Minggu, 08 November 2026
09:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Amytis

Bagikan:

Amytis (Bahasa Yunani Ámitys, Persia kuno *Umati)[1] merupakan seorang putri Akhemeniyah, putri Raja Ahasyweros I dari Persia dan ratu Amestris, dan saudari Raja Artahsasta I dari Persia. Ia dijodohkan dengan bangsawan Megabyzus. Amytis dan ibundanya digambarkan di dalam catatan Ktesias sebagai wanita paling berkuasa selama pemerintahan Artahsasta.

Sekitar tahun 445 SM, suaminya Megabyzus memulai pemberontakan yang berhasil di Suriah melawan Artahsasta I. Awalnya, Amytis tinggal bersama raja selama perang; tetapi ia kemudian berpartisipasi bersama dengan Amestris dan Satrap Artarius, dalam negosiasi rekonsiliasi di antara pemberontak dan raja. Meskipun demikian, Megabyzus kembali jatuh dalam aib dan diusir dari istana dan diasingkan ke sebuah kota di Teluk Persia. Setelah lima tahun di pengasingan, Megabyzus diampuni dan diizinkan untuk kembali ke istana, lagi-lagi berkat ikut campur Amytis dan Amestris.

Amytis dan Megabyzus memiliki dua orang putra: Zopyrus dan Artyphius. Setelah kematian orangtuanya, Zopyrus melarikan diri ke Athena, di mana menurut Ctesias, ia "diterima dengan baik karena layanan yang diberikan ibundanya kepada orang Athena".[2]

Sumber-sumber Yunani menggambarkan Amytis sebagai wanita yang tidak bermoral. Menurut Ctesias, selama pemerintahan Ahasyweros ia dituduh berzinah oleh Megabyzus. Sejarawan yang sama selanjutnya menegaskan bahwa setelah kematian suaminya, ia memiliki hubungan asmara dengan dokter Yunani Apollonides dari Kos, dan bahwa ketika perselingkuhan itu dipergoki, Apollonides disiksa dan dibunuh oleh Ibu suri Amestris. Dinon, sejarawan Yunani lainnya, menggambarkan Amytis sebagai wanita Asia yang paling cantik dan licik. Tantangan paling sulit dalam menggunakan sejarawan-sejarawan seperti Ctesias atau Dinon sebagai sumber tepercaya adalah kenyataan bahwa mereka cenderung menulis carite menakjubkan yang lebih menarik bagi pembacanya, sering kali tanpa banyak memperhatikan kekakuan historis. Kurangnya sumber primer membuat tidak mungkin untuk memiliki citra Amytis yang akurat.[3]

Referensi klasik

Catatan

  1. ↑ Schmitt 1985. Only the Greek form of the name is known; the Persian form is a modern reconstruction, as indicated by the asterisk.
  2. ↑ "Photius' excerpt of Ctesias' Persica (2)". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-02-17. Diakses tanggal 2018-01-08.
  3. ↑ Sancisi-Weerdenburg 1987. The work of Ctesias and Dinon is an important precursor to the Greek “romance”; one such example of this style is the Alexander Romance.

Bibliografi

  • Brosius, M (1998(: Women in Ancient Persia, 559-331 BC, Clarendon Press, Oxford.
  • Lendering, J: "Megabyzus (2)Diarsipkan 2013-08-13 di Wayback Machine", at http://www.livius.org
  • Sancisi-Weerdenburg, H (1987): "Decadence in the empire or decadence in the sources. From source to synthesis: Ctesias", in H. Sancisi-Weerdenburg (ed.), Achaemenid History I: Sources, Structures and Synthesis. Proceedings of the Groningen 1983 Achaemenid History Workshop.
  • Schmitt, R (1985): "Amytis", in Encyclopædia Iranica vol. I.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan