Jumat, 02 Oktober 2026
01:15 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti

Anuswara

Bagikan:

Anuswara (अनुस्वारः anusvāra) adalah tanda diakritik yang menandai nasalisasi (penyengauan) yang ada di berbagai aksara-aksara India, termasuk aksara Jawa. Tergantung lokasi anuswara di sebuah kata dan bahasa yang digunakan, pelafalannya dapat sangat bervariasi.

Aksara Jawa

Dalam aksara Jawa, dikenal empat bunyi sengau anuswara, yaitu m-, n-, ng-, dan ny-. Peraturan penulisan anuswara adalah apabila anuswara tersebut membuat tidak membuat kata dasarnya luluh, maka di depan kata tersebut harus diberi tambahan aksara "ha", misalnya "mblujur" (ꦩ꧀ꦧ꧀ꦭꦸꦗꦸꦂ) harus ditulis "hamblujur" (ꦲ꧀ꦩꦧ꧀ꦭꦸꦗꦸꦂ). Namun, apabila kata dasarnya luluh, maka di depan kata tersebut boleh dihilangkan "ha"-nya, misalnya "nantang" dapat ditulis "hanantang" (ꦲꦤꦤ꧀ꦠꦁ) maupun "nantang" (ꦤꦤ꧀ꦠꦁ).


Lihat pula

Referensi

Bibliografi

  • Allen, W.S. (1953), Phonetics in ancient India, OUP
  • Emeneau, M. B. (1946). "The Nasal Phonemes of Sanskrit". Language. 22 (2): 86–93. JSTOR 410341.
  • Ohala, Manjari (1983), Aspects of Hindi Phonology, Motilal Banarsidass, ISBN 0-89581-670-9
  • Varma, Siddheshwar (1929), Critical studies in the phonetic observations of Indian grammarians
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan