 3 Soedarmanta 2007, hlm. 252.
  3. 1 2 3 4 Rodzi, Fakhrur (23 Januari 2017). "Bukan Aceh, Kaum Ibu Minanglah Pertama Kali Beli Pesawat Untuk Indonesia". Copyright © 2016 RiauOnline. Riau Online.
  4. 1 2 3 4 Adisukarjo, Sudjatmoko; Ningsih, Rini. Horizon IPS. Yudhistira Ghalia Indonesia. hlm. 13. ISBN 9789796766345.

Bacaan lanjutan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan