Sabtu, 03 Oktober 2026
11:10 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Wresah

Wresah

Bagikan:
Wresah
250px-Amom_dealbat_100122-0530_gmalg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buah wresah (Amomum dealbatum) yang muda
dari Gunung Malang, Cikidang, Sukabumi
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Monokotil
Klad: Commelinidae
Ordo: Zingiberales
Famili: Zingiberaceae
Genus: Amomum
Spesies:
A. dealbatum
Nama binomial
Amomum dealbatum
Sinonim
  • A. maximum Roxb. sensu Backer & Ochse
  • Cardamomum dealbatum O. Kuntze (1891)
Untuk nama-nama tempat dan arti yang lain, lihat Wresah (disambiguasi).

Wresah atau hanggasa (Amomum dealbatum) adalah sejenis tumbuhan aromatis anggota suku jahe-jahean (Zingiberaceae). Buahnya yang manis agak masam dan berbau harum khas biasa dimakan dalam keadaan segar; buah mudanya dimakan setelah direbus. Tanaman asli Indonesia ini dikenal dengan nama-nama wresah, wersah atau resah (Jw.); resak (Mly.); hanggasa, hangasa, ranggasa (Sd.); dan langkasa (Kangean); "renggak" (lombok) ([2]. Buahnya dikenal juga sebagai Java cardamom (Ingg.).

Pengenalan

250px-Amom_dealbat_100122-0510_gmalg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tandan buah muncul dekat pangkal batang

Merupakan terna tahunan yang subur, bisa tumbuh hingga 3 m. Daun bentuk jorong atau jorong lonjong, 30–90 × 10–20 cm, sisi atasnya gundul, sisi bawahnya berbulu halus putih seperti beledu.[3]

Bunga majemuk tersusun dalam tandan hampir bulat, diameter lk. 5 cm, muncul dari rimpang dekat pangkal batang semu. Tabung mahkota sedikit lebih panjang dari kelopak, putih bentuk jorong. Labellum[4] putih, dengan warna kuning di tengahnya dan coret kemerahan di pangkalnya, bentuk bundar telur, sekitar 3,5 cm panjangnya. Buah kotak berwarna hijau sampai keunguan, bulat telur, 2,5–3 × 1,8–2,4, bersudut 9 (7–13), berbulu halus.[3] Biji kecil-kecil, coklat kehitaman, hampir seluruhnya terbungkus dalam salut biji berdaging putih kelabu, banyak mengandung sari buah.[5]

Kegunaan

250px-Amom_dealbat_100122-0531_gmalg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buah muda dibelah, memperlihatkan biji dan arilus

Buahnya terutama dimakan dalam keadaan segar, disukai karena salut bijinya yang mengandung banyak sari buah yang manis dan (kadang-kadang) agak masam rasanya. Umbut dan pucuk yang muda, perbungaan yang muda, serta buah muda sering direbus, sebagai sayuran atau dimakan dengan sambal.[5]

Produk dari India diperdagangkan sebagai kapulaga pengganti, setidaknya pada masa lalu.[6] Di Cina digunakan sebagai ramuan obat tradisional.[3]

Ekologi dan penyebaran

250px-Amom_dealbat_100122-0514_gmalg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rumpun wresah

Hidup liar dan terpencar-pencar di hutan atau kebun talun, terutama pada tanah lembap yang kaya akan humus. Tumbuhan ini dapat diperbanyak dengan ujung rimpang yang berakar, meski jarang orang yang sengaja menanamnya.

Menyebar mulai dari India di sebelah barat, Nepal, Bangladesh, Yunnan, Thailand dan Indonesia (Jawa).

Catatan kaki

  1. ↑ Roxburgh, W. 1820. Flora Indica, or, Descriptions of Indian plants 1:42. (Ed. 2, edited by W. Carey) 1:43. Serampore :Printed for W. Thacker, 1832.
  2. ↑ Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia, jil. 1. Terj. Yayasan Sarana Wana Jaya, Jakarta. Hal. 583
  3. 1 2 3 Flora of China: Amomum maximum Roxburgh
  4. ↑ bibir, yakni staminodia yang membesar, melebar, dan berwarna-warni
  5. 1 2 Verheij, E.W.M. dan R.E. Coronel (eds.). 1997. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2: Buah-buahan yang dapat dimakan. PROSEA – Gramedia. Jakarta. ISBN 979-511-672-2 Hal. 407
  6. ↑ Pereira, J. 1853. Amomum maximum Roxburgh —The Great-winged Amomum, petikan dari The Elements of Materia Medica and Therapeutics, Vol. II, 3th American ed.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Amomum dealbatum.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan