Jumat, 16 Oktober 2026
18:41 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super

Amr bin Adi

Bagikan:

Amr bin Adi bin Nasr bin Rabi'a (bahasa Arab:عمرو بن عدي بن نصر بن ربيعة, translit. ʿAmr bin ʿAdī bin Naṣr bin Rabīʿa) adalah raja Lakhmid pertama yang semi-legendaris dari al-Hirah.

Kehidupan

Sebagian besar tentang kehidupannya masih belum dibuktikan.[1] Menurut Charles Pellat, raja ini hanya menjadi cerita lisan secara turun-temurun dalam masyarakat Lakhmid.[2]

Menurut sejarawan Arab abad pertengahan, Ayah Amr, bernama Adi, mendapatkan tangan Raqash, saudari favorit raja Tanukh bernama Jadzimah al-Abrasy, dengan tipu muslihat.[2][3] Amr dikatakan telah diculik sebagai seorang anak oleh jin, sebelum dikembalikan ke pamannya.[2] Dia kemudian dikatakan telah ditinggalkan sebagai wali oleh Jadhima, yang berbaris melawan al-Zabba (Zenobia), ratu Tadmur. Ketika pamannya terbunuh dalam pertempuran, Amr bersumpah untuk membalas kematian pamannya; bahkan setelah Zenobia bunuh diri, Amr tetap menikam mayatnya.[1][2][a]

Setelah pamannya meninggal, Amr memisahkan diri dari kekuasaan Tanukh dan mendirikan dinasti Lakhmid.[5] Menurut sejarawan abad ke-10 bernama ath-Tabari, Amr meramaikan kembali kota al-Hirah yang sebelumnya ditinggalkan, dan memerintah di sana selama 118 tahun (walaupun suber-sumber ath-Tabari menyebutkan umur Amr selama 120 tahun) sebelum digantikan oleh putranya, Imru al-Qays bin Amr sebagai raja bawahan atas nama Persia Sasaniyah.[1][2] Sebagian besar sejarawan Arab abad pertengahan setuju dengan hal ini, dan hanya al-Ya'qubi yang menyebutkan masa pemerintahannya selama 55 tahun.[1]

Amr tidak diragukan lagi seorang tokoh sejarah, tetapi masih sulit untuk menjelaskan pemerintahannya, kecuali bahwa dia hidup di akhir abad ke-3 (Armand-Pierre Caussin de Perceval berpendapat pemerintahannya berlangsung pada tahun 268–288).[2] Bukti arkeologis mendukung keberadaannya, tetapi malah kontradiktif: sebuah prasasti yang ditemukan di al-Namara menyebutkan nama Amr dan putranya, tetapi sebagai negara pengekor Kekaisaran Romawi, bukan Persia, sedangkan Prasasti Paikuli menunjukkan bahwa Amr adalah pengikut raja Sasaniyah bernama Narseh (m. 293–302). Penjelasan dari banyak sejarawan mengemukakan bahwa putra Amr suatu waktu pernah membelot ke Romawi.[1][6]

Maniisme

Amr adalah pemuka agama Maniisme yang paling menonjol,[7] karena dia memberikan perlindungan kepada agama itu dan berhasil meyakinkan Narseh untuk mengakhiri penganiayaan terhadap pengikut Maniisme. Namun, penganiayaan terhadap pengikut tersebut kembali dilanjutkan oleh Persia setelah kematian Narseh, tetapi kerajaan Lakhmid tetap melanjutkan dukungan terhadap Maniisme.[8]

Catatan

  1. ↑ Sumber-sumber Arab mengaitkan jatuhnya Zenobia dengan Amr, dan sama sekali mengabaikan perang bersejarah antara Zenobia melawan kaisar Romawi bernama Aurelianus.[2][4]

Referensi

Catatan kaki

  1. 1 2 3 4 5 Turner 2010.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 Pellat 1960, hlm. 450.
  3. ↑ Shahîd 1985, hlm. 36.
  4. ↑ Shahîd 1985, hlm. 36 (note 21).
  5. ↑ Shahîd 1985, hlm. 374.
  6. ↑ Shahîd 1985, hlm. 374, 375.
  7. ↑ 4.^ H. H. Schaeder, “Rezension von Schmidt und Polotsky, Ein Mani-Fund” (Gn. 9, Berlin, 1933, 344-45).
  8. ↑ 6.^ R. E. Emmerick, Werner Sundermann, Peter Zieme, “Studia Manichaica” p.309

Daftar pustaka

Didahului oleh:
Jadhima al-Abrash
sebagai Raja Tanukh
Raja Lakhmid
akhir abad ke-3 Masehi
Diteruskan oleh:
Imru al-Qays bin Amr
Raja dan pemimpin Lakhmid Al-Hirah (kira-kira 300–602 Masehi)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan