Minggu, 27 September 2026
10:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Auroch

Auroch

spesies sapi liar besar yang punah yang menghuni Eropa, Asia, dan Afrika Utara

Artikel ini bukan mengenai Bos taurus atau Bison eropa.
Auroch
Rentang waktu: Middle Pleistocene–Holocene
250px-Copenhagen_Aurochse.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kerangka auroch yang terpanjang di Museum Nasional Denmark
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Famili: Bovidae
Subfamili: Bovinae
Genus: Bos
Spesies:
†B. primigenius
Nama binomial
†Bos primigenius
Subspecies

Lihat teks

250px-Aurochs_distribution.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebaran lama

Bos primigenius atau auroch adalah spesies sapi besar penghuni Eropa, Asia dan Afrika Utara yang sudah punah. Auroch adalah nenek moyang dari sapi ternak domestik dan juga diusulkan sebagai nenek moyang bison eropa modern.[3] Auroch hidup di Eropa hingga 1627, ketika auroch terakhir yang tercatat mati di Hutan Jaktorów, Polandia. Auroch jantan memiliki tinggi bahu hingga 180 cm, sementara auroch betina memiliki tinggi bahu hingga 150 cm. Auroch termasuk salah satu herbivora terbesar pada zaman Holosen. Tanduk auroch yang besar, panjang dan melebar hingga 80 cm menjadi salah satu ciri khas utama dari spesies ini.

Dua peristiwa domestikasi aurochs terjadi selama Revolusi Neolitikum. Peristiwa pertama melahirkan sapi taurus (Bos taurus) di wilayah Hilal Subur di Timur Tengah. Sapi taurus ini kemudian diperkenalkan ke Eropa melalui wilayah Balkan (Anatolia ke Trakia ke Makedonia) dan pesisir Laut Tengah. Sementara itu, peristiwa kedua di India melahirkan sapi zebu (Bos indicus), yang kemudian juga mengalami hibridisasi dengan sapi taurus awal di wilayah Timur Tengah sekitar 4.000 tahun yang lalu. Beberapa ras sapi modern masih menunjukkan ciri-ciri yang mengingatkan pada auroch, seperti warna gelap dan garis terang memanjang di punggung jantan, warna tubuh betina yang lebih terang dan bentuk tanduk yang menyerupai auroch.[4]

Referensi

  1. ↑ Mallon, D.P. (2023). "Bos primigenius". IUCN Red List of Threatened Species. 2023 e.T136721A237471616. Diakses tanggal 27 September 2024.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  2. ↑ Bojanus, L.H. (1827). "De Uro nostrate eiusque sceleto commentation". Nova Acta Physico-medica Academiae Caesareae Leopoldino-Carolinae Naturae Curiosum (dalam bahasa Latin). 13 (5): 53–478.
  3. ↑ Cooper, Alan; Soubrier, Julien; Mills, Robyn (19 Oktober 2016), The Higgs Bison - mystery species hidden in cave art, The University of Adelaide, diakses tanggal 13 Januari 2017{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Aurochs – Bos primigenius". petermaas.nl. Diarsipkan dari asli tanggal 20 April 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikisource memiliki teks artikel the 1911 Encyclopædia Britannica tentang Aurochs.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan