Sabtu, 24 Oktober 2026
09:02 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Papasula abbotti

Papasula abbotti

spesies burung

Bagikan:
Papasula abbotti Suntingan nilai di Wikidata
250px-Abbott%27s_Booby.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Status konservasi
Taksonomi
SuperkerajaanHolozoa
KerajaanAnimalia
FilumChordata
KelasAves
OrdoSuliformes
FamiliSulidae
GenusPapasula
SpesiesPapasula abbotti Suntingan nilai di Wikidata
Ridgway, 1893
Tata nama
Dinamakan berdasarkanWilliam Louis Abbott Suntingan nilai di Wikidata
ProtonimSula abbotti Suntingan nilai di Wikidata
Distribusi
ChristmasEilandLocatie.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Suntingan nilai di Wikidata
Artikel takson sembarang
Wikispecies logo
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Papasula abbotti.

Angsa batu christmas (Papasula abbotti) merupakan burung laut yang terancam punah dari famili Sulidae, yang juga mencakup dendang laut dan angsa batu. Angsa batu ini berukuran besar dan termasuk dalam genus monotipenya sendiri. Burung laut ini pertama kali diidentifikasi dari spesimen yang dikumpulkan oleh William Louis Abbott yang menemukannya di Pulau Assumption pada 1892.[1][2]

Deskripsi

Burung laut ini bisa mencapai ukuran panjang hingga 80 cm dengan bobot tubuh sekitar 1460 gram.[3] EBird menggambarkan spesies ini sebagai "burung laut hitam-putih yang kurus dan tampak memanjang. Sangat ramping dan tampak aneh saat terbang. Berkembang biak di kanopi hutan hujan Pulau Natal, dan mencari makan di laut di sekitarnya. Beberapa burung, terutama yang belum dewasa, akan mencari makan lebih jauh, tetapi jangkauannya masih kurang dipahami. Profilnya yang berleher panjang dan bersayap ramping yang aneh menjadi keunikan tersendiri, dan seharusnya mudah membedakan spesies ini dari spesies lain di wilayah jelajahnya. Paruhnya berwarna merah muda pucat pada betina dan keabu-abuan pada jantan."[4]

Sebaran dan perilaku

Angsa batu christmas hanya berkembang biak di beberapa tempat di Pulau Natal, wilayah Australia, di Samudra Hindia bagian timur, meski sebelumnya memiliki wilayah jelajah yang jauh lebih luas. Burung ini memiliki bulu putih dengan tanda hitam dan beradaptasi untuk terbang jarak jauh. Angsa batu ini mencari makan di sekitar Pulau Natal, seringkali di sekitar arus laut yang kaya nutrisi, meskipun tiap-tiap burung dapat menempuh jarak ribuan kilometer. Pasangan-pasangan burung ini kawin seumur hidup dan membesarkan satu anak setiap dua atau tiga tahun, bersarang di dekat puncak pohon yang muncul di kanopi hutan hujan.[5]

Status konservasi dan ancaman

Populasinya telah lama mengalami tren penurunan, sehingga IUCN pada 2019 menetapkan statusnya sebagai spesies genting.[6] Secara historis, sebagian besar habitat aslinya ditebang untuk membuka lahan pertambangan fosfat. Beberapa penebangan masih berlanjut, dan dampak penebangan sebelumnya terus berpengaruh buruk pada populasi burung saat ini.[5] Ancaman lain disebabkan oleh masuknya semut gila kuning yang menurunkan kualitas habitat. Penurunan habitat yang minimal berdampak signifikan pada populasi burung. Semua area bersarangnya telah dimasukkan ke dalam taman nasional.[5]

Daftar rujukan

  1. ↑ https://museum.wa.gov.au/sites/default/files/Information%20sheet%20-%20Abbott%27s%20Booby_EN_MS_ZH_0.pdf
  2. ↑ "The Key to Scientific Names - Birds of the World". birdsoftheworld.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-03.
  3. ↑ "Papasula abbotti". www.sealifebase.se. Diakses tanggal 2025-11-03.
  4. ↑ "Angsa-batu christmas - eBird". ebird.org (dalam bahasa in). Diakses tanggal 2025-11-03.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  5. 1 2 3 "Abbott's Booby Papasula Abbotti Species Factsheet". BirdLife DataZone (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-03.
  6. ↑ "Abbott's Booby". IUCN Red List. 2019-06-14. Diakses tanggal 2025-11-03.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan