Sabtu, 07 November 2026
11:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Aposematisme

Aposematisme

Bagikan:
250px-Korreldragende-gifkikker-3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Warna terang dari katak beracun menandakan tanda bahaya bagi pemangsa.

Aposematisme (bahasa Latin:ἀπό berarti "menjauh", dan bahasa Latin:σ̑ημα berarti "tanda") adalah istilah yang dicetuskan oleh Edward Bagnall Poulton[1] untuk ide Wallace mengenai warna peringatan.[2] Hal ini menggambarkan sebuah jenis adaptasi antipemangsa yang tanda peringatan ini dikaitkan dengan ketidakbergunaan sebuah mangsa bagi pemangsanya. Aposematisme selalu melibatkan sebuah tanda ketertarikan. Tanda peringatan dapat berupa warna tubuh hewan, suara, bau,[3] atau ciri-ciri lain yang dapat dikenali dengan jelas. Tanda aposematisme berguna bagi pemangsa dan mangsanya agar dapat mencegah dirinya dari bahaya yang dapat terjadi.

Aposematisme dimanfaatkan dalam mimikri Müller. Spesies yang memiliki kemampuan bertahan yang kuat akan berkembang sehingga menyerupai satu sama lain. Dengan menyerupai diri dengan warna yang sama, tanda peringatan untuk pemangsa dikirimkan, sehingga mereka dapat saling mengenali dengan cepat antara spesies tersebut.

Tanda peringatan tidak memerlukan adanya pertahanan fisik atau kimiawi untuk menghalangi pemangsa. Mimikri seekor ular gunung Kalifornia (Lampropeltis zonata), yang memiliki kulit berwarna kuning, merah dan hitam yang menandakan bahwa ia memiliki bisa yang beracun yang mirip dengan ular karang, mendukung model aposematisme. Evolusi tanda peringatan oleh sebuah spesies yang memiripkan dirinya dengan spesies lain yang memiliki pertahanan yang lebih kuat dikenal dengan mimikri Batesia.

Referensi

  1. ↑ "Aposematism". apheloria.org (dalam bahasa bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2017-07-08. Diakses tanggal 7 Januari 2017. E.B. Poulton coined "aposematism" in the book The Colours of Animals in 1890.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. ↑ "The Colours of Animals and Plants, by Alfred Russel Wallace". people.wku.edu (dalam bahasa bahasa Inggris). Diakses tanggal 7 Januari 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Eisner, T; Grant, RP (24 Juli 1981). "Toxicity, odor aversion, and "olfactory aposematism"". Science. 213 (4506): 476–476. doi:10.1126/science.7244647. ISSN 0036-8075. PMID 7244647. Diakses tanggal 7 Januari 2017.


Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan