Senin, 28 September 2026
10:05 WIB
TERKINI
Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal
Flora Australia

Flora Australia

330px-Australian_bush02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hutan eukaliptus di Victoria. Flora pohon Australia didominasi oleh satu genus, Eucalyptus, dan beberapa jenis Myrtaceae lain.[1]

Flora Australia terdiri dari sekumpulan besar spesies tumbuhan yang diperkirakan mencapai lebih dari 20.000 tumbuhan berpembuluh dan 14.000 tumbuhan non-vaskular, 250.000 spesies jamur, serta lebih dari 3.000 spesies lumut. Flora tersebut memiliki keterkaitan yang kuat dengan flora Gondwana. Flora Australia di bawah tingkat famili memiliki jenis tumbuhan berbunga sangat endemik yang keanekaragamannya dibentuk oleh pengaruh pergeseran benua dan perubahan iklim sejak Zaman Kapur. Ciri-ciri utama dari flora Australia adalah adaptasi terhadap kekeringan dan kebakaran yang mencakup scleromorphy dan serotiny. Adaptasi ini umum terjadi pada spesies dari famili Proteaceae (Banksia), Myrtaceae (Eukaliptus dengan getahnya), dan Fabaceae (Akasia dengan pial).

Kedatangan manusia sekitar 50.000 tahun yang lalu[2][3] dan bermukimnya bangsa Eropa dari tahun 1788, memiliki dampak yang signifikan terhadap keanekaragaman flora Australia. Pertanian ladang berpindah dengan pembakaran hutan oleh suku Aborigin menyebabkan perubahan signifikan dalam distribusi spesies tumbuhan dari waktu ke waktu. Perubahan skala besar dan perusakan vegetasi untuk pertanian dan pembangunan perkotaan sejak tahun 1788 telah mengubah komposisi sebagian besar ekosistem darat, yang mengakibatkan punahnya 61 spesies tumbuhan dan mengancam lebih dari 1000 spesies lain.[4]

Di Australia, tutupan hutan mencakup sekitar 17% dari total luas daratan, setara dengan 134.005.100 hektare (ha) hutan pada tahun 2020, meningkat dari 133.882.200 hektare (ha) pada tahun 1990. Pada tahun 2020, hutan yang beregenerasi secara alami mencakup 131.614.800 hektare (ha) dan hutan tanaman mencakup 2.390.300 hektare (ha). Dari hutan yang beregenerasi secara alami tersebut, 0% dilaporkan sebagai hutan primer (yang terdiri dari spesies pohon asli tanpa indikasi aktivitas manusia yang terlihat jelas) dan sekitar 18% dari area hutan berada dalam kawasan lindung. Untuk tahun 2015, 67% area hutan dilaporkan berada di bawah kepemilikan publik, 32% kepemilikan pribadi, dan 1% dengan status kepemilikan lain atau tidak diketahui.[5][6]

Referensi

  1. ↑ Crisp, Michael D.; Burrows, Geoffrey E.; Cook, Lyn G.; Thornhill, Andrew H.; Bowman, David M. J. S. (Februari 2011). "Flammable biomes dominated by eucalypts originated at the Cretaceous–Palaeogene boundary". Nature Communications. 2: 193. doi:10.1038/ncomms1191. PMID 21326225.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Rasmussen, M; et al. (2011). "An Aboriginal Australian genome reveals separate human dispersals into Asia". Science. 334 (6052): 94–98. doi:10.1126/science.1211177. PMC 3991479. PMID 21940856.
  3. ↑ Josephine Flood (2004) Archaeology of the Dreamtime, J.B Publishing, Marleston p. 283 ISBN1-876622-50-4
  4. ↑ "History: Colonisation : Working with Indigenous Australians". www-workingwithindigenousaustralians-info.translate.goog. Diakses tanggal 2024-01-15.
  5. ↑ Terms and Definitions FRA 2025 Forest Resources Assessment, Working Paper 194. Food and Agriculture Organization of the United Nations. 2023.
  6. ↑ "Global Forest Resources Assessment 2020, Australia". Food Agriculture Organization of the United Nations.


40px-Australia_stub.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Australia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik Tumbuhan Australia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan