Kamis, 29 Oktober 2026
21:22 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Analisis diskriminan linear

Bagikan:

Analisis diskriminan linear (bahasa Inggris:linear discriminant analysis, disingkat LDA) adalah generalisasi diskriminan linear Fisher, yaitu sebuah metode yang digunakan dalam ilmu statistika, pengenalan pola dan pembelajaran mesin untuk mencari kombinasi linear fitur yang menjadi ciri atau yang memisahkan dua atau beberapa objek atau peristiwa. Kombinasi yang diperoleh dapat dijadikan pengklasifikasi linear, atau biasanya digunakan untuk proses reduksi dimensionalitas sebelum pengklasifikasian.

Metode ini sangat terkait dengan analisis variansi (ANOVA) dan analisis regresi, yang juga mencoba untuk menyatakan suatu variabel dependen sebagai suatu kombinasi linear fitur-fitur atau pengukuran-pengukuran lainnya.[1][2] Namun, ANOVA menggunakan variabel independen kategoris dan variabel dependen yang kontinu, sementara analisis diskriminan memiliki variabel independen yang kontinu dan variabel dependen yang kategoris.[3] Regresi logistik dan regresi probit lebih mirip dengan LDA daripada ANOVA, karena keduanya juga mencoba menjelaskan variabel kategoris dari nilai variabel independen kontinu.

LDA juga terkait dengan analisis komponen utama dan analisis faktor karena sama-sama mencari kombinasi linear variabel-variabel yang terbaik dalam menjelaskan data.[4] LDA secara eksplisit mencoba memodelkan perbedaan antara kelas-kelas data. PCA di sisi lain tidak mempertimbangkan perbedaan kelas, dan analisis faktor membangun kombinasi fitur berdasarkan perbedaan daripada kesamaan. Analisis diskriminan juga berbeda dari analisis faktor karena analisis diskriminan bukan teknik yang interdependen: perbedaan antara variabel independen dan dependen harus ditetapkan.

LDA berfungsi jika pengukuran yang dilakukan terhadap variabel-variabel independen untuk setiap pengamatan merupakan kuantitas yang kontinu. Jika yang dihadapi adalah variabel independen kategoris, teknik yang serupa adalah analisis korespondensi diskriminan.[5][6]

Referensi

  1. ↑ Fisher, R. A. (1936). "The Use of Multiple Measurements in Taxonomic Problems". Annals of Eugenics. 7 (2): 179–188. doi:10.1111/j.1469-1809.1936.tb02137.x. hdl:2440/15227.
  2. ↑ McLachlan, G. J. (2004). Discriminant Analysis and Statistical Pattern Recognition. Wiley Interscience. ISBN 0-471-69115-1. MR 1190469.
  3. ↑ Analyzing Quantitative Data: An Introduction for Social Researchers, Debra Wetcher-Hendricks, hlm.288
  4. ↑ Martinez, A. M.; Kak, A. C. (2001). "PCA versus LDA" (PDF). IEEE Transactions on Pattern Analysis and Machine Intelligence. 23 (=2): 228–233. doi:10.1109/34.908974. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2008-10-11. Diakses tanggal 2018-01-17.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  5. ↑ Abdi, H. (2007) "Discriminant correspondence analysis." In: N.J. Salkind (Ed.): Encyclopedia of Measurement and Statistic. Thousand Oaks (CA): Sage. pp. 270–275.
  6. ↑ Perriere, G.; & Thioulouse, J. (2003). "Use of Correspondence Discriminant Analysis to predict the subcellular location of bacterial proteins", Computer Methods and Programs in Biomedicine, 70, 99–105.

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Wikiversity logo
Wikiversity memiliki bahan belajar tentang Discriminant function analysis
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan