Kamis, 08 Oktober 2026
17:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Air susu ibu

Air susu ibu

air susu yang dihasilkan ibu mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Air susu ibu" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
500px-Human_Breastmilk_-_Foremilk_and_Hindmilk.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dua sampel air susu ibu. Sampel sebelah kiri adalah foremilk, air susu yang dihasilkan pertama kali dan sampel sebelah kanan merupakan susu yang dihasilkan kemudian.[1]

Air susu ibu, Air susu, atau Asi[2] adalah susu yang diproduksi oleh manusia untuk konsumsi bayi dan merupakan sumber gizi utama bayi yang belum dapat mencerna makanan padat.

Air susu ibu diproduksi karena pengaruh hormon prolaktin dan oksitosin setelah kelahiran bayi. Air susu ibu pertama yang keluar disebut kolostrum atau jolong dan mengandung banyak immunoglobulin IgA yang baik untuk pertahanan tubuh bayi melawan penyakit.

Bayi yang menyusu dari ibunya sendiri adalah cara yang paling umum untuk memperoleh ASI, tetapi ASI dapat dipompa dan kemudian disusui dengan botol bayi, cangkir dan/atau sendok, sistem tetes suplementasi, atau selang nasogastrik.

Bila ibu tidak dapat menyusui anaknya, harus digantikan oleh air susu dari orang lain atau susu formula khusus. Susu sapi tidak cocok untuk bayi sebelum berusia 1 tahun.

Hal-hal yang memengaruhi produksi ASI

  • Makanan
  • Ketenangan jiwa dan pikiran
  • Penggunaan alat kontrasepsi
  • Perawatan payudara
  • Anatomis payudara
  • Faktor fisiologi
  • Pola istirahat
  • Faktor isapan anak atau frekuensi penyusuan[3]
  • Faktor obat-obatan
  • Berat lahir bayi
  • Umur kehamilan saat melahirkan
  • Konsumsi rokok dan minuman keras

Kesehatan

Air Susu Ibu (ASI) segar sangat penting bagi bayi prematur, karena tubuh mereka sering kali tidak dapat menyediakan antioksidan yang cukup untuk menangkal radikal bebas. Peningkatan radikal bebas dikaitkan dengan kebutuhan nutrisi intravena dan transfusi darah pada bayi prematur, yang membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi.[4][5] Menyusui rata-rata dapat memakan waktu hingga 30–45 menit setiap kali jumlah ASI meningkat dan bayi mempelajari pola 'isap-menelan-bernafas'.[6] Pada usia sekitar satu bulan, bayi membutuhkan dari 90 hingga 120 ml sekali makan.[7] Namun, karena jumlah ASI meningkat dan bayi menjadi lebih efisien dalam menyusu, durasi menyusu dapat dikurangi. Kalsium yang terdapat dalam ASI penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi.

Belum diketahui apa penyebab ketertarikan bayi pada ASIh dalam hal ini, hanya terbukti bahwa beberapa rasa yang dikonsumsi ibu dengan makanan diekskresikan dengan ASI.[8]

Alternatif ASI

Di berbagai waktu, telah diperdebatkan bahwa ASI umumnya kurang disukai untuk perkembangan bayi dibandingkan susu hewani, sereal, atau susu formula untuk bayi. Menyusui dianggap tidak nyaman, terlalu berat, melelahkan, atau tidak pantas.

Dengan berkembangnya susu formula untuk bayi yang terbuat dari susu bubuk, produsen mulai mengiklankan susu formula untuk bayi dengan mengklaim bahwa mereka menjadikan produk tersebut lebih modern dan lebih sehat untuk anak kecil. Khususnya di negara berkembang, di mana air minum yang dibutuhkan untuk mencampur susu formula bubuk sering kali berkualitas buruk, pemberian susu formula dapat menyebabkan penyakit serius pada bayi.[9]

Referensi

  1. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-06-29. Diakses tanggal 2008-10-07.
  2. ↑ "Asi". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  3. ↑ https://mumnhun.id/hal-hal-yang-mempengaruhi-produksi-asi/
  4. ↑ "Antioxidant enzyme activities are decreased in preterm infants and in neonates born via caesarean section". pubmed.ncbi.nlm.nih.gov. Diakses tanggal 2023-07-10.
  5. ↑ "Antioxidant vitamin levels in term and preterm infants and their relation to maternal vitamin status". pubmed.ncbi.nlm.nih.gov. Diakses tanggal 2023-07-10.
  6. ↑ "The Little Green Book of Breastfeeding Management for Physicians and Other Healthcare Providers". lacted.org. Diakses tanggal 2023-07-10.
  7. ↑ "How much milk does my baby need?". obaby.org. Diakses tanggal 2023-07-10.
  8. ↑ "FAU-Wissenschaftlerin relativiert Mythen rund ums Thema Stillen". fau.de. Diakses tanggal 2023-07-10.
  9. ↑ "Tötet Nestlé Babies?". archive.today.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)

Lihat juga

Pranala luar

Wikisource logo
Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan