Kamis, 01 Oktober 2026
22:09 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti

Alex Kumara

tokoh pertelevisian Indonesia

Bagikan:
Alex Kumara
Lahir
Meninggal24 November 2016(2016-11-24) (umur 66)
Penyebab kematian
Gangguan fungsi limpa
Tempat peristirahatan terakhir
TPU Jeruk Purut, Jakarta
AlmamaterUniversitas Trisakti (S1 Teknik Elektro)
PekerjaanPraktisi pertelevisian
Masa aktif1970-2009
Dikenal karenaTokoh pertelevisian, pendiri RCTI, SCTV, Trans TV, tvOne dan RTV, direksi antv dan Kompas TV
Pasangan menikahLina Kumara
Anak2

Alex Kumara (21 September 1950 – 24 November 2016) adalah seorang tokoh industri pertelevisian Indonesia. Alex merupakan salah satu pria yang membidani kelahiran stasiun televisi swasta pertama di Indonesia, Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), yang saat itu dirintis oleh Grup Bimantara milik Bambang Trihatmodjo bersama Peter F. Gontha. Alex juga terlibat dalam proses pendirian sejumlah stasiun televisi lainnya seperti SCTV, Trans TV, dan tvOne.[1]

Kehidupan awal dan karier

Christian Alexander Kumara lahir di Jakarta pada 21 September 1950. Alex muda amat mahir mereparasi alat elektronik, ia dapat memperbaiki berbagai alat termasuk mixer rekaman dan juga alat alat rekaman pada saat itu. Dengan pendengaran dan referensi musik yang dimilikinya, Alex dipercaya menjadi sound engineer beberapa band besar antara lain GodBless, Badai Band dan juga Guruh Gipsy. Ia juga membidani berbagai rekaman album musisi dan band papan atas di era 70-an.

Alex menyelesaikan pendidikan S1 di Teknik Elektro Universitas Trisakti, Jakarta. Pada tahun 1980-an reputasinya sebagai teknisi dan sound engineer sudah terkenal di Jakarta.[2]

Alex juga merupakan salah satu orang yang berjasa di awal karier mendiang Chrisye.[3] Hal itu terungkap dalam sebuah memoar yang disusun oleh Alberthiene Endah, berjudul Chrisye: Sebuah Memoar Musikal. Dalam memoar tersebut, Chrisye sempat mengungkapkan bagaimana ia menggarap rekaman pada tahun 1975, dan mempertemukannya kembali dengan Alex.[4] Alex sendiri saat itu adalah pemilik Tri Angkasa Studio, saudaranya memiliki sebuah studio rekaman canggih dengan 16 track. Selain Alex, Chrisye juga dibantu oleh Dick Mahambang, Maman Aifin, dan Yongki Mamahit sebagai sound engineers.[5][6] Alex pula yang mencetuskan ide dalam pembuatan film biopik Chrisye pada tahun 2017.[7]

Debutnya di televisi dimulai dengan membidani kelahiran stasiun televisi swasta pertama di Indonesia, Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI). Ia menyiapkan kelahiran RCTI selama dua tahun, dengan merancang tim ahli. RCTI berdiri pada 21 Agustus 1987 di Jakarta dan dibangun di atas tanah seluas 10 hektar. Pada 13 November 1988, RCTI melakukan siaran percobaan pertama kali, selama 4 jam sehari. Pada 24 Agustus 1989 RCTI memulai siarannya secara komersial yang mencakup wilayah Jabodetabek. Pemirsa RCTI yang ingin menonton siaran televisi ini saat itu harus menggunakan dekoder dan berlangganan. Satu tahun kemudian, tepatnya tanggal 24 Agustus 1990, RCTI melakukan siaran terestrial ke seluruh Indonesia.[8]

Alex pula yang bersama timnya sukses membujuk musisi tenar David Foster bersedia menyanyi dan direkam di televisi. Momen berharga itu terjadi pada tahun 1993 ketika David Foster tengah berkunjung ke Indonesia. Hal ini merupakan sebuah pencapaian lantaran di negaranya sendiri di Amerika Serikat, David selalu menolak untuk tampil di televisi. David Foster pun akhirnya sukses tampil di RCTI pada tahun 1993 dengan iringan Twilite Orchestra yang dipimpin oleh Addie MS.[9]

Pada tahun 1994, Alex Kumara diangkat oleh Menteri Penerangan sebagai Ketua Festival Sinetron Indonesia (FSI), bersama dengan Ilham Bintang sebagai Kepala Humas FSI. Untuk mensukseskan acara tersebut, Alex bersama Ilham membuat program hiburan berdurasi setengah jam, yaitu Buletin Sinetron pada tahun yang sama. Acara informasi mengenai dunia sinetron tersebut ditayangkan sekali seminggu. Program tersebut dikerjakan bersama dengan Kasino yang pada saat itu memiliki rumah produksi. Sebagai pembawa acara ini adalah Shahnaz Haque dan Krisna Mukti.[2]

Alex juga turut membidani kelahiran sejumlah stasiun televisi swasta di Indonesia seperti SCTV, Trans TV dan tvOne, dan juga pernah menjadi direksi di beberapa stasiun televisi seperti SCTV,[10] antv,[11] Trans TV, tvOne[12] dan Kompas TV.[13]

Alex resmi berhenti aktif di industri pertelevisian nasional sejak 2009, setelah memutuskan pensiun. Namun, karena pengalaman dan keahliannya di industri pertelevisian, ajakan untuk terlibat di industri penyiaran masih kerap menyapa dirinya. Alex membidani lahirnya stasiun televisi B-Channel milik pengusaha Peter Sondakh dari grup Rajawali Corpora. Rajawali bahkan langsung meminta Alex menjadi Direktur Teknik B-Channel.[14]

Kehidupan pribadi

Alex Kumara memiliki seorang istri, Lina Kumara. Dari perkawinan tersebut, mereka dikaruniai dua anak, Arini Chrisanti Kumara (lahir tahun 1983) dan Adri Andika Kumara (lahir tahun 1993).[2]

Kematian

Alex Kumara menghembuskan napas terakhirnya pada 24 November 2016 pukul 09.22 WIB.[15] Jenazah Alex disemayamkan di rumah duka di bilangan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.[16] Alex dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, pada 25 November 2016 pagi.[17]

Penghargaan dan nominasi

Tahun Penghargaan Kategori Hasil
2017 Panasonic Gobel Awards Lifetime Achievement Award Penerima
Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia Pengabdian Seumur Hidup Penerima

Referensi

Catatan kaki
  1. ↑ Arifin, Choirul (24 November 2016). "Alex Kumara, Sosok Fenomenal yang Lahirkan Banyak Stasiun Televisi". Tribunnews.com. Diakses tanggal 27 November 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 Bintang, Ilham (28 November 2016). "Mengenang Alex Kumara, Bapak Pertelevisian Indonesia". detikcom. Diakses tanggal 30 November 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Riswinanti (24 November 2016). "Mengenang Pertemuan Dua Legenda, Chrisye dan Alex Kumara". Bintang.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-12-11. Diakses tanggal 27 November 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Endah 2007, hlm. 53.
  5. ↑ Endah 2007, hlm. 109-115.
  6. ↑ Endah 2010, hlm. 230.
  7. ↑ Johar, Altov (24 November 2016). "Alex Kumara, Pencetus Ide Film Chrisye Itu Telah Tiada". Bintang.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-12-11. Diakses tanggal 27 November 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Schwartz, Adam (1994). A Nation in Waiting: Indonesia in the 1990s. Crows Nest: Allen & Unwin. ISBN 1-86373-635-2.
  9. ↑ Junianto, Beno (24 November 2016). "Mengenang Alex Kumara, Bapak Pertelevisian Indonesia". VIVA.co.id. Diakses tanggal 30 November 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ "Alex Kumara Masuk Jajaran Direksi SCTV". Liputan6.com. 26 Februari 2003. Diakses tanggal 30 November 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ Rahayu, Eva Martha (13 September 2007). "Bisnis Media: Menuju Konvergensi dan Go International". Majalah SWA.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ "tvOne, Nama Baru Lativi". detikcom. 13 Februari 2008. Diakses tanggal 30 November 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ "Alex Kumara Tutup Usia". Kompas.com. 24 November 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-11-26. Diakses tanggal 30 November 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ Wardhani, Anita K (24 November 2016). Wardhani, Anita K (ed.). "Pelopor Perletevisian Swasta, Alex Kumara Berpulang". Tribunnews.com. Diakses tanggal 30 November 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. ↑ Purnama, Dara (24 November 2016). "Pelopor Televisi Swasta, Alex Kumara Meninggal Dunia". Okezone.com. Diakses tanggal 27 November 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. ↑ Hens, Henry (24 November 2016). "Mengenang Alex Kumara, Tokoh Pertelevisian Indonesia". Bintang.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-12-11. Diakses tanggal 27 November 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. ↑ Aldida, Vania Ika (24 November 2016). "Jenazah Alex Kumara Akan Dimakamkan Besok". Okezone.com. Diakses tanggal 27 November 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Bibliografi

Bacaan lebih lanjut

  • Armando, Ade (2011). "Televisi Swasta Berjaya". Televisi Jakarta di atas Indonesia: Kisah Kegagalan Sistem Televisi Berjaringan di Indonesia. Jakarta: Bentang Pustaka. ISBN 978-602-88-1135-4.
  • Philip, Kitley (2003). "Closing The Creativity Gap - Renting Intellectual Capital in The Name of Local Content". Dalam Keane, Michael; Moran, Albert (ed.). Television Across Asia: TV Industries, Programme Formats and Globalisation (dalam bahasa Inggris). London: Routledge. ISBN 978-113-43-9260-5.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan