Selasa, 20 Oktober 2026
11:24 WIB
TERKINI
Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau
Argumen periapsis

Argumen periapsis

Menentukan orbit suatu objek di ruang angkasa

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Argumen periapsis" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR

Argumen periapsis (juga disebut argumen perifokus atau argumen perisenter), disimbolkan sebagai ω, adalah salah satu elemen orbit dari suatu benda yang mengorbit. Jika dirincikan, ω adalah sudut antara periapsis orbit (titik pendekatan terdekat ke titik pusatnya) dan nove menaik orbit (titik tempat benda langit melintasi bidang referensi dari Selatan ke Utara). Sudut ini diukur dalam bidang orbit dan arah gerakannya. Untuk jenis-jenis orbit tertentu, kata-kata seperti "perihelion" (untuk orbit yang terpusat ke Matahari), "perigea" (untuk orbit yang terpusat ke Bumi), "periastron" (untuk orbit mengitari bintang) dan lainnya bisa menggantikan kata "periapsis". Lihat apsis untuk penjelasan lebih lanjut.

Argumen periapsis 0° berarti bahwa benda yang mengorbit akan berada pada pendekatan terdekatnya dengan benda pusat pada waktu yang sama ketika melintasi bidang referensi dari Selatan ke Utara. Argumen periapsis 90° berarti bahwa benda yang mengorbit akan mencapai periapsis pada jarak paling utara dari bidang referensi.

Menambahkan argumen periapsis ke bujur node menaik akan menghasilkan bujur periapsis. Tetapi, khususnya dalam diskusi bintang biner dan eksoplanet, istilah "bujur periapsis" atau "bujur periastron" sering digunakan sama seperti "argumen periapsis".

langid-500px-Orbit1.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gbr. 1: Diagram elemen orbit, termasuk argumen periapsis (ω).

Penghitungan

Dalam astrodinamika, argumen periapsis ω dapat dihitung sebagai berikut:

ω = arccos ⁡ n ⋅ e | n | | e | {\displaystyle \omega =\arccos {{\mathbf {n} \cdot \mathbf {e} } \over {\mathbf {\left|n\right|} \mathbf {\left|e\right|} }}} {\displaystyle \omega =\arccos {{\mathbf {n} \cdot \mathbf {e} } \over {\mathbf {\left|n\right|} \mathbf {\left|e\right|} }}}
(jika e z < 0 {\displaystyle e_{z}<0\,} {\displaystyle e_{z}<0\,} maka ω = 2 π − ω {\displaystyle \omega =2\pi -\omega \,} {\displaystyle \omega =2\pi -\omega \,})

di mana:

  • n {\displaystyle \mathbf {n} } {\displaystyle \mathbf {n} } adalah vektor yang mengarah ke node menaik (artinya komponen -z n {\displaystyle \mathbf {n} } {\displaystyle \mathbf {n} } bernilai nol),
  • e {\displaystyle \mathbf {e} } {\displaystyle \mathbf {e} } adalah vektor eksentrisitas (vektor mengarah ke periapsis).

Dalam hal orbit khatulistiwa, meski argumennya belum ditentukan, sering diasumsikan bahwa:

ω = arccos ⁡ e x | e | {\displaystyle \omega =\arccos {{e_{x}} \over {\mathbf {\left|e\right|} }}} {\displaystyle \omega =\arccos {{e_{x}} \over {\mathbf {\left|e\right|} }}}

di mana:

  • e x {\displaystyle e_{x}\,} {\displaystyle e_{x}\,} adalah komponen-x eksentrisitas vektor e . {\displaystyle \mathbf {e} .\,} {\displaystyle \mathbf {e} .\,}

Dalam hal orbit lingkaran sering diasumsikan bahwa periapsis ditempatkan di node menaik dan hasilnya ω=0.

Lihat pula

Catatan kaki

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan