Senin, 28 September 2026
11:58 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan
Antiperburuan liar

Antiperburuan liar

250px-Anti-Poaching_Ranger.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jagawana antiperburuan liar bersenjata di antara anggota regu

Antiperburuan liar adalah tindakan terorganisir untuk melawan perburuan liar satwa liar.[1] Namun, istilah ini umumnya digunakan untuk menggambarkan upaya menyeluruh dalam melawan perdagangan satwa liar ilegal.[2][3] Tindakan antiperburuan liar biasanya dilakukan oleh pihak taman nasional di lahan publik dan oleh perusahaan keamanan swasta di lahan milik pribadi. Antiperburuan liar memiliki berbagai bentuk dan sangat bergantung pada habitat yang dilindungi. Biasanya, tindakan ini berupa patroli aktif di suatu wilayah sebagai upaya untuk mencegah pemburu liar menjangkau hewan-hewan tersebut.

Jagawana

Tingkat dasar dari antiperburuan liar adalah jagawana di lokasi. Mereka dianggap sebagai garis pertahanan pertama melawan perdagangan satwa liar ilegal. Jagawana biasanya membentuk regu, yang umumnya terdiri dari empat orang, dengan peran-peran yang saling melengkapi. Peran-peran ini bervariasi tergantung pada tingkat kecanggihan regu tersebut. Dalam sebagian besar situasi, jagawana hanya dilengkapi dengan perlengkapan dasar; sebuah senjata api dan seragam sederhana.[4] Namun, belakangan ini, berkat populernya upaya perlindungan satwa liar, banyak organisasi telah berhasil memperoleh pendanaan untuk melengkapi peralatan para jagawana mereka.

Jagawana melakukan berbagai tugas dalam kewajiban harian mereka. Patroli menyita sebagian besar waktu seorang jagawana. Organisasi yang berbeda menerapkan strategi patroli yang berbeda pula, yang biasanya didasarkan pada jenis hewan yang berada dalam perlindungan mereka. Jagawana yang hanya melindungi sedikit hewan mungkin ditugaskan untuk menjaga satu hewan per regu. Hal ini hanya terjadi pada mamalia besar karena umumnya hewan lain sulit untuk dilacak setiap harinya; untuk mempermudah tugas ini, perangkat pelacak sering digunakan.[5] Untuk hewan yang lebih kecil, atau guna melindungi seluruh hewan di suatu kawasan tertentu, jagawana melakukan patroli di batas-batas wilayah tersebut.

Referensi

  1. ↑ "What is a Ranger?". WWF. Diakses tanggal 16 Januari 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Illegal Wildlife Trade". WWF. Diakses tanggal 16 Januari 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ NEME, LAUREL (27 Juni 2014). "For Rangers on the Front Lines of Anti-Poaching Wars, Daily Trauma". National Geographic. Diarsipkan dari asli tanggal Agustus 10, 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Junker, J. "Action: Provide better equipment (e.g. guns) to anti-poaching ranger patrols". Conservation Evidence. hat Works in Conservation.
  5. ↑ "Elephant Tracking Collars". ElephanTTrackinG. Diakses tanggal 16 Januari 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan