Sabtu, 17 Oktober 2026
21:19 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Ari Fahrial Syam

Ari Fahrial Syam

pegawai di Universitas Indonesia (Ilmu Penyakit Dalam)

Bagikan:
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Ari Fahrial Syam" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Agustus 2024)
60px-Unbalanced_scales.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kontributor utama artikel ini tampaknya memiliki hubungan dekat dengan subjek. Artikel ini mungkin perlu dirapikan agar mematuhi kebijakan konten Wikipedia, terutama dalam hal sudut pandang netral.
Silakan dibahas lebih lanjut di halaman pembicaraan artikel ini.
(Agustus 2024) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Ari Fahrial Syam
250px-Press_conference_of_DGB_FK_UI%2C_16_May_2025_49_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Mulai menjabat
20 Desember 2017
PendahuluDr. dr. Ratna Sitompul, Sp.M(K)
Informasi pribadi
Lahir19 Juni 1966 (umur 60)
Jakarta, Indonesia
Suami/istriSeri Fahrial
Anak3
Orang tuaSyamsul Bahri (ayah)
Almamater
PekerjaanDokter, akademikus
ProfesiDokter Spesialis Penyakit Dalam
JulukanProf. Ari

Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP (lahir di Jakarta 19 Juni 1966) adalah guru besar pada Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Sebelumnya, Prof. Ari menjabat menjadi Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) periode 2017-2021.[1]

Riwayat Hidup

Riwayat Pendidikan

Prof. Ari menyelesaikan Pendidikan dokter umum pada tahun 1990 di FKUI. Kemudian melanjutkan pendidikan spesialis di Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo pada tahun 2000 dan menjadi konsultan Gastroenterologi dan Hepatologi pada tahun 2005. Prof. Ari melanjutkan Pendidikan di University of Queensland, Australia dan mendapatkan gelar Master of Molecular Biology pada Universitas tersebut pada tahun 2001 sebelum mendapatkan gelar doktor Ilmu Biomedik FKUI pada tahun 2011.

Pengalaman Kerja

250px-Professor_Ari_Fahrial_Syam_receiving_COVID-19_vaccine.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ari Fahrial Syam menerima vaksin COVID-19.

Prof. Ari juga aktif mengikuti pelatihan di dalam maupun luar negeri, diantaranya adalah Gastrointestinal Motility Course di National University Hospital, Singapura pada tahun 2017. Selain itu, Prof. Ari juga merupakan Visiting Physician Departement of Gastroenterology, Jichi Hospital Jepang.

Selain aktif sebagai staf pengajar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, Prof. Ari juga aktif dalam organisasi profesi, diantaranya adalah menjadi Ketua Pengurus Besar Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PB PEGI) tahun 2016 hingga sekarang dan menjadi ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Cabang Jakarta Raya (PAPDI JAYA) pada tahun 2012-2018.[2][3] Prof. Ari juga merupakan anggota dari Fellow of American College of Physician pada tahun 2011 hingga sekarang.

Prof. Ari aktif menjadi pembicara pada pertemuan ilmiah tingkat nasional dan internasional diantaranya adalah Annual Meeting of the Korean College of Helicobacter and Upper Gastrointestinal Research & The 16th Japan-Korea Joint Symposium on Helicobacter Research (Busan, Korea 2019), The 10th International Gastrointestinal Consensus Symposium (IGICS), (Nagoya Congress Cente, Japan, 2018), Emirates Gastroenterology & Hepatology Society (EGHS) – World Gastroenterology Organisation (WGO) (Abu Dhabi, United Arab Emirates, 2016), Asian Pacific Digestive Week 2016 (APDW) (Kobe Convention Complex, Japan, 2016), dan berbagai seminar internasional lainnya.

Prof. Ari dalam memajukan bidang Pendidikan Kedokteran di Indonesia, juga tidak pernah ragu untuk menjadi penggagas kerjasama internasional antara FKUI dengan Institusi Kedokteran lain dari berbagai negara. Ia percaya bahwa kolaborasi menjadi kunci untuk kemajuan Ilmu Kedokteran dalam bidang Pendidikan, Pelayanan Kesehatan, maupun Penelitian. Terakhir, ia terpilih menjadi Ketua dari ASEAN Medical Dean Network 2018 – 2020; sebuah organisasi institusi kedokteran terkemuka dari masing-masing negara di Kawasan Asia Tenggara. Prof Ari juga pernah dipercaya menjadi Regional Ambasador for South East Asia pada AAHCI tahun 2018-2023 yang berkantor pusat di Washington DC.

Pada tahun 2018, Prof. Ari dilantik menjadi Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam FKUI dengan pidato pengukuhan berjudul: Masa Depan Penelitian Kedokteran di Era Disrupsi dan Kedokteran Presisi: Penelitian Bakteri Helicobacter pylori di Indonesia Sebagai Model.[4]

Publikasi Karya Ilmiah

Sebagai dedikasinya untuk kemajuan perkembangan ilmu kesehatan di Indonesia, Prof Ari aktif menulis berbagai buku dan publikasi jurnal. Prof. Ari merupakan anggota penyusun dan editor Konsensus Penatalaksanaan Irritable Bowel Syndrome (IBS) di Indonesia, Konsensus Nasional Irritable Bowel Syndrome (IBD) di Indonesia, dan Konsensus Nasional Penatalaksanaan Dispepsia dan Infeksi Helicobacter pyori. Selain itu Prof. Ari juga merupakan penulis Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam dan Buku Ajar Gastroenterologi.

Kemampuan Prof. Ari dalam menulis artikel ilmiah sudah tidak perlu diragukan lagi. Prof. Ari memiliki H-index SCOPUS sebesar 22 dengan 129 Artikel pada SCOPUS pada Agustus 2024 dan mendapatkan penghargaan sebagai 10 besar staf pengajar UI dengan karya tulisan terbanyak di Science dan technology Index (SINTA) Kemenristekdikti].[5] Bidang peminatan penelitian Prof Ari adalah mengenai H. pylori, functional gastrointestinal disease, dan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

Anti-Hoaks Kesehatan

Sebagai seorang dokter, Prof. Ari juga sangat peduli terhadap informasi kesehatan yang beredar di masyarakat. Oleh karena itu, Prof. Ari aktif menjadi narasumber kesehatan di berbagai stasiun televisi nasional, aktif menulis di website dokterari.com dan Kompasiana. Selain itu, Prof. Ari juga meluncurkan aplikasi “Apa Kata Dokter” pada tahun 2018 yang berisi informasi-informasi tentang kesehatan yang terpercaya untuk mengatasi hoax yang beredar di masyarakat.[6] Sebagai bentuk kepeduliannya kepada masyarakat, Prof. Ari juga telah terjun sebagai relawan di tsunami Aceh, gempa Jogja, banjir besar Jakarta, gempa Jawa Barat, dan gempa Sumatera Barat.[7]

Keluarga

Prof. Ari merupakan suami dari drg. Seri Fahrial. Ia dikaruniai tiga orang anak, yakni Fahresa Hilmy, Fajar Fikri, dan Akira Rahmat.

Lihat pula

Catatan kaki

  1. ↑ "Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, Dilantik sebagai Dekan FKUI - FKUI". Diakses tanggal 2019-10-31.
  2. ↑ "Get Closer with Prof. Ari Fahrial Syam – ISDE" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2019-10-31.
  3. ↑ "PAPDI JAYA : BERITA UNTUK UMUM - Pelantikan-Pengurus-PAPDI-JAYA-Periode-2015---2018". www.papdijaya.org. Diakses tanggal 2019-10-31.
  4. ↑ "Dua Guru Besar FKUI Dikukuhkan - FKUI". Diakses tanggal 2019-10-31.
  5. ↑ "SINTA - Science and Technology Index". sinta2.ristekdikti.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-11-03. Diakses tanggal 2019-10-31.
  6. ↑ Saeno. Baqiroh, Nur Faizah Al Bahriyatul (ed.). "Banyak Hoax Kesehatan di Medsos, Ari Fahrial Syam Luncurkan Aplikasi 'Apa Kata Dokter'". Bisnis.com. Diakses tanggal 2019-10-31.
  7. ↑ Anna (ed.). "Pasca Gempa, Penyakit Mengusik Pengungsi". Kompas.com. Diakses tanggal 2020-09-23.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan