Sabtu, 26 September 2026
23:43 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Alfa Express

Alfa Express

perusahaan asal Indonesia

Alfa Express
250px-Alfa_Express_%282020%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
IndustrIToko swalayan
ProdukToko swalayan
PemilikAlfaCorp
250px-Alfa_express.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Logo lama Alfa Express
250px-Alfamart_Ancol_Jakarta.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gerai Alfa Express di Ancol, Jakarta Utara pada tahun 2016

Alfa Express (digayakan sebagai Alfa express) adalah jaringan toko swalayan di Indonesia. Gerai ini umumnya menjual berbagai produk makanan, minuman dan barang kebutuhan hidup lainnya.

Swalayan minimarket ini dirintis pertama kali di pertengahan 2005, oleh Djoko Susanto (yang juga merintis Alfamart dan Alfa Supermarket) bersama 5 rekannya. Alfa Express saat itu ada di bawah PT Kencana Distrindo dan awalnya diniatkan sebagai "kapal" baru bisnis ritel Djoko setelah pergantian kepemilikan di induk Alfamart (saat itu), HM Sampoerna. Diketahui pasca dibeli oleh Philip Morris International, hubungan Djoko dan HM Sampoerna merenggang, sehingga muncul kekhawatiran ia akan "didepak" dari posisi kepemimpinan di Alfamart, apalagi sahamnya hanya 30% di sana. Pada Januari 2006, Alfa Express sudah memiliki 65 gerai yang berlokasi di Jabodetabek,[1] dan dalam operasionalnya juga bekerjasama dengan Alfamart.[2] Belakangan, akhirnya Djoko juga bisa merengkuh saham Alfamart dari HM Sampoerna di tahun 2006.[3]

Setelah Djoko bisa menguasai Alfamart, Alfa Express cenderung kurang berkembang, dengan pada 2007 hanya memiliki 70 gerai.[1] Operasional Alfa Express lalu dialihkan ke PT Midi Utama Indonesia, pengelola Alfamidi dengan total pada 2013 mencapai 116 gerai, yang sudah meluas ke luar Jabodetabek seperti Bandung dan Jawa Timur.[4] Alfa Express kemudian diubah fokus bisnisnya sejak 2009 menjadi ke ritel yang berfokus ke makanan dan minuman.[5] Ketika Alfamart kemudian memperoleh lisensi dari Lawson untuk membuka waralabanya di Indonesia, swalayan yang saat itu didominasi warna jingga ini dirasa manajemen Alfamart tidak efisien dan tumpang tindih, sehingga gerainya sejak 2014 dipilih untuk ditutup untuk dikonversi ke gerai Alfamidi atau Lawson.[6][7] Gerai terakhir Alfa Express sendiri ditutup pada akhir 2015.[8]

Namun, dalam perkembangannya, merek Alfa Express kembali dihidupkan beberapa saat kemudian (diperkirakan 2015-2016), kali ini langsung di bawah Alfamart, dengan logo dan konsep baru seperti induknya dan bersaing dengan Indomaret Point, Circle K dan 7-Eleven. Alfa Express versi baru ini tidak berdiri sendiri, biasanya "menempel" pada pusat-pusat keramaian, seperti stasiun, gedung perkantoran, tempat istirahat, bandara, dan fasilitas publik lainnya sehingga harga produknya biasanya sedikit lebih mahal dibanding Alfamart biasa.[9] Pada 23 Januari 2020, Alfa Express resmi memperkenalkan format dan citra barunya di gerai yang berlokasi di Lippo Village, Tangerang yang menargetkan kelas premium dengan menjual makanan dan minuman cepat saji, seperti kopi panas dan donat.[10] Selain itu, dikabarkan Alfa Express akan mengikuti Alfamart membuka jaringan di Filipina.[11]

Lihat pula

Rujukan

Grosir
Hypermarket
Supermarket
Midimarket
Minimarket
Ikon rintisan

Artikel bertopik badan usaha atau perusahaan Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan