Senin, 26 Oktober 2026
13:32 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung
Arnold van Gennep

Arnold van Gennep

Bagikan:
Infobox orangArnold van Gennep
Van_gennep2.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
(1920) Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran(fr) Arnold Kurr Suntingan nilai di Wikidata
23 April 1873 Suntingan nilai di Wikidata
Ludwigsburg (Kerajaan Württemberg) Suntingan nilai di Wikidata
Kematian7 Mei 1957 Suntingan nilai di Wikidata (84 tahun)
Épernay Suntingan nilai di Wikidata
Tempat pemakamanCimetière de Bourg-la-Reine (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
PendidikanUniversitas Paris-Sorbonne
Collège Sainte-Barbe (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
SpesialisasiEtnografi, antropologi, ilmu agama, etnologi, folkloristics (en) Terjemahkan dan Terjemahan Suntingan nilai di Wikidata
Pekerjaanantropolog,religious studies scholar (en) Terjemahkan,etnolog,folklorist (en) Terjemahkan,penerjemah,collector of fairy tales (en) Terjemahkan,ethnographer (en) Terjemahkan,penulis,dosen,sejarawan Suntingan nilai di Wikidata
Bekerja diUniversity of Neuchâtel (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Nama penaArnold van Gennep Suntingan nilai di Wikidata
Penghargaan
250px-Arnold_Van_Gennep.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Arnold van Gennep

Arnold van Gennep, memiliki nama lengkap Charles-Arnold Kurr van Gennep (lahir tahun 1873 di Württemberg, Jerman — meninggal tahun 1957 pada umur 84 tahun) adalah seorang ahli ilmu etnografi (etnografer) Prancis dan ahli cerita rakyat yang dikenal karena kajiannya pada bidang ritual di berbagai kebudayaan.[1][2] Karya utamanya ialah "The Rites of Passage" (1909), di mana ia secara sistematis membandingkan upacara-upacara yang merayakan perubahan seorang individu dari satu status ke status yang lain dalam suatu masyarakat tertentu.[1][2]

Meskipun Gennep lahir di Jerman dan memiliki ayah berkebangsaan Belanda dan ibu dari Prancis, namun ia banyak menghabiskan hidupnya di Prancis.[1][2] Setalah ayahnya meninggal, Gennep diadopsi oleh seorang dokter Prancis dan mendapatkan pendidikan di sana.[2] Ia mempelajari beberapa macam bahasa yang pada akhirnya ia mampu menguasai 18 bahasa.[1] Dari situlah, ia kemudian menggunakan fakta-fakta linguistik dan filologi dalam kajian etnografinya.[1] Gennep mendirikan studi tentang cerita rakyat Eropa, karena ia melihat bahwa sastra rakyat dan praktiknya merupakan aspek budaya yang hidup dan bukan sebagai sisa-sisa yang mati.[1]

Referensi


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi mengenai ilmuwan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan