Selasa, 03 November 2026
23:06 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Anaerob obligat

Anaerob obligat

Bagikan:
330px-Anaerobic.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bakteri aerob dan anaerob dapat diidentifikasi dengan menumbuhkannya dalam tabung reaksi berisi kaldu tioglikolat: 1: Aerob obligat membutuhkan oksigen karena tidak dapat berfermentasi atau bernapas secara anaerob. Mereka berkumpul di bagian atas tabung, tempat konsentrasi oksigen tertinggi. 2: Anaerob obligat teracuni oleh oksigen, sehingga mereka berkumpul di dasar tabung di mana konsentrasi oksigen paling rendah. 3: Anaerob fakultatif dapat tumbuh dengan atau tanpa oksigen karena mereka dapat memetabolisme energi secara aerobik maupun anaerobik. Mereka berkumpul sebagian besar di bagian atas karena respirasi aerobik menghasilkan lebih banyak ATP daripada fermentasi maupun respirasi anaerobik. 4: Mikroaerofil membutuhkan oksigen karena tidak dapat berfermentasi atau bernapas secara anaerob. Namun, mereka teracuni oleh konsentrasi oksigen yang tinggi. Mereka berkumpul di bagian atas tabung reaksi, tetapi tidak di bagian paling atas. 5: Organisme aerotoleran tidak membutuhkan oksigen karena mereka memetabolisme energi secara anaerobik. Namun, tidak seperti anaerob obligat, mereka tidak teracuni oleh oksigen. Mereka dapat ditemukan tersebar merata di seluruh tabung reaksi.

Anaerob obligat adalah mikroorganisme yang terbunuh oleh konsentrasi oksigen atmosfer normal (20.95% O2).[1][2] Toleransi oksigen bervariasi antar spesies. Beberapa spesies mampu untuk bertahan hidup hingga kadar oksigen 8%, sementara yang lainnya mati setelah konsentrasi oksigen melewati 0.5%.[3]

Anaerob obligat, yang mati ketika oksigen hadir dalam jumlah normal, berkontras dengan aerob obligat, yang mati tanpa oksigen. Bakteri yang berada di antara kedua ekstrem ini dapat digolongkan sebagai anaerob fakultatif, yang dapat menggunakan oksigen namun tetap dapat hidup tanpanya, atay mikroaerofil, yang membutuhkan kadar oksigen yang lebih kecil. Organisme aerotoleran tidak terpengaru oleh hadir atau tidaknya oksigen.

Referensi

  1. ↑ Prescott, Lansing M.; Harley, John P.; Klein, David A. (1996). Microbiology (Edisi 3rd). William C Brown Pub. hlm. 130–131. ISBN 0-697-29390-4.
  2. ↑ Brooks, Geo F.; Carroll, Karen C.; Butel, Janet S; Morse, Stephen A. (2007). Jawetz, Melnick & Adelberg's Medical Microbiology (Edisi 24th). McGraw Hill. hlm. 307–312. ISBN 978-0-07-128735-7.
  3. ↑ Ryan, Kenneth J.; Ray, C. George, ed. (2004). Sherris Medical Microbiology (Edisi 4th). McGraw Hill. hlm. 309–326, 378–384. ISBN 0-8385-8529-9.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan