Senin, 12 Oktober 2026
19:30 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Adaro Andalan Indonesia

perusahaan asal Indonesia

Bagikan:
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk
Nama sebelumnyaPT Alam Tri Abadi (2004-2024)
JenisPerseroan terbatas
BEI: AADI
IndustriPertambangan
Wilayah yang dilayani
Indonesia
Tokoh kunci
Julius Aslan[1]
(Direktur)
Budi Bowoleksono[2]
(Komisaris Utama)
Produk
LayananInvestasi
PendapatanPenurunan US$5,320 miliar (2024)[3]
Kenaikan US$1,481 miliar (2024)[3]
Kenaikan US$1,327 miliar (2024)[3]
Total asetPenurunan US$5,993 miliar (2024)[3]
Total ekuitasPenurunan US$3,363 miliar (2024)[3]
PemilikPT Adaro Strategic Investments (41%)
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (15,37%)
Garibaldi Thohir (5,78%)
Jumlah karyawan
Kenaikan 2.838 (2024)

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk adalah sebuah perusahaan pertambangan batu bara yang berkantor pusat di Jakarta.[3][4] Hingga akhir tahun 2024, perusahaan ini mengelola sejumlah tambang batu bara di Kalimantan Selatan serta masing-masing satu tambang batu bara di Sumatera Selatan dan Australia.

Sejarah

Perusahaan ini didirikan oleh PT Padang Karunia pada bulan Desember 2004 dengan nama PT Alam Tri Abadi. Pada tahun 2005, perusahaan ini resmi mengakuisisi PT Adaro Indonesia. Pada tahun 2009, perusahaan ini mengakuisisi PT Adaro Logistics yang memiliki PT Maritim Barito Perkasa. Pada bulan Mei 2010, perusahaan ini mengakuisisi 25% saham proyek IndoMet Coal dari BHP Billiton yang meliputi PT Maruwai Coal, PT Juloi Coal, PT Kalteng Coal, PT Sumber Barito Coal, PT Lahai Coal, PT Ratah Coal, dan PT Pari Coal.[5]

Pada tahun 2011, perusahaan ini mengakuisisi 75% saham PT Mustika Indah Permai yang memiliki tambang batu bara di Sumatera Selatan dengan harga US$222,5 juta.[6] Pada tahun 2012, perusahaan ini mendirikan PT Sarana Rekreasi Mandiri yang kemudian diubah namanya menjadi PT Adaro Tirta Mandiri untuk berbisnis di bidang penyediaan air minum. Pada bulan Oktober 2016, perusahaan ini meningkatkan kepemilikan sahamnya di proyek IndoMet Coal menjadi 100%.[7]

Pada tahun 2017, anak usaha dari perusahaan ini, Arindo Mauritius, resmi melantai di Bursa Efek Mauritius. Pada tahun 2022, perusahaan ini mendirikan PT Kaltara Power Indonesia untuk mengembangkan sebuah PLTU berkapasitas 1.060 MW di Kalimantan Utara. Pada bulan Juli 2024, perusahaan ini mengubah namanya menjadi seperti sekarang.[3][4] Pada bulan Desember 2024, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia.[8]

Anak usaha

Hingga akhir tahun 2024, perusahaan ini memiliki 15 anak usaha, yakni:

Referensi

  1. ↑ "Dewan Direksi". PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. Diakses tanggal 29 Maret 2026.
  2. ↑ "Dewan Komisaris". PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. Diakses tanggal 29 Maret 2026.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 "Laporan Tahunan 2024" (PDF). PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. Diakses tanggal 29 Maret 2026.
  4. 1 2 "Sekilas Perusahaan". PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. Diakses tanggal 29 Maret 2026.
  5. ↑ "Pemerintah Restui Adaro Ambil Alih 25% Saham Maruwai". detikcom. 31 Mei 2010. Diakses tanggal 29 Maret 2026.
  6. ↑ Perwitasari, Anna Suci (23 Agustus 2011). "ADRO akuisisi 75% saham perusahaan tambang batubara di Sumsel". Kontan. Diakses tanggal 29 Maret 2026.
  7. ↑ Kunjana, Gora (17 Oktober 2016). "Adaro Tuntaskan Akuisisi IndoMet Coal". Investor Daily. Diakses tanggal 29 Maret 2026.
  8. ↑ Hidayat, Andi (5 Desember 2024). "Perdana Melantai di BEI, Saham Adaro Andalan Langsung Melesat 19,82%". detikcom. Diakses tanggal 29 Maret 2026.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan