Senin, 12 Oktober 2026
18:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Analog nukleosida

Analog nukleosida

Bagikan:
250px-Guanosine-acyclovir-comparison.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Obat antivirus asiklovir, sebuah analog nukleosida yang berfungsi dengan menjadi tiruan palsu dari nukleosida alami guanosina.

Analog nukleosida adalah senyawa kimia yang dimodifikasi dari nukleosida alami yang merupakan bahan DNA. Analog nukleosida memiliki struktur yang meniru nukleosida alami tetapi sengaja dirancang agar menghalangi sintesis DNA atau menghalangi enzim-enzim yang terlibat. Senyawa seperti ini digunakan dengan tujuan obat, terutama obat antivirus karena keberadaan senyawa ini dapat mengecoh proses replikasi virus. Obat analog nukleosida pertama dikembangkan oada tahun 1960an, Hingga 2018, jumlahnya telah melebihi 25 obat, yang sangat penting dalam pengobatan penyakit-penyakit yang disebabkan virus, termasuk tenofovir (obat HIV/AIDS), lamivudin/entesavir (obat hepatitis B), sofosbuvir (obat hepatitis C), dan asiklovir (obat herpes).[1]

Referensi

  1. ↑ Eyer L, Nencka R, de Clercq E, Seley-Radtke K, Růžek D (2018). "Nucleoside analogs as a rich source of antiviral agents active against arthropod-borne flaviviruses". Antiviral Chemistry and Chemotherapy. doi:10.1177/2040206618761299. PMID 29534608.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan