Kamis, 08 Oktober 2026
12:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Armada Afrika Barat

Armada Afrika Barat

Bagikan:
Armada Afrika Barat
250px-HMS_Black_Joke_%281827%29_and_prizes.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kapal perang HMS Black Joke dan kapal-kapal yang berhasil disita (dari kiri atas, searah jarum jam) Providentia, Vengador, Presidenta, Marianna, El Almirante, dan El Hassey
Aktif1808–1867
NegaraInggris
CabangAngkatan Laut Inggris
Tipe unitKapal Perang
PeranPenekanan terhadap Perdagangan Budak, dari Cape Verde ke Benguela

Angkatan Laut Inggris membentuk Armada Afrika Barat (AAB) dengan biaya yang besar pada tahun 1808 setelah Parlemen meloloskan Undang-Undang Penghapusan Perdagangan Budak 1807.

Tugas armada ini adalah untuk menekan perdagangan budak Atlantik dengan berpatroli di pantai Afrika Barat.[1] Berbasis di Portsmouth,[2] awalnya AAB hanya terdiri dari dua kapal perang kecil yaitu kapal perang tipe fregat HMS Solebay (1785) yang dilengkapi dengan 32-meriam grade ke-5 (grade ke-6 adalah yang paling rendah) dan kapal perusak HMS Derwent (1807).

Pada puncak operasinya, AAB mempekerjakan marinir kerajaan dan armada Angkatan Laut Inggris ke-6. Pada tahun 1819 Angkatan Laut Inggris mendirikan "Pangkalan Pantai Barat Afrika" dan AAB kemudian dikenal sebagai "Armada Pencegahan",[3] AAB tetap di bawah komando independen hingga 1856 dan kemudian 1866 hingga 1867.

Referensi

  1. ↑ "Chasing Freedom Information Sheet". Royal Naval Museum. Diarsipkan dari versi asli pada 2007-09-27. Diakses tanggal 2007-04-02.
  2. ↑ "From slave trade to humanitarian aid". BBC News. 2007-03-19. Diakses tanggal 2007-04-02.
  3. ↑ Lewis-Jones, Huw (17 Februari 2011). "BBC - History - British History in depth: The Royal Navy and the Battle to End Slavery". BBC History. BBC. Diakses tanggal 21 Maret 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan lebih lanjut

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan