Kamis, 29 Oktober 2026
10:23 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Keranji

Keranji

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Kranji.
Keranji
250px-Pohon_Glodokan_Tiang_dan_Asam_Kranji_di_Kebon_Rojo_Jombang.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pohon Keranji (kanan) di Kebon Rojo, Jombang
250px-Buah_Kuranji.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buah Keranji
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Genus: Dialium
Spesies:
D. indum
Nama binomial
Dialium indum
Sinonim

Dialium cochinchinense Pierre

Keranji atau kranji (nama ilmiah: Dialium indum) adalah pohon berbuah anggota suku Fabaceae (polong-polongan).

Nama lokal

Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara. Nama-nama dalam bahasa-bahasa di Nusantara: Kuranyi, Karanyi (Kalimantan), kranji (Jawa), asam cina, kuranji, ki pranji (Sunda), parangi, ceuradieh (Aceh), ja'an (Ma'anyan).

Deskripsi

Pohon ini berakar serabut, Kayunya keras dan padat, sehingga cocok untuk dijadikan bahan bangunan. Karena banyak ditebangi, keranji menjadi tanaman yang terancam dan sekarang mulai banyak ditanam sebagai tanaman peneduh dan penghijauan.

Polongnya menghasilkan biji seukuran anggur yang bisa dimakan salutnya. Buahnya yang masak sering dijual oleh penjaja kaki lima sebagai camilan dan dsebut sebagai "asam", karena rasanya yang menyerupai biji asam jawa.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan