Jumat, 23 Oktober 2026
21:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Amrin Kahar

anak Kaharudin Datuk Rangkayo Basa

Bagikan:
Amrin Kahar
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Masa jabatan
1 Oktober 1997 –1 Oktober 1999
Daerah pemilihanSumatera Barat
Informasi pribadi
Lahir(1937-07-04)4 Juli 1937
Meninggal11 April 2020(2020-04-11) (umur 82)
Suami/istriIrma Amrin
Anak3
Orang tua
AlmamaterKochi University, Jepang
PekerjaanAhli pertanian

Ir. H. Amrin Kahar (4 Juli 1937 – 11 April 2020) adalah seorang ahli pertanian dan politikus Indonesia. Ia pernah dipercaya sebagai Direktur Jenderal Tanaman Pangan dan Hortikultura (Dirjen TPH) Departemen Pertanian Republik Indonesia[1] tahun 1994-1997 dan sebagai anggota parlemen di DPR-RI periode 1997-1999, wakil dari Sumatera Barat pada masa Orde Baru.

Riwayat Hidup

Latar belakang

Amrin Kahar merupakan putra bungsu di antara tiga bersaudara dari pasangan Kaharudin Datuk Rangkayo Basa (ayah) dan Mariah (ibu) yang berasal dari Bayur, Maninjau, Agam, Sumatera Barat. Ayahnya adalah Kepala Kepolisian Provinsi Sumatra Tengah pada tahun 50-an yang kemudian menjadi gubernur pertama Sumatera Barat pada tahun 1958-1965. Dua orang kakak Amrin juga merupakan tokoh yang dikenal masyarakat, yaitu Adrin Kahar, yang dikenal sebagai pejuang kemerdekaan, pengajar dan politikus dan merupakan salah seorang pendiri dan rektor yang ke-2 Universitas Bung Hatta, dan Djohari Kahar yang dikenal sebagai Ketua DPRD Sumatera Barat selama dua periode dan satu periode sebagai anggota DPR-RI.[2]

Pendidikan

Amrin menamatkan pendidikan SD di Kampung Bayur, Maninjau tahun 1949, lalu menamatkan SMP tahun 1954 dan SMA tahun 1958 di Padang. Setelah tamat SMA, ia ingin masuk Akademi Militer Nasional atau Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian. Akan tetapi, orang tuanya melarang sehingga Ia memutuskan berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Kemudian, ia mendapatkan beasiswa untuk kuliah ke Jepang. Amrin menamatkan pendidikan tingginya di Jurusan Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Kochi University, Jepang, 1965.[3]

Karier

Amrin memulai karier sebagai asisten ahli di Lembaga Penempatan Tenaga Ikatan Dinas, Departemen Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan tahun 1965-1966. Ia juga berkarier sebagai ahli pertanian Direktorat Pertanian Rakyat diperbantukan pada Tim Bimas/SSBS Pusat Departemen Pertanian Jakarta sejak Maret 1965.[3]

Sebelum menjabat Dirjen Tanaman Pangan dan Hortikultura Departemen Pertanian, ia pernah menjabat Kakanwil (Kepala Kantor Wilayah) Pertanian Provinsi Riau. Amrin juga pernah aktif sebagai politikus dengan menjadi Anggota DPR-RI Fraksi Karya Pembangunan mewakili Sumatera Barat pada tahun 1997-1999.[4]

Wafat

Amrin Kahar meninggal dunia pada 11 April 2020.[5]

Penghargaan

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan