Kamis, 08 Oktober 2026
04:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Bilangan Skewes

Bagikan:

Dalam teori bilangan, bilangan Skewes adalah bilangan besar yang digunakan oleh matematikawan asal Afrika Selatan bernama Stanley Skewes sebagai batas atas untuk bilangan asli x {\displaystyle x} {\displaystyle x} yang terkecil, yang dinyatakan sebagai π ( x ) > li ⁡ ( x ) . {\displaystyle \pi (x)>\operatorname {li} (x).} {\displaystyle \pi (x)>\operatorname {li} (x).} Di sini, π adalah fungsi penghitung bilangan prima (prime-counting function) dan li adalah fungsi integral logaritmik.

Littlewood (1914) membuktikan bahwa bilangan tersebut ada (dan juga untuk bilangan yang pertama). Ia menemukan bahwa tanda dari selisih π ( x ) − li ⁡ ( x ) {\displaystyle \pi (x)-\operatorname {li} (x)} {\displaystyle \pi (x)-\operatorname {li} (x)} berubah-ubah secara tak terhingga.[1] Akan tetapi, buktinya tidak memperlihatkan bilangan x {\displaystyle x} {\displaystyle x} yang konkret.

Skewes (1933) membuktikan bahwa, dengan mengasusmi hipotesis Riemann adalah benar, terdapat suatu bilangan x {\displaystyle x} {\displaystyle x} yang tidak memenuhi pertidaksamaan π ( x ) < li ⁡ ( x ) {\displaystyle \pi (x)<\operatorname {li} (x)} {\displaystyle \pi (x)<\operatorname {li} (x)},[2] contohnya seperti e e e 79 < 10 10 10 34 . {\displaystyle e^{e^{e^{79}}}<10^{10^{10^{34}}}.} {\displaystyle e^{e^{e^{79}}}<10^{10^{10^{34}}}.} Tanpa mengasumsi hipotesis Riemann, Skewes (1955) membuktikan bahwa pastinya ada nilai x {\displaystyle x} {\displaystyle x}:[3] e e e e 7.705 < 10 10 10 964 . {\displaystyle e^{e^{e^{e^{7.705}}}}<10^{10^{10^{964}}}.} {\displaystyle e^{e^{e^{e^{7.705}}}}<10^{10^{10^{964}}}.}

Catatan

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan