Minggu, 04 Oktober 2026
12:55 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Ampallang

Ampallang

tindik kelamin pria

Bagikan:
250px-Ampallang_Piercing_%28RDW_2007%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ampallang.

Ampallang adalah salah satu jenis tindik kelamin pria yang menembus kepala penis secara horizontal.[1] Tindik ini termasuk rumit dan prosesnya sangat menyakitkan. Proses penyembuhan bisa memakan waktu 4–6 bulan, atau bahkan setahun. Ketika pulih sepenuhnya, sering kali tindik tersebut memberikan rangsangan bagi pemakainya karena stimulus pada jaringan kepala penis.[2]

Sejarah

Praktik menindik kelamin seperti ampallang telah ada sebelum kedatangan bangsa Eropa ke kawasan Asia Tenggara, contohnya di Filipina[3]: 57–58  dan Kalimantan (suku Dayak). Thomas Cavendish mengeklaim bahwa di Filipina, praktik tersebut diciptakan oleh para wanita untuk mencegah sodomi.[3]: 58 

Dalam kebudayaan Barat, ampallang menjadi populer seiring dengan berbagai jenis tindik kelamin yang dilakukan di kalangan komunitas BDSM gay, sebelum berkembangnya bisnis tindik tubuh pada tahun 1980-an dan 1990-an. Tindik ini dikaitkan erat dengan gerakan modern primitive tetapi anatomi dan penggunaan anting pada ampallang zaman dulu berbeda dengan ampallang masa kini. Desain anting ampallang tradisional semata-mata berupa jarum yang disematkan dengan manik dari kayu pada ujung penis.[4]

Galeri

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ John Baxter (2009). Carnal Knowledge: Baxter's Concise Encyclopedia of Modern Sex. HarperCollins. hlm. 10. ISBN 978-0-06-087434-6.
  2. ↑ "UCSB SexInfoOnline - Body Piercing". Diarsipkan dari asli tanggal 2010-06-18. Diakses tanggal 2009-05-13.
  3. 1 2 Antonio Pigafetta; Theodore J. Cachey (1995), The first voyage around the world (1519-1522): an account of Magellan's expedition, Marsilio Publishers, ISBN 978-1-56886-005-3
  4. ↑ "Borneo Artifact - Giant PENIS PALANG Male PIERCING". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-12-22. Diakses tanggal 2023-01-07.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik seks ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan