Selasa, 22 September 2026
04:54 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Anglosfer

Anglosfer

Artikel ini mengenai konsep sosiopolitik yang menjabarkan negara-negara maju dengan bahasa Inggris sebagai bahasa utama. Untuk negara-negara lainnya yang menuturkan bahasa Inggris secara luas atau sebagai bahasa resmi, lihat dunia berbahasa Inggris atau daftar negara dengan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi
Source: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/7/72/Anglosphere_Geometry.svg
Anglosphere, menurut James Bennett (The Anglosphere Challenge)[1]
  Anglosfer inti[a]
  Anglosfer tengah[b] (Negara di mana bahasa Inggris adalah salah satu dari beberapa bahasa resmi, tetapi belum tentu digunakan secara luas oleh penduduk asli)
  Lingkup luar[c] (negara yang menggunakan bahasa Inggris dari peradaban lain)
  Periferi[d] (negara yang menggunakan bahasa Inggris secara luas tetapi bukan merupakan bahasa resmi pemerintah)

Anglosfer (bahasa Inggris: Anglosphere) adalah sebutan bagi sekumpulan negara-negara penutur bahasa Inggris dengan warisan budaya yang sama, diturunkan dari penduduk yang berasal dari negara-negara di Kepulauan Britania (Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia), yang saat ini tetap menjalin kerja sama politik dan militer yang erat. Istilah "anglosfer" umumnya tidak mencakup keseluruhan negara-negara yang menuturkan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi, meskipun negara-negara tersebut dipengaruhi atau pernah menjadi bagian dari Imperium Britania.

Secara sempit, negara-negara anglosfer meliputi Britania Raya, Republik Irlandia, Amerika Serikat, Kanada (kecuali provinsi Quebec), Australia, dan Selandia Baru. Sedangkan lebih luasnya mencakup Afrika Selatan dan Hindia Barat Britania. Negara-negara tersebut pada suatu masa pernah menjadi bagian dari Imperium Britania dan saat ini tetap memiliki keterikatan budaya, hubungan darah, dan hubungan politik yang kuat dengan leluhur mereka di Kepulauan Britania. Selain itu, kesemua negara ini (kecuali Irlandia) menjalin kerja sama militer melalui berbagai program seperti Perjanjian UKUSA (sinyal intelijen), Five Eyes (intelijen), Combined Communications Electronics Board (komunikasi elektronik), The Technical Cooperation Program (teknologi dan sains), Air and Space Interoperability Council (angkatan udara), AUSCANNZUKUS (angkatan laut), dan ABCA Armies.

Definisi

250px-The_Great_Rapprochement.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Poster propaganda tahun 1898 tentang persahabatan antara Amerika Serikat dan Britania Raya. Poster ini menggambarkan kemenangan Amerika dan Britania atas Spanyol dalam Armada Spanyol, Perang Anglo-Spanyol (1804-1809), dan Perang Spanyol-Amerika.

Anglosphere adalah lingkup pengaruh Anglo-Amerika.[e] Istilah ini pertama kali diciptakan oleh penulis fiksi ilmiah Neal Stephenson dalam bukunya The Diamond Age, yang diterbitkan tahun 1995.[3] John Lloyd [en] menggunakan istilah ini pada tahun 2000 dan mengartikannya sebagai negara-negara berbahasa Inggris yang meliputi Amerika Serikat dan Britania Raya, bersama dengan Kanada, Australia, Selandia Baru, Irlandia, Afrika Selatan, dan Hindia Barat Britania.[4] James C. Bennett [en] mendefinisikan anglosphere sebagai "negara-negara di dunia yang berbasis Common Law yang berbahasa Inggris". Kamus Merriam-Webster mengartikan Anglosfer sebagai "negara-negara di dunia dengan bahasa dan kebudayaan Inggris yang menonjol".[5][f] Namun Anglosphere biasanya tidak dianggap mencakup semua negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi, sehingga tidak identik dengan anglophone.[6]

Anglosfer inti

Definisi ini biasanya digunakan untuk mencakup Australia, Kanada, Selandia Baru, Britania Raya, dan Amerika Serikat[7] dalam pengelompokan negara-negara maju yang disebut Anglosfer inti. Istilah ini juga dapat mencakup Irlandia[8] dan kadang-kadang Malta dan negara-negara Persemakmuran Karibia.[4]

Lima negara inti di Anglosphere adalah negara-negara maju yang memiliki hubungan budaya dan diplomatik yang erat satu sama lain. Mereka disejajarkan di bawah program militer dan keamanan seperti:[9][4][10][11]

Hubungan antara negara-negara Anglosphere secara tradisional telah terjalin dengan hangat, dengan kemitraan bilateral seperti antara Australia dan Selandia Baru [en], Amerika Serikat dan Kanada [en], serta Amerika Serikat dan Britania Raya (Hubungan Khusus) yang merupakan kemitraan paling sukses di dunia.[12][13][14]

Dalam hal sistem politik, Kanada, Australia, Selandia Baru, dan Britania Raya memiliki Charles III sebagai kepala negara, merupakan bagian dari Persemakmuran Bangsa-Bangsa, dan menggunakan sistem pemerintahan parlementer Westminster. Sebagian besar negara-negara inti memiliki sistem pemilu first-past-the-post, meskipun Australia dan Selandia Baru telah mereformasi sistem mereka dan ada sistem lain yang digunakan dalam beberapa pemilihan di Britania Raya. Akibatnya, sebagian besar negara Anglosphere memiliki politik yang didominasi oleh dua partai besar.

Di bawah ini adalah tabel perbandingan negara-negara Anglosfer (data diperbarui pada 2013). Negara-negara ini diurutkan menurut jumlah penduduk.

Negara Populasi Luas (km2) Kepadatan (hab./km2) Ibu kota Kota terbesar
Amerika Serikat &&&&&&0318326000.&&&&&0318.326.000 &&&&&&&&09629048.&&&&&09.629.048 34 Washington New York City
Britania Raya &&&&&&&064100000.&&&&&064.100.000 &&&&&&&&&0243610.&&&&&0243.610 255 London London
Kanada &&&&&&&035427524.&&&&&035.427.524 &&&&&&&&09984670.&&&&&09.984.670 3 Ottawa Toronto
Australia &&&&&&&023540238.&&&&&023.540.238 &&&&&&&&07692024.&&&&&07.692.024 2 Canberra Sydney
Irlandia &&&&&&&&04593100.&&&&&04.593.100 &&&&&&&&&&070273.&&&&&070.273 65 Dublin Dublin
Selandia Baru &&&&&&&&04537081.&&&&&04.537.081 &&&&&&&&&0268021.&&&&&0268.021 16 Wellington Auckland
Total &&&&&&0450523953.&&&&&0450.523.953 &&&&&&&027887646.&&&&&027.887.646 16


Lihat juga

Buku Wikipedia adalah koleksi artikel yang bisa diunduh atau dipesan dalam bentuk cetak.


Keterangan

  1. Core Anglosphere
  2. Middle Anglosphere
  3. Outer sphere
  4. Periphery
  5. "Anglosphere (dalam arti sempit bekas Imperium Britania, termasuk Kanada, Australia dan Selandia Baru, serta AS) telah menjadi arsitek dan pendukung setia norma-norma internasional."[2]
  6. "sekelompok negara yang menuturkan bahasa Inggris sebagai bahasa ibu". (Shorter Oxford English Dictionary (Edisi 6th), Oxford University Press, 2007, ISBN 978-0-19-920687-2 ).

Referensi

Kutipan

  1. Browning, Christopher S. and Tonra, Ben (2010) "Beyond the West and towards the Anglosphere?" In: Browning, Christopher S. and Lehti, Marko, (eds.) The struggle for the West: a divided and contested legacy. Abingdon, Oxfordshire; New York: Routledge, pp. 161–181. ISBN9780415476836: https://www.academia.edu/341929/Beyond_the_West_and_Towards_the_Anglosphere
  2. Davies et al. 2013.
  3. "Word Spy". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-10-27. Diakses tanggal 2014-12-14.
  4. 1 2 3 Lloyd 2000.
  5. "Anglosphere". Free Merriam-Webster Dictionary. Merriam-Webster, Incorporated. 2012. Diakses tanggal 30 November 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. "The Anglosphere and its Others: The 'English-speaking Peoples' in a Changing World Order – British Academy". British Academy.
  7. "The Anglosphere: Past, present and future". The British Academy.
  8. Kuper, Simon (21 November 2014). "Which way is Ireland going?". Financial Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 Desember 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. Bennett 2004, hlm. 80.
  10. Legrand 2015.
  11. Legrand 2016.
  12. "The Trans-Tasman Relationship: A New Zealand Perspective" (PDF).
  13. "U.S. and Canada: The World's Most Successful Bilateral Relationship". RealClearWorld. 9 Maret 2016.
  14. Marsh, Steve (1 Juni 2012). "'Global Security: US–UK relations': lessons for the special relationship?". Journal of Transatlantic Studies. 10 (2): 182–199. doi:10.1080/14794012.2012.678119. S2CID 145271477.

Daftar pustaka

Pranala luar

Lihat entri anglosphere di kamus bebas Wikikamus.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan