Senin, 28 September 2026
21:29 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Ang Duong

Ang Duong

Ang Duong
Raja Kamboja
Ang_Duong_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Raja Ang Duong (sekitar tahun 1851) digambar dalam sebuah lukisan yang dipublikasikan pada tahun 1882
Raja Kamboja
Berkuasa1848–1860
Penobatan7 Maret 1848
PendahuluAng Mey (sampai tahun 1846)
Masa Kekosongan Kekuasaan (Interregnum) (1846-1848)
PenerusNorodom I
Lahir1796
Oudong, Kerajaan Kamboja
Meninggal19 Oktober 1860
Oudong, Kamboja
PemakamanGunung Oudong
AyahAng Eng
IbuRatu Vara
Pasangan38 permaisuri dan selir
Keturunan20 putra dan putri
Norodom, Raja Kamboja
Sisowath, Raja Kamboja
Pangeran Si Votha (diantaranya)
Nama lengkap
Harireak Reamea Issarathipadei Ang Duong
AgamaBuddhisme

Ang Duong (bahasa Khmer:ព្រះបាទ អង្គ ឌួង) (1796–19 Mei 1860) (r. 1841–1844, 1845–1860) adalah seorang raja Kamboja.

Ang Duong adalah putra bungsu dari Raja Ang Eng.

Nama resminya adalah Preah Raja Samdach Preah Hariraksha Rama Suriya Maha Isvara Adipati.

Politiknya berfokus pada persatuan dan identitas nasional yang berkelanjutan dan meminimalkan campur tangan asing. Dia mengeluarkan revisi substansial pertama dari kodeks hukum selama berabad-abad, dan dia mendorong dan mengawasi reformasi agama dan budaya. Dihadapkan dengan meningkatnya perambahan Siam dan Vietnam, dia berusaha untuk membangun aliansi dengan Prancis kolonial atas dasar kedaulatan. Meskipun aliansi ini akhirnya mencapai puncaknya dalam periode 90 tahun Protektorat Kamboja Prancis, tindakan Raja Ang Duong menjadi dasar negara persatuan modern Kamboja. Ang Duong naik tahta dengan gelar Preah Bat Samdech Preah Harireak Reamea Issarathipadei Ang Duong.

Dia adalah leluhur dari 2 wangsa kerajaan utama Kamboja, Wangsa Norodom dan Wangsa Sisowath.

Galeri

  • Stupa Raja Ang Duong
    Stupa Raja Ang Duong

Lihat pula

Ang Duong
Istana Ang
Lahir: 1796 Meninggal: 19 Oktober 1860
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Ang Mey
Raja Kamboja
40px-Royal_arms_of_Cambodia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

1840 – 1859
Diteruskan oleh:
Norodom
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan