Senin, 19 Oktober 2026
00:57 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Aming Prayitno

seniman dan pelukis asal Surakarta, Indonesia

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Agustus 2017)
Aming Prayitno
Lahir(1943-06-03)3 Juni 1943
Meninggal24 Januari 2023(2023-01-24) (umur 79)
Tempat pemakaman
Taman Makam Seniman dan Budayawan Giri Sapto
AlmamaterSekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia ASRI
Pekerjaan
  • Pelukis
  • dosen
Dikenal karenaPembuat logo Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI)
GerakanGerakan Seni Rupa Baru Indonesia

Aming Prayitno (3 Juni 1943 – 24 Januari 2023) adalah salah satu seniman dan pelukis asal Surakarta[1] lulusan kampus Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia ASRI Yogyakarta.[2] Aming mengawali kariernya pada lahir pada tahun 1970 yaitu saat terjadi perubahan dan perkembangan seni rupa secara pesat di Yogyakarta dan Indonesia pada umumnya.[2] Era tahun 1970-an adalah mulainya Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia yang dipicu oleh keresahan estetika beberapa mahasiswa Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia ASRI di Yogyakarta dan Jurusan Seni Rupa Institut Teknologi Bandung.[2]

Aming disejajarkan namanya dengan seniman seni rupa yang sangat populer antar lain dengan Nyoman Gunarsa, Djoko Pekik, H. Widaayat, Nasirun, G. Sidarta, Soewandi, Edi Sunarso (pematung), Kusnanadi, dan Godod Sutejo.[2] Dia merupakan seniman yang mempunyai reputasi kuat dalam dunia profesional dan sejarah seni rupa Indonesia. Beberapa penghargaan yang pernah diraihnya yaitu penghargaan seni lukis terbaik Raden Saleh Prize pada tahun 1972 dan Seni Lukis Terbaik Biennale Seni Lukis Indonesia IV di Jakarta tahun 1980.[2]

Salah satu desain yang hingga kini digunakan oleh bangsa ini adalah desain logo Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), karyanya dipilih oleh Departemen Dalam Negeri RI di antaranya karya Mujitha, Suharto P.R., serta seniman lainnya dari Bandung dan Jakarta. Akan tetapi ada hal yang kurang etis dari hasil karya Aming Prayitno tersebut yang merupakan PNS-Dosen di STSRI "ASRI" Yogyakarta, setelah karyanya batikkan oleh Departemen dalam Negeri RI melalui pakaian wajib sehari-hari ia tidak mendapat peran apapun, bahkan sebagai pencipta desain logo KORPRI ia tidak mendapatkan pemberitahuan maupun hak kekayaan intelektual atas desainnya.[2]

Aming Prayitno salah satu pelukis yang paling sering di undang oleh Dewan Kesenian Jakarta dan ia juga merupakan salah satu dewan Juri Biennale Seni Lukis Yogyakarta yang disandingkan dengan nama-nama top dalam dunia seni lukis lainnya seperti Fadir Amri Yahya, Dullah, dan Soedarso. Aming berusaha menyampaikan melalui lukisannya bahwa ia ingin menggambarkan betapa tergantungnya manusia terhadap lingkungan. Oleh karena itu, karyanya mengandung segala bentuk atau corak kehidupan serta merupakan kesatuan lewat goresan dan tekstur dengan tema sentral manusia.

Ia meninggal dunia pada 24 Januari 2023 pada usia 79 tahun di Rumah Sakit Umum Daerah Sleman.[3] Ia dimakamkan di Kompleks Makam Seniman Imogiri.

Referensi

  1. ↑ Dewan Kesenian Jakarta (Desember 1980). 1980 Pameran Besar Seni Lukis Indonesia 4 (PDF). Dewan Kesenian Jakarta.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 Dahlan, Muhammad (2012). Almanak Seni Rupa Indonesia. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. hlm. 580. ISBN 9789791436298.
  3. ↑ "Pelukis Senior Aming Prayitno Berpulang". Koran Bernas. 25 Januari 2023. Diakses tanggal 6 Agustus 2025.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan