Kamis, 05 November 2026
02:31 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Asal-usul burung

Asal-usul burung

Bagikan:
250px-Archaeopteryx_lithographica_%28Berlin_specimen%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Spesimen Archaeopteryx lithographica di Berlin yang terkenal.

Asal-usul burung adalah topik yang sentral dan berkelanjutan dalam biologi evolusioner. Hubungan kekerabatan yang dekat antara burung dan dinosaurus pertama kali dikemukakan pada abad kesembilan belas setelah ditemukannya burung primitif Archaeopteryx di Jerman. Sebagian besar ilmuwan mendukung pendapat bahwa burung adalah hasil evolusi dari kelompok dinosaurus tetrapoda pada Era Mesozoik.

Burung memiliki banyak sekali ciri rangka yang unik dengan dinosaurus.[1] Selain itu, lebih dari dua puluh fosil spesies dinosaurus telah ditemukan memiliki bulu. Bahkan ada juga dinosaurus kecil, misalnya Microraptor dan Anchiornis, yang memiliki bulu lengan dan kaki yang panjang yang membentuk sayap. Avialan pada masa Jurassik, Pedopenna, juga memiliki bulu kaki yang panjang. Witmer menyimpulkan bahwa bukti ini cukup untuk menunjukkan bahwa evolusi burung terjadi melalui tahapan empat sayap.[2]

Bukti fosil juga menunjukkan bahwa burung dan dinosaurus memiliki ciri-ciri yang sama seperti misalnya tulang terpneumatisasi yang berongga, gastrolit dalam sistem pencernaan, pembuatan sarang dan perilaku mengerami telur. Penemuan jaringan lunak Tyrannosaurus rex memungkinkan dilakukannya perbandingan anatomia sel dan pengurutan protein dari jaringan kolagen, dan kedua metode itu menunjukkan bahwa T. rex dan burung berkerabat dekat, bahkan kekerabatan di antara burung dengan dinosaurus lebih dekat daripada kekerabatan antara mereka dengan Alligator.[3] Studi molekuler kedua secara kuat mendukung kekerabatan burung dan dinosaurus, meskipun tidak menempatkan burung dalam kelompok teropoda. Studi ini menggunakan delapan pengurutan kolagen tambahan yang diekstraksi dari tulang paha Brachylophosaurus canadensis, seekor hadrosaurus.[4]

Masa kini, hanya ada sedikit ilmuwan yang masih meragukan asal-usul burung dari dinosaurus, dan mereka mengusulkan bahwa burung berevolusi dari reptil archosaurus jenis lainnya. Di antara konsensus yang mendukung moyang dinosaurus, urutan pasti yang mengakibatkan munculnya burung awal dalam teropoda maniraptoran adalah topik yang masih diperdebatkan. Asal-usul penerbangan burung adalah pertanyaan yang terkait tetapi terpisah yang juga memiliki beberapa usulan jawaban.

Catatan kaki

  1. ↑ Chiappe, Luis M. (2009). "Downsized Dinosaurs: The Evolutionary Transition to Modern Birds". Evolution: Education and Outreach: 248–256. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-02-21. Diakses tanggal 2009-11-14.
  2. ↑ Witmer, Lawrence M. (2009) "Feathered dinosaurs in a tangle"NATURE|Vol 461|1 October 2009 pg 601-602
  3. ↑ Asara, JM (2007). "Protein Sequences from Mastodon and Tyrannosaurus Rex Revealed by Mass Spectrometry". Science. 316 (5822): 280–5. Bibcode:2007Sci...316..280A. doi:10.1126/science.1137614. PMID 17431180.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  4. ↑ Schweitzer, M. H. (2009). "Biomolecular Characterization and Protein Sequences of the Campanian Hadrosaur B. canadensis". Science. 324 (5927): 626–31. Bibcode:2009Sci...324..626S. doi:10.1126/science.1165069. PMID 19407199.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan