Selasa, 13 Oktober 2026
02:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Analytika Hystera

Analytika Hystera

karya Aristoteles

Bagikan:
250px-Western_Manuscript%3B_Analytica_posteriora._Wellcome_L0019496.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Manuskrip Analisa Lanjutan (Analytica Posteriora) dalam Bahasa Latin.

Analytika Hystera (bahasa Yunani Kuno:Ἀναλυτικὰ Ὕστερα, translit. Analytiká Hýstera; bahasa Latin:Analytica Posteriora), atau Analisa Lanjutan (Posterior Analytics), adalah satu korpus dalam Organon karya Aristoteles yang menjelaskan cara pembuktian (demonstrasi) dan cara memperoleh pengetahuan.[1] Demonstrasi dibedakan sebagai silogisme yang menghasilkan pengetahuan ilmiah; adapun definisi ditandai sebagai pernyataan sifat sesuatu, pernyataan arti nama, atau rumus nominal yang setara.

Konten

Pembahasan dalam Analytika Hystera dapat diringkas sebagai berikut:

  • Semua demonstrasi harus didasarkan pada prinsip-prinsip yang sudah diketahui. Prinsip-prinsip yang mendasarinya harus dapat dibuktikan sendiri, atau disebut prinsip pertama (first principle), yang tidak dapat didemonstrasikan dan terbukti dalam dirinya sendiri ("nota per se").
  • Kita tidak dapat mendemonstrasikan hal-hal secara melingkar, seperti mendukung kesimpulan dengan premis dan premis dengan kesimpulan. Juga tidak mungkin ada terma penengah (middle terms) tak terhingga antara prinsip pertama dan kesimpulan.
  • Dalam semua demonstrasi, prinsip pertama, kesimpulan, dan semua proposisi perantara, harus merupakan kebenaran yang umum, abadi, dan wajib ada. Tidak ada demonstrasi terkait hal-hal yang terjadi secara kebetulan, atau mungkin, atau dapat berubah, atau terpisah (individual).
  • Beberapa demonstrasi hanya membuktikan sesuatu dengan cara tertentu, bukan mengapa sesuatu itu ada, meski yang terakhir adalah demonstrasi yang paling utama.
  • Bentuk pertama dari silogisme (lihat logika leksikal untuk penjelasan silogisme) paling cocok diterapkan dalam demonstrasi, karena memberi kesimpulan afirmatif secara universal. Pendekatan ini biasa digunakan oleh matematikawan.
  • Demonstrasi dalam proposisi afirmatif lebih disukai daripada proposisi negatif; juga demonstrasi dari universal ke partikular, dan demonstrasi langsung ke reductio ad absurdum.
  • Prinsip adalah lebih pasti daripada kesimpulan.
  • Tidak mungkin ada opini (dugaan) dan pengetahuan (kepastian) pada hal yang sama di saat bersamaan.

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ "Posterior Analytics, by Aristotle". web.archive.org. 2007-04-27. Diarsipkan dari versi asli pada 2007-04-27. Diakses tanggal 2023-04-06.

Pranala luar


Tentang
120px-Aristoteles_Louvre.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gagasan
Corpus Aristotelicum
Pengikut
Topik terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan