Kamis, 24 September 2026
00:36 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN

Anwar Congo

preman asal Indonesia

Anwar Congo (19 Februari 1937  25 Oktober 2019) adalah seorang pria asal Kota Medan, Sumatera Utara yang dikenal karena tampil dalam film dokumenter Jagal. Selama hidup, ia merupakan salah satu tokoh organisasi Pemuda Pancasila di kotanya.[1]

Lahir dengan nama Anwar, julukan Congo ia dapatkan karena membantu pasukan TNI yang hendak dikirim ke Kongo. Ayahnya keturunan Maluku bermarga Matulessy, sementara ibunya disebut keturunan Banten.[2] Anwar hanya meraih pendidikan sampai kelas IV di SD Taman Siswa, Medan, pada awalnya ia menjadi seorang pencatut tiket bioskop, tapi kemudian dikenal sebagai preman dan membantu melakukan pembantaian pada tahun 1965.[3]

Anwar mengaku merasa ditipu oleh Joshua Oppenheimer selaku sutradara film Jagal karena judul yang diberitahukan kepadanya pada awalnya adalah Arsan dan Aminah.[4][5] Namun Oppenheimer menyangkal bahwa dirinya telah menipu siapapun karena semua ia lakukan atas sepengetahuan dan izin Anwar.[6] Oppenheimer sendiri mengatakan bahwa dirinya dekat dengan Anwar, dan pernah melakukan telewicara lewat Skype sebelum filmnya dirilis di Indonesia.[7] Selain itu, sebuah petisi juga sempat muncul di change.org untuk menangkap Anwar tetapi Kapolri Sutarman menyatakan bahwa kasusnya sudah kedaluwarsa.[8] Anwar Congo meninggal dunia pada 2019 di Medan meninggalkan seorang istri.[9]

Referensi

  1. Kahfi, M. Andimaz (26 Oktober 2012). Damanik, Liston (ed.). "Asal Usul Nama Anwar Congo Sang Penjagal PKI dari Medan". Tribun News. Diarsipkan dari asli tanggal 18 November 2020. Diakses tanggal 17 Juli 2022.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan)Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "Algojo Dan Narasumber Skripsi". Tempo (majalah).
  3. Mulyadi, Irsan (2 Oktober 2012). "Siapa Anwar Congo, Si Pemeran Algojo PKI". VIVA.co.id. Diakses tanggal 17 Juli 2022.
  4. Kustiani, Rini (1 Oktober 2012). "Anwar Congo Protes Film 'The Act of Killing'". Tempo.co. Diakses tanggal 17 Juli 2022.
  5. Gunawan, Apriadi (5 Oktober 2012). "Anwar Kongo: An overnight celebrity from 'The Act of Killing'" (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2013-02-20. Diakses tanggal 17 Juli 2022.
  6. "Joshua Oppenheimer: Saya Tidak Pernah Menipu Siapapun". Gatra.com. 5 Oktober 2012.
  7. Bradshaw, Nick (5 Juni 2013). "Build my gallows high: Joshua Oppenheimer on The Act of Killing". Institut Film Inggris (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-10-26.
  8. Tanjung, Agib (7 Maret 2014). "Kapolri: Pembantaian 1965 oleh Anwar Congo sudah kedaluwarsa". merdeka.com.
  9. "Anwar Congo Penjagal PKI dari Medan Meninggal Dunia". Tribunnews.com. 26 Oktober 2019. Diarsipkan dari asli tanggal 14 Juni 2021.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan)


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan