Kamis, 15 Oktober 2026
20:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M

Anna Warouw

Bagikan:
Ini adalah nama patrilineal Minahasa, marganya adalah Warouw (rumpun dari Sulawesi Utara)
Anna Adeline Warouw
Lahir(1898-02-23)23 Februari 1898
Meninggal3 Oktober 1979(1979-10-03) (umur 81)
AlmamaterSTOVIA
PekerjaanDokter spesialis otolaringologi
Dikenal karenaDokter wanita kedua di Indonesia

Anna Adeline Warouw Karamoy (23 Februari 1898 – 3 Oktober 1979) adalah wanita Indonesia kedua yang menjadi dokter. Dia lulus dari Sekolah Pendidikan Dokter Hindia (STOVIA atau Sekolah tot Opleiding van Indische Artsen) pada tahun 1924 dan kemudian menjadi spesialis dalam bidang otolaringologi.

Biografi

Anna Warouw lahir pada tanggal 23 Februari 1898 di Amurang, yang terletak di daerah Minahasa di Sulawesi Utara.[1][2] Dia memulai studinya di STOVIA di Batavia pada tahun 1914. Dia masuk STOVIA dua tahun setelah Marie Thomas yang merupakan siswa wanita pertama yang diterima di STOVIA.[3] Warouw lulus dari STOVIA pada tahun 1924.[4] Dia kemudian berpraktik di beberapa tempat termasuk Gorontalo, Kudus, Makassar, Manado, dan Semarang.[5][6] Dia menikah dengan Jean Eduard Karamoy yang juga seorang dokter dan mengikuti suaminya ke Eropa di mana Karamoy belajar untuk gelar doktornya.[7][8] Di Eropa, Warouw mempelajari bidang otolaringologi di Universitas Leiden.[9]

Referensi

Sumber referensi

  • "De Tweede Vrouwelijke Arts" [Dokter Wanita Kedua] (dalam bahasa Belanda). Algemeen handelsblad voor Nederlandsch-Indië. 1924-08-29. Diakses tanggal 2020-05-28. {{cite magazine}}: Kutipan magazine memerlukan |magazine=
  • Orang Indonesia yang Terkemuka di Jawa. Gunseikanbu. 1944.
  • Surono, Agus; Wulandri, Trisna (2019-08-01). "Mereka Memberi Warna Dunia Kedokteran Indonesia". Intisari. {{cite magazine}}: Kutipan magazine memerlukan |magazine=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan