Minggu, 08 November 2026
02:23 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Amik

Amik

Bagikan:
250px-Amict.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sehelai amik

Amik (bahasa Belanda:Amict) adalah vestimentum yang digunakan dalam ibadat Gereja Katolik Roma, Gereja Katolik Armenia, gereja Katolik Nasional Polandia, gereja Lutheran, dan sejumlah gereja Anglikan.

Uraian

Amik berwujud sehelai kain putih dengan tali mirip pita pada dua ujungnya. Amik dipakai menutupi pundak imam, dan dikencangkan dengan bantuan tali-talinya. Sebelum reformasi liturgi tahun 1972, amik wajib dikenakan setiap kali imam merayakan misa, tetapi sekarang ini hanya diwajibkan jika alba tidak seluruhnya menutupi pakaian sehari-hari imam. Banyak imam yang memutuskan untuk senantiasa mengenakan amik bilamana merayakan misa, baik demi melestarikan tradisi maupun untuk mencegah keringat merusak vestimentum lain.

Tarekat-tarekat fakir, seperti tarekat Dominikan dan tarekat Fransiskan, serta sejumlah tarekat lain yang habitnya bertudung, sering kali mengenakan amik dengan tudung dalam keadaan terpasang di kepala. Setelah disampirkan menutupi pundak, tali-talinya ditarik menyilang dada, disilangkan di punggung, lantas diikat ujung-ujungnya di atas perut. Setelah alba dikenakan, barulah tudung habit dilepas dari kepala.

Dalam beberapa tata ibadat Abad Pertengahan, misalnya ritus Sarum, amik memiliki pita tebal dan lebar yang terbuat dari brokat atau bahan hiasan lain, sehingga tampak seperti kerah tinggi. Amik semacam ini disebut amik berhiasan. Kendati sudah tidak dipakai lagi di Roma sejak sekitar akhir abad ke-15, amik jenis ini masih dipakai di tempat-tempat lain di Eropa. Pada tahun 1907, pemakaian amik berhiasan tidak lagi dibenarkan dalam Gereja Katolik, tetapi masih dipakai oleh komunitas-komunitas Anglikan dan Gereja Swedia.[1][2]

Pemakaian amik mirip kerah lebar ini menyebar sampai ke Gereja Armenia, dan sampai sekarang masih menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kelengkapan vestimentum imam Ortodoks Armenia.

Bilamana mengenakan amik, imam mula-mula menyampirkannya pada kepala laksana tudung, kemudian dilingsirkan ke pundak, dan menarik tali-talinya menyilang dada. Sambil melakukan gerakan-gerakan ini, ia mengucapkan doa singkat sebagai berikut:

Impone, Domine, capiti meo galeam salutis, ad expugnandos diabolicos incursus
(Pasanglah, ya Tuhan, pada kepalaku, ketopong keselamatan, supaya aku berdaya mematahkan serangan iblis)

Rujukan

  1. ↑ "Prästens skrud". SvenskaKyrkan.se. Diakses tanggal 14 Januari 2018.
  2. ↑ "Vad kallas det vita präster har runt halsen?". BibblanSvarar.se. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-11-18. Diakses tanggal 14 Januari 2018.

Bacaan lebih lanjut

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Amice.
Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Amice" . Encyclopædia Britannica. Vol. 1 (Edisi ke-11). New York: Encyclopædia Britannica.
Thurston, Herbert (1907). "Amice" . Dalam Herbermann, Charles G.; Pace, Edward A.; Pallen, Condé B.; Shahan, Thomas J.; Wynne, John J. (ed.). Catholic Encyclopedia. Vol. 1. New York: The Encyclopedia Press (dipublikasikan 1913). hlm. 428–429.
Liturgi dalam Gereja Katolik
Upacara liturgi
Peralatan liturgi
Buku liturgi
Busana
Ritus
Gereja Latin
Terkini
Ordo
Dahulu
Katolik
Timur
Lihat pula: Misa
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan