Minggu, 11 Oktober 2026
00:49 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Ambuchanania

Ambuchanania

Bagikan:
Ambuchanania
250px-Ambuchanania_leucobryoides_.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Divisi: Bryophyta
Kelas: Sphagnopsida
Subkelas: Sphagnidae
Ordo: Sphagnales
Famili: Ambuchananiaceae
Genus: Ambuchanania
Seppelt & H.A.Crum[2]
Spesies:
A. leucobryoides
Nama binomial
Ambuchanania leucobryoides
(Yamaguchi, Seppelt & Iwatsuki)[3] Seppelt & H.A.Crum[2]
Sinonim

Sphagnum leucobryoides T.Yamag., Seppelt & Z.Iwats.

Ambuchanania leucobryoides adalah satu-satunya spesies dalam genus monotipik Ambuchanania. Ini merupakan lumut yang menyerupai Sphagnum yang endemik di Tasmania. Awalnya dideskripsikan sebagai spesies dari Sphagnum, lumut ini sekarang menjadi genus terpisah yang dinamai menurut nama pengoleksi aslinya, Alex M. Buchanan (lahir 1944), seorang botaniwan Australia dari Tasmanian Herbarium di Hobart (pertama kali dikoleksi pada tahun 1987).[4] A. leucobryoides berbeda dari famili Sphagnaceae karena memiliki anteridium yang memanjang. Spesies ini sepenuhnya terbatas di wilayah Kawasan Warisan Dunia Wilderness Tasmania, di mana ia tumbuh di atas pasir kuarsit Zaman Prakamrium yang terdeposit oleh aliran aluvial, dan di tepian lahan teki-tekian buttongrass (Gymnoschoenus sphaerocephalus). Spesies yang paling sering ditemukan berasosiasi dengan A. leucobryoides meliputi: Leptocarpus tenax, Chordifex hookeri, dan Actinotus suffocatus. Saat ini, A. leucobryoides terdaftar sebagai langka di bawah Tasmanian Threatened Species Protection Act 1995.

Deskripsi

330px-Ambuchanania_distinct_globose_sporangia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kapsul sporofit berbentuk bulat yang khas dari spesies lumut monotipik langka Ambuchanania leucobryoides

Tumbuhan dewasa berukuran kecil, berwarna cokelat pucat atau hijau keputihan saat kering. Batangnya memiliki panjang kurang lebih 2 cm, dan bercabang secara tidak teratur dan jarang. Daun pada batangnya berbentuk lanset lebar dengan panjang 3,6–4,3 mm. Kapsul spora berwarna kuning keputihan dan berbentuk bulat, terletak di atas seta (tangkai) yang panjangnya 1,2 cm.[5]

Referensi

Wikispecies logo
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Ambuchanania.
  1. ↑ Bryophyte Specialist Group 2000. Sphagnum leucobryoides. 2006 IUCN Red List of Threatened Species. Diunduh pada 23 Agustus 2007.
  2. 1 2 Crum, H.; Seppelt, R.D. (1999). "Sphagnum leucobryoides reconsidered". Contributions from the University of Michigan Herbarium. 22: 29–31.
  3. ↑ Yamaguchi, T.; Seppelt R.D.; Iwatsuki, Z.; Buchanan, A.M. (1990). "Sphagnum (sect. Buchanania) leucobryoides sect. et sp. nov. from Tasmania" (PDF). Journal of Bryology. 16: 45–54. doi:10.1179/jbr.1990.16.1.45.
  4. ↑ Burkhardt, Lotte (2022). Eine Enzyklopädie zu eponymischen Pflanzennamen [Ensiklopedia nama tumbuhan eponim] (pdf) (dalam bahasa Jerman). Berlin: Botanic Garden and Botanical Museum, Freie Universität Berlin. doi:10.3372/epolist2022. ISBN 978-3-946292-41-8. Diakses tanggal 27 Januari 2022.
  5. ↑ Seppelt, Rodney (2000). "The Sphagnopsida (Sphagnaceae; Ambuchaniaceae) in Australia". Hikobia.
  • Johnson, K.A., Whinam, J., Buchanan, A.M. & Balmer, J. (2008) Ecological observations and new locations of a rare moss, Ambuchanania leucobryoides (Ambuchananiaceae). Papers and Proceedings of the Royal Society of Tasmania. 142 (2): 79–84.
  • Shaw, A. Jonathan, 2000. Phylogeny of the Sphagnopsida Based on Chloroplast and Nuclear DNA Sequences , The Bryologist 103 (2): 277–306.
  • Shaw, A. Jonathan, Cymon J. Cox & Sandra B. Boles (2003) Polarity of peatmoss (Sphagnum) evolution: who says bryophytes have no roots? , American Journal of Botany 90: 1777–1787.


Ikon rintisan

Artikel bertopik Tumbuhan Australia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik lumut daun ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan