Selasa, 27 Oktober 2026
05:08 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Aerob obligat

Aerob obligat

Bagikan:
Organisme yang membutuhkan oksigen untuk tumbuhTemplat:SHORTDESC:Organisme yang membutuhkan oksigen untuk tumbuh
330px-Anaerobic.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bakteri aerob dan anaerob dapat diidentifikasi dengan menumbuhkannya dalam tabung reaksi berisi kaldu tioglikolat:
1: Aerob obligat membutuhkan oksigen karena tidak dapat berfermentasi atau bernapas secara anaerob. Mereka berkumpul di bagian atas tabung, tempat konsentrasi oksigen tertinggi.
2: Anaerob obligat teracuni oleh oksigen, sehingga mereka berkumpul di dasar tabung di mana konsentrasi oksigen paling rendah.
3: Anaerob fakultatif dapat tumbuh dengan atau tanpa oksigen karena mereka dapat memetabolisme energi secara aerobik maupun anaerobik. Mereka berkumpul sebagian besar di bagian atas karena respirasi aerobik menghasilkan lebih banyak ATP daripada fermentasi maupun respirasi anaerobik.
4: Mikroaerofil membutuhkan oksigen karena tidak dapat berfermentasi atau bernapas secara anaerob. Namun, mereka teracuni oleh konsentrasi oksigen yang tinggi. Mereka berkumpul di bagian atas tabung reaksi, tetapi tidak di bagian paling atas.
5: Organisme aerotoleran tidak membutuhkan oksigen karena mereka memetabolisme energi secara anaerobik. Namun, tidak seperti anaerob obligat, mereka tidak teracuni oleh oksigen. Mereka dapat ditemukan tersebar merata di seluruh tabung reaksi.

Aerob obligat adalah mikroorganisme yang hanya dapat hidup dan berkembang biak apabila terdapat oksigen bebas (O₂) dalam lingkungannya.[1] Bakteri golongan ini menggunakan oksigen sebagai akseptor elektron terakhir dalam proses respirasi sehingga menghasilkan energi dalam jumlah optimal. Tanpa oksigen, sel-sel bakteri aerob obligat tidak dapat melakukan metabolisme dan akan mati.[2]

Tabel 1. Istilah yang digunakan untuk menggambarkan Hubungan O2 Mikroorganisme.[3]
Kelompok Lingkungan Efek O2
Aerobik Anaerobik
Aerob obligat Bertumbuh Tiada pertumbuhan Diperlukan (digunakan untuk respirasi aerobik)
Obligate Anaerobe Tiada Pertumbuhan Bertumbuh Beracun
Facultative Anaerobe (Facultative Aerobe) Bertumbuh Bertumbuh Tidak diperlukan untuk pertumbuhan tetapi digunakan bila tersedia
Microaerophile Pertumbuhan jika tingkatnya tidak terlalu tinggi Tiada bertumbuh Diperlukan tetapi pada tingkat di bawah 0,2 atm
Aerotolerant Anaerobe Bertumbuh Bertumbuh Tidak diperlukan dan tidak digunakan

Contoh

Di antara organisme, hampir semua hewan, sebagian besar jamur, dan beberapa bakteri merupakan aerob obligat.[butuh rujukan] Contoh bakteri aerobik obligat termasuk Mycobacterium tuberculosis,[butuh rujukan] [4] Bacillus[butuh rujukan] dan Nocardia asteroides.[butuh rujukan] [5] Dengan kecuali ragi, sebagian besar jamur bersifat aerob obligat.[1] Juga, hampir semua alga adalah aerob obligat.[1]

Aerob obligat unik adalah Streptomyces coelicolor yang bersifat gram positif, hidup di tanah, dan termasuk dalam filum Actinomycetota.[6] Hal ini unik karena genom bakteri aerob obligat ini mengkode sejumlah enzim dengan fungsi yang biasanya dikaitkan dengan metabolisme anaerob pada bakteri anaerob fakultatif dan anaerob ketat.[6]

Strategi bertahan hidup

Ketika aerob obligat berada dalam lingkungan yang kekurangan oksigen sementara, mereka memerlukan strategi bertahan hidup untuk menghindari kematian.[7] Dalam kondisi ini, Mycobacterium smegmatis dapat dengan cepat beralih antara produksi hidrogen fermentasi dan oksidasi hidrogen dengan oksigen atau reduksi fumarat tergantung pada ketersediaan akseptor elektron.[7] Contohnya adalah pertama kalinya produksi hidrogen terlihat dalam aerob obligat.[butuh rujukan] Hal ini juga mengonfirmasi fermentasi dalam mikobakteri dan merupakan bukti bahwa hidrogen berperan dalam kelangsungan hidup sekaligus pertumbuhan.[7]

Masalah juga dapat muncul di lingkungan kaya oksigen, yang paling umum disebabkan oleh stres oksidatif. Stres oksidatif terjadi ketika terdapat ketidakseimbangan radikal bebas dan antioksidan dalam sel-sel organisme, terutama akibat polusi dan radiasi di lingkungan. Bakteri aerob obligat bertahan hidup dari fenomena ini dengan menggunakan sistem imun organisme untuk memperbaiki ketidakseimbangan tersebut.[8]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 Prescott LM, Harley JP, Klein DA (1996). Microbiology (Edisi 3rd). Wm. C. Brown Publishers. hlm. 130–131. ISBN 0-697-29390-4.
  2. ↑ stahl, Madiagan (2021). Brock Biology of Microorganisms (16th ed.). Pearson Education.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ WI, Kenneth Todar, Madison. "Nutrition and Growth of Bacteria". textbookofbacteriology.net. Diakses tanggal 2021-04-20.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  4. ↑ Levinson, W. (2010). Review of Medical Microbiology and Immunology (Edisi 11th). McGraw-Hill. hlm. 150–157. ISBN 978-0-07-174268-9.
  5. ↑ Ryan KJ; Ray CG, ed. (2004). Sherris Medical Microbiology (Edisi 4th). McGraw Hill. hlm. 460–462. ISBN 0-8385-8529-9.
  6. 1 2 Fischer, Marco; Alderson, Jesse; van Keulen, Geertje; White, Janet; Sawers, R. GaryYR 2010 (2010). "The obligate aerobe Streptomyces coelicolor A3(2) synthesizes three active respiratory nitrate reductases". Microbiology. 156 (10): 3166–3179. doi:10.1099/mic.0.042572-0. ISSN 1465-2080. PMID 20595262.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  7. 1 2 3 Berney, Michael; Greening, Chris; Conrad, Ralf; Jacobs, William R.; Cook, Gregory M. (2014-08-05). "An obligately aerobic spirillum fermentative hydrogen production to survive reductive stress during hypoxia". Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 111 (31): 11479–11484. Bibcode:2014PNAS..11111479B. doi:10.1073/pnas.1407034111. ISSN 0027-8424. PMC 4128101. PMID 25049411.
  8. ↑ Eske, Jamie (2019-04-03). "What is oxidative stress? Effects on the body and how to reduce". Medical News Today (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-03-31. Diakses tanggal 2021-05-08.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan