Minggu, 18 Oktober 2026
20:37 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Unam sanctam

Bagikan:

Pada tanggal 18 November 1302, Paus Bonifasius VIII mengeluarkan Bulla kepausan Unam sanctam[1] yang para ahli sejarah menganggapnya sebagai salah satu pernyataan kekuasaan spiritual Sri Paus yang paling keras yang pernah dikeluarkan. Dokumen aslinya telah hilang tetapi sebuah versi teks ini dapat ditemukan di daftar buku Bonifasius VIII di Arsip Rahasia Vatikan. Dokumen ini lahir akibat dari konflik antara Sri Paus dan Raja Philip IV dari Prancis atas usaha-usaha kedua belah pihak untuk menghalangi pihak lainnya menerima pembayaran pajak.

Isi

Yang paling penting, bulla ini menyatakan "di luar gereja tidak terdapat penyelamatan maupun pengampunan dosa". (Lihat Extra Ecclessiam Nulla Salus) Hal ini merupakan sebuah bentuk keras dari konsep yang dikenal dengan nama "plenitudo potestatis" atau kebesaran kekuasaan; ia menyatakan bahwa mereka yang menolak Uskup Roma berarti menolak pentahbisan Tuhan (Collins 2001).

Bulla ini juga menyatakan bahwa Gereja harus bersatu, bahwa Sri Paus adalah satu-satunya kepala Gereja yang mutlak: "Oleh karena itu, dari satu dan satu-satunya Gereja terdapat satu tubuh dan satu kepala, bukan dua kepala seperti suatu monster." Dinyatakan pula, "Kita diberi pengetahuan oleh tulisan-tulisan Injil bahwa di dalam gereja ini dan di dalam kekuasaan gereja adalah dua bilah pedang yang bernama perihal rohani dan perihal duniawi." Pedang-pedang yang dirujuk adalah rujukan tradisional pada pedang-pedang yang dihunus oleh para rasul saat Yesus Kristus ditangkap, yang konon diceritakan dimakamkan di samping Rasul Petrus (Catholic Encyclopedia). Para teolog pertama percaya bahwa apabila terdapat dua pedang maka salah satu harusnya tunduk pada yang lain. Hal ini kemudian menjadi sebuah tangga hierarki spiritual: perihal rohani menilai perihal duniawi "berdasarkan kebesaran dan keagungannya (Catholic Encyclopedia), sementara kekuasaan rohani yang rendah dinilai oleh kekuasaan rohani yang lebih tinggi, dan seterusnya (Collins 2000). Oleh karena itu maka dapat disimpulkan bahwa kekuasaan duniawi harus tunduk pada kekuasaan rohani: "Dengan kebenaran sebagai saksi kami, adalah kekuasaan rohani yang mendirikan kekuasaan duniawi dan yang menilai apakah kekuasaan duniawi tersebut tidak berjalan dengan baik."

Pranala

  1. ↑ Bulla ini dinamai sesuai dengan kata-kata pertamanya: Unam sanctam ecclesiam catholicam et ipsam apostolicam urgente fide credere cogimur et tenere, nosque hanc firmiter credimus et simpliciter confitemur, extra quam nec salus est, nec remissio peccatorum... ("Kami terdorong, dengan iman kami mendesak kami, untuk percaya dan memegang teguh - dan kami percaya dan bersaksi dengan sungguh-sungguh - bahwa hanya ada satu gereja Katolik dan Apostolik yang kudus, dan di luarnya tidak terdapat penyelamatan ataupun pengampunan dosa...").

Pranala luar

Wikisource logo
Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:


Ikon rintisan

Artikel bertopik Katolik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan