Jumat, 23 Oktober 2026
10:12 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal

Ausculta fili

Bagikan:

Ausculta Fili (dalam bahasa Latin berarti "dengarkanlah, anakku") adalah sebuah surat yang ditulis oleh Paus Bonifasius VIII untuk Raja Prancis, Philippe IV, yang bertanggal 5 Desember 1301.

Latar belakang

Philippe pada masa itu sedang berseteru dengan Paus. Ia secara agresif memperkuat hak-hak raja: ia menganugerahkan benefice dan mengangkat uskup-uskup tanpa mempertimbangkan wewenang paus. Ia juga mengusir uskup-uskup yang menolak keinginannya.

Pada tahun 1295, Paus Bonifasius mendirikan sebuah tahta episkopal di Pamiers dengan mengeluarkan bulla Romanus Pontifex. Ia mengangkat Bernard Saisset sebagai uskupnya. Namun, Uskup Toulouse Hughes Mascaron menentang hal ini, dan konflik antara Saisset dengan Roger Bernard III (Comte de Foix) juga membuat Saisset tidak dapat langsung mengemban jabatannya. Sebagai seorang aristokrat Oksitan, Saisset tidak berusaha menyembunyikan fakta bahwa ia tidak menyukai orang-orang "Franka" dari utara.

Pada tahun 1299, Bonifasius VIII menangguhkan dua uskup di Prancis selatan. Raja Philippe lalu mencoba menggunakan droit de regale dan mengklaim hak untuk menyita pendapatan tahta episkopal yang kosong. Paus menolak hal ini, karena menurutnya penangguhan tidak sama dengan penjatuhan karena tidak benar-benar mengosongkan tahta episkopal. Ia mengutus Uskup Pamiers untuk menentang hal ini di hadapan raja.[1]

Surat ini pada dasarnya menjabarkan dosa-dosa raja kepada gereja dan negara, dan surat ini juga mengajaknya untuk insaf. Namun, surat ini diabaikan oleh Philippe, sehingga paus mengeluarkan bulla Unam Sanctam.

Referensi

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan