Minggu, 11 Oktober 2026
16:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka

Adrin Kahar

pejuang kemerdekaan Indonesia

Bagikan:
Adrin Kahar
Lahir(1929-11-30)30 November 1929
Meninggal1 Desember 2009(2009-12-01) (umur 80)
Padang, Sumatera Barat
AlmamaterInstitut Teknologi Bandung
PekerjaanPejuang, pengajar
Dikenal karenaRektor Universitas Bung Hatta
Anakdrg. Rinati Adrin, Sp.KGA ,Rika Martiwi, Rizman Febrian
Orang tuaKaharudin Dt. R. Basa (ayah)
Mariah (ibu)

Drs. Adrin Kahar, Ph.D (Hon) (30 November 1929 – 1 Desember 2009) adalah seorang pejuang kemerdekaan, pengajar dan politikus Indonesia. Ia merupakan salah seorang pendiri dan rektor yang ke-2 Universitas Bung Hatta, Padang, Sumatera Barat, yang menjabat dari tahun 1985-1990, setelah menggantikan rektor yang pertama, Prof. Dr. H. Agustiar Syah Nur, MA., yang menjabat dari tahun 1981-1985.[1]

Riwayat

Kehidupan

Adrin Kahar lahir di Solok pada 30 November 1929 dari pasangan Kaharudin Dt. Rangkayo Basa (ayah) dan Mariah (ibu) yang berasal dari Bayur, Maninjau, Agam, Sumatra Tengah. Ia merupakan anak sulung dalam keluarganya. Ayahnya pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Sumatra Tengah dan kemudian menjadi Gubernur Sumatera Barat yang pertama. Sedangkan adiknya, Djohari Kahar pernah menjabat Ketua DPRD Sumatera Barat selama dua periode dan satu periode sebagai anggota DPR-RI, serta Amrin Kahar, pernah menjabat Dirjen Tanaman Pangan dan Hortikultura Departemen Pertanian, serta anggota DPR-RI mewakili Sumatera Barat dari tahun 1997-1999. Adrin Kahar meninggal dunia pada 1 Desember 2009 pada usia 80 tahun di RS Ibnu Sina Yarsi, Padang dan dimakamkan di TPU Tunggul Hitam, Padang, di samping makam ayahnya, Kaharudin Datuak Rangkayo Basa.[2]

Pendidikan

Adrin Kahar menamatkan pendidikan dasarnya di kota Padang pada masa pendudukan Jepang pada tahun 1943. Sedangkan pendidikan SMP ia tempuh di dua kota, yatu Padang dan Bukittinggi, dan selesai pada tahun 1947. Selanjutnya ia meneruskan ke SMA, masih di Bukittinggi, tetapi sempat terputus dengan terjadinya Agresi Militer Belanda II pada akhir tahun 1948. Ia akhirnya ikut berjuang dengan bergabung ke dalam korp Tentara Pelajar (TP) Sumatra Tengah. Dalam korp tersebut ia seangkatan dengan Awaluddin Djamin yang di kemudian hari menjadi Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri).

Ia baru kembali ke bangku pendidikan setelah usainya perang kemerdekaan dengan menyelesaikan pendidikan SMA-nya di Bukittinggi pada tahun 1951. Setelah itu ia melanjutkan ke perguruan tinggi dengan kuliah di Jurusan Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, yang baru bisa diselesaikan pada tahun 1962, karena ia kuliah sambil mengajar di SMP dan SMA serta kemudian menjadi asisten dosen di ITB.

Referensi

  1. ↑ Sekilas Universitas Bung Hatta Diarsipkan 2013-08-14 di Wayback Machine Situs Resmi Universitas Bung Hatta. Diakses 11 Agustus 2013.
  2. ↑ Veteran Pejuang itu, Telah Pergi R@ntau-Net, 2 Desember 2009. Diakses 11 Agustus 2013.

Pranala luar


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan