Jumat, 30 Oktober 2026
18:41 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Arabia Deserta

Arabia Deserta

Bagikan:
250px-Map_of_the_Three_Arabias_Excerpted_Partly_from_the_Arab_of_Nubia_Partly_from_Several_Other_Authors.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
"Peta Tiga Arab" karya Nicolas Sanson, 1654

Arabia Deserta (dalam bahasa Latin berarti "Arabia yang ditinggalkan"), juga disebut Arabia Magna ("Arabia Raya"), adalah istilah yang mengacu kepada wilayah pedalaman yang bergurun di Semenanjung Arab. Pada zaman kuno, wilayah ini dihuni oleh suku-suku nomaden yang sering kali menyerang wilayah yang lebih kaya, seperti Mesopotamia dan Arabia Felix.

Arabia Deserta adalah salah satu dari tiga kawasan di Semenanjung Arabia berdasarkan terminologi Romawi; dua kawasan lainnya adalah Arabia Felix dan Arabia Petraea. Nama ini masih digunakan hingga abad ke-19 dan ke-20, termasuk dalam buku Travels in Arabia Deserta (1888) karya Charles M. Doughty.[1]

Catatan kaki

  1. ↑ [[[:Templat:Wdl]] "Carte des trois Arabies : tirée en partie de l'Arabe de Nubie, en partie de divers autres auteurs"] [Map of the Three Arabias: Excerpted Partly from the Arab of Nubia, Partly from Several Other Authors]. World Data Library (dalam bahasa French). 1654.{{cite web}}: Periksa nilai |url=Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)

Daftar pustaka

  • G.W. Bowersock, "The three Arabias in Ptolemy's geography" and "Arabs and Saracens in the Historia Augusta" in G.W. Bowersock, Studies on the Eastern Roman Empire, Goldbach, 1994.
  • F. Millar, The Roman Near East, London, 1994, pp. 514 ff.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan