|
| |||
| Informasi pribadi | |||
|---|---|---|---|
| Nama lengkap | Al-Saadi Muammar Muhammad Abu Minyar al-Gaddafi | ||
| Tanggal lahir | 25 Mei 1973 (umur 53) | ||
| Tempat lahir | Tripoli, Libya | ||
| Tinggi | 1,84 m (6 ft 1⁄2 in) | ||
| Posisi bermain | Penyerang | ||
| Karier senior* | |||
| Tahun | Tim | Tampil | (Gol) |
| 2000–2001 | Al-Ahly Tripoli | 24+ | (3+) |
| 2001–2003 | Al-Ittihad Tripoli | 74 | (25) |
| 2003–2004 | Perugia | 1 | (0) |
| 2005–2006 | Udinese | 1 | (0) |
| 2006–2007 | Sampdoria | 0 | (0) |
| Total | 100 | (28) | |
| Tim nasional | |||
| 2001–2003 | Libya | 3 | (0) |
| * Penampilan dan gol pada klub senior hanya dihitung dari liga domestik | |||
Al-Saadi Muammar Muhammad Abu Minyar al-Gaddafi (bahasa Arab: الساعدي معمر محمد أبو منيار القذافي; lahir 25 Mei 1973) adalah seorang pengusaha dan mantan pemain sepak bola profesional asal Libya. Dia merupakan putra ketiga dari mantan Perdana Menteri Libya, Muammar Gaddafi.
Pada 2011, Gaddafi menjadi komandan Pasukan Khusus Libya dan turut berpartisipasi dalam Perang Saudara Libya.[1] Interpol kemudian mengeluarkan pemberitahuan pencarian terhadap Gaddafi.[2] Pada Maret 2014, dia ditangkap di Niger dan diekstradisi ke Libya.[3] Di sana, dia menghadapi dakwaan pembunuhan, tetapi kemudian dibebaskan dari dakwaan tersebut pada 2018.[4] Pada Agustus 2015, sebuah video yang diduga memperlihatkan dirinya sedang disiksa beredar.[5]
Gaddafi menjadi salah satu tokoh utama dalam skandal SNC-Lavalin di Kanada. Pada 2019, SNC-Lavalin, perusahaan teknik terbesar di Kanada, mengaku bersalah karena membayar suap sebesar $28 juta kepada Saadi untuk mendapatkan kontrak pembangunan di Libya.[6][7] SNC-Lavalin juga diduga mengeluarkan lebih dari $2 juta untuk kunjungan Saadi ke Kanada pada 2008. Pengeluaran tersebut mencakup pengawal pribadi, layanan pendamping, pembayaran $10.000 kepada sebuah layanan escort di Vancouver, kunjungan ke klub tari telanjang di Montreal, serta tiket tempat duduk VIP untuk konser Spice Girls di Air Canada Centre, Toronto.[8]
Gaddafi dibebaskan pada September 2021 dan kemudian meninggalkan Libya menuju Turki.[9]
Karier sepak bola
Klub
Gaddafi dikenal karena keterlibatannya dalam sepak bola Libya yang diatur sedemikian rupa untuk menguntungkannya. Salah satu aturan melarang penyebutan nama pemain mana pun, kecuali Gaddafi. Nama pemain lain hanya digantikan dengan nomor. Para wasit juga disebut memberikan perlakuan menguntungkan kepada klub Gaddafi, sementara pasukan keamanan digunakan untuk membungkam aksi protes.[10][11]
Gaddafi bermain untuk Al-Ahly Tripoli antara 1997 dan 2000, kemudian memperkuat Al-Ittihad Tripoli dari 2001 hingga 2003.[12]
Pada 6 Juni 2000, BBC melaporkan bahwa Gaddafi telah menandatangani kontrak dengan juara bertahan Liga Utama Malta, Bikirkara, dan akan bermain untuk mereka di Liga Champions UEFA.[13] Namun, kepindahan tersebut akhirnya tidak terealisasi.
Pada 2003, Gaddafi bergabung dengan klub Serie A, Perugia. Dia menunjuk Diego Maradona sebagai konsultan teknis dan sprinter asal Kanada, Ben Johnson, sebagai pelatih pribadinya.[14] Dia hanya mencatatkan satu penampilan di liga untuk Perugia, yaitu saat menghadapi Juventus pada Mei 2004, sebelum gagal dalam tes doping karena ditemukan zat terlarang nandrolona dalam tubuhnya.[15] Sebuah artikel di la Repubblica menyindir kemampuannya dengan mengatakan bahwa “bahkan jika kecepatannya dua kali lipat dari sekarang, dia tetap akan dua kali lebih lambat dari kata lambat itu sendiri.”[16]
Gaddafi kemudian bergabung dengan Udinese pada musim 2005–06 yang saat itu berkompetisi di Liga Champions UEFA. Dia hanya tampil selama 10 menit dalam pertandingan liga terakhir musim tersebut melawan Cagliari.[17] Pada musim 2006–07, Gaddafi bergabung dengan Sampdoria, tetapi tidak pernah tampil dalam satu pertandingan pun.[12]
Internasional
Gaddafi pernah menjadi kapten tim nasional Libya dan presiden Federasi Sepak Bola Libya.[18] Dia melakukan debut bersama tim nasional Libya pada 28 Januari 2001 dalam kekalahan 1–3 dari Angola pada Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2002. Setelah itu, dia hanya tampil dalam dua pertandingan lainnya untuk Libya.[12]
Aktivitas bisnis
Pada tahun 2006, Gaddafi dan pemerintah Jamahiriya meluncurkan sebuah proyek untuk membangun kota semiotonom yang menyerupai Hong Kong di Libya, membentang sepanjang 40 km di antara Tripoli dan perbatasan Tunisia. Kota baru yang diusulkan tersebut akan menjadi pusat teknologi tinggi, perbankan, medis, dan pendidikan yang tidak mewajibkan visa untuk memasukinya. Kota itu juga akan memiliki bandara internasional sendiri serta pelabuhan laut utama.[19] Gaddafi menjanjikan toleransi beragama dengan keberadaan “sinagoge dan gereja”, serta tidak adanya diskriminasi di metropolis baru tersebut. Kota itu akan menerapkan hukum bisnis “bergaya Barat” yang menurut Gaddafi akan membuat perusahaan-perusahaan Eropa dan Amerika merasa diterima dan terbiasa dengan sistem yang berlaku.[19]
Gaddafi juga dikenal sangat menaruh perhatian terhadap urusan berbagai kepentingan bisnis lainnya di Libya, seperti Tamoil, perusahaan penyulingan dan pemasaran minyak yang dimiliki oleh pemerintah Libya sebelum rezim tersebut digulingkan.[19]
Pada Juli 2010, Gaddafi diperintahkan oleh pengadilan Italia untuk membayar €392.000 kepada sebuah hotel mewah di Liguria atas tagihan yang belum dibayar dari masa tinggal selama satu bulan pada musim panas 2007.[20]
Kehidupan pribadi
Saadi adalah putra kedua Muammar Gaddafi dari istri keduanya, Safia Farkash. Dia memiliki enam saudara kandung biologis, satu saudara tiri, dan dua saudara angkat.[21]
Gaddafi menikah dengan putri al-Khweildi al-Hmeidi, seorang komandan militer Libya yang terlibat dalam kudeta Libya 1969 yang membawa Muammar Gaddafi ke tampuk kekuasaan.[22][23]
Pada 2009, sebuah kabel diplomatik Amerika Serikat menyebut Gaddafi sebagai “anak domba hitam” dalam keluarga Muammar Gaddafi. Kabel tersebut menyebut adanya perselisihan dengan polisi Eropa, “penyalahgunaan narkoba dan alkohol, pesta-pesta secara berlebihan”, serta “hubungan yang bebas dengan perempuan dan laki-laki”.[24] Kabel tersebut menyatakan bahwa biseksualitas Gaddafi turut menjadi salah satu alasan di balik pengaturan pernikahannya dengan putri sang komandan. Saadi diketahui menjalin hubungan dengan seorang warga negara Bulgaria bernama Dafinka Mircheva.[23]
Setelah Pertempuran Tripoli pada 2011, mantan rekan setim Saadi di Al Ahly Tripoli sekaligus teman dekatnya, Reda Al Tawarghi, menuduh bahwa Saadi telah memenjarakannya selama dua setengah tahun karena menolak “rayuan homoseksual” yang dilakukannya.[25][26]
2011 sampai sekarang
Perang Saudara Libya
Pada 27 Februari 2011, Saadi diwawancarai oleh Christiane Amanpour dalam program ABC News. Dalam wawancara tersebut, dia memperingatkan bahwa perang saudara sudah di ambang terjadi dan bahwa jika ayahnya meninggalkan Libya, kekosongan kekuasaan hanya akan menimbulkan kekacauan yang lebih besar.[27][28] Dia juga menyatakan bahwa dirinya sedang mencari pengacara untuk melawan larangan bepergian yang dijatuhkan terhadapnya berdasarkan Resolusi 1970 Dewan Keamanan PBB.[29]
Pada 15 Maret 2011, muncul laporan yang belum terkonfirmasi bahwa seorang pilot bernama Muhammad Mokhtar Osman telah menerbangkan pesawat jetnya ke kompleks Bab al-Azizia di Tripoli, yang merupakan basis pertahanan Gaddafi, dan menyebabkan kerusakan serta melukai Gaddafi dan saudaranya, Khamis.
Dalam wawancara dengan BBC Panorama, seorang mantan tentara Jamahiriya mengklaim bahwa Gaddafi secara pribadi memerintahkan pasukan untuk menembaki para demonstran yang tidak bersenjata di Benghazi ketika dia mengunjungi barak militer di kota tersebut pada awal pemberontakan. Gaddafi mengakui bahwa dirinya memang berada di barak tersebut, tetapi membantah telah memberikan perintah untuk menembaki para demonstran.[30]
Gaddafi dilaporkan menjadi tokoh utama di balik perubahan taktik tempur pasukan pemerintah. Alih-alih menggunakan pasukan infanteri dalam jumlah besar, tank, dan kendaraan lapis baja—yang dapat dengan mudah dibedakan dari Tentara Pembebasan Libya dan kemudian dihancurkan oleh pesawat tempur sekutu—pertempuran melawan para pemberontak dilakukan dengan menggunakan unit-unit kecil yang cepat dan fleksibel.[31]
Para pemberontak mengklaim telah menangkapnya dalam Pertempuran Tripoli pada 21 Agustus 2011, tetapi kemudian klaim tersebut terbukti tidak benar.
Pada 24 Agustus 2011, Gaddafi menghubungi CNN dan menyatakan bahwa dia memiliki kewenangan untuk bernegosiasi atas nama pasukan yang tetap loyal kepada pemerintah. Dia juga menyatakan keinginannya untuk membahas gencatan senjata dengan pihak berwenang Amerika Serikat dan NATO.[32] Seminggu kemudian, dia menghubungi Al Arabiya dan menyatakan bahwa ayahnya siap mengundurkan diri serta menyerukan dialog dengan Dewan Peralihan Nasional.[33]
Pada 5 September 2011, Gaddafi mengatakan dalam wawancara dengan CNN bahwa pidato “agresif” yang disampaikan saudaranya, Saif al-Islam, telah menyebabkan gagalnya perundingan antara pasukan Dewan Peralihan Nasional (NTC) dan para pendukung setia Gaddafi di Bani Walid. Dia juga mengatakan bahwa dirinya belum bertemu dengan ayahnya selama dua bulan. Gaddafi turut menyatakan posisi netral dalam konflik tersebut dan menawarkan diri untuk menjadi mediator.[34]
Kabur ke Niger
Pada 11 September 2011, Gaddafi melarikan diri ke Niger dengan bantuan pengawal pribadinya yang berkewarganegaraan Australia, Gary Peters, dan diizinkan masuk ke negara tersebut atas dasar kemanusiaan.[35][36][37] Menurut pemerintah Niger, mereka berencana menahan Gaddafi sambil menentukan tindakan yang akan diambil terhadapnya.[38] Peters juga berupaya membentuk sebuah tim untuk menyelundupkan Gaddafi ke Barbados atau Venezuela.[39][40]
Pada 29 September 2011, Interpol menerbitkan red notice terhadap Gaddafi. Perdana Menteri Niger, Brigi Rafini, mengatakan bahwa dia tidak akan mengizinkan Gaddafi diekstradisi.[24]
Pada 11 November 2011, Presiden Niger Mahamadou Issoufou mengatakan bahwa pemerintahnya telah memutuskan untuk memberikan suaka kepada Gaddafi “atas dasar kemanusiaan”.[41]
Pada 7 Desember 2011, Menteri Dalam Negeri Meksiko mengatakan bahwa agen-agen intelijen Meksiko telah membongkar jaringan penyelundupan yang berupaya membawa Gaddafi ke Meksiko dengan menggunakan nama palsu.[42]
Pada 10 Februari 2012, Gaddafi menghubungi stasiun televisi Al Arabiya melalui sambungan telepon. Dia mengklaim bahwa dari tempat persembunyiannya di Niger, dia masih berhubungan dengan berbagai suku Libya, kelompok milisi, NTC, tentara nasional, serta anggota keluarga Gaddafi lainnya. Dia juga mengklaim bahwa pemberontakan besar-besaran yang dilakukan para pendukung Gaddafi akan segera terjadi, bahwa NTC tidak sah, dan bahwa dia siap kembali ke Libya “kapan saja”.[43]
Pada 3 Juli 2012, The Washington Post melaporkan bahwa Gaddafi dan rombongannya secara rutin makan di restoran-restoran kelas atas dan mengunjungi klub malam di Niamey, meskipun pemerintah Niger menyatakan bahwa dia berada dalam tahanan rumah. Dilaporkan pula bahwa rumah tamu negara yang disebut-sebut sebagai tempat penahanan rumahnya ternyata merupakan “mansion mewah dengan tembok tinggi” yang terletak di salah satu kawasan paling makmur di kota tersebut, dekat dengan kedutaan besar Amerika Serikat dan Prancis.[44]
Ekstradisi dan dugaan penyiksaan
Pada 5 Maret 2014, Libya mengumumkan bahwa Gaddafi telah diekstradisi oleh Niger dan berada di Tripoli.[45] Pada akhir bulan yang sama, Gaddafi menyampaikan permintaan maaf kepada rakyat Libya dari sebuah penjara di Tripoli yang disiarkan melalui televisi pemerintah Libya. Dia meminta maaf atas “segala kerugian yang telah saya sebabkan serta terganggunya keamanan dan stabilitas Libya” dan menyerukan agar “mereka yang membawa senjata menyerahkan senjata mereka.” Dia mengatakan bahwa dirinya diperlakukan dengan baik di dalam penjara.[46]
Pada Mei 2015, Gaddafi muncul di pengadilan Tripoli dan secara resmi didakwa atas tuduhan penahanan secara ilegal dan pembunuhan terkait kematian pemain sekaligus pelatih sepak bola Bashir al-Riani pada tahun 2005.[47]
Pada awal Agustus 2015, sebuah video beredar yang tampaknya memperlihatkan Gaddafi dalam keadaan ditutup matanya dan dipaksa mendengarkan suara beberapa pria lain yang diduga sedang disiksa di ruangan sebelah. Setelah itu, para penjaga memukuli kaki pria yang tampak seperti Gaddafi tersebut sambil dia berteriak, setelah sebelumnya ditanya apakah dia lebih memilih dipukul di kaki atau di bokong.[48] Kelompok-kelompok hak asasi manusia internasional dan para aktivis mengecam video tersebut, yang tampaknya direkam di penjara al-Hadba di Tripoli dan pertama kali dirilis oleh jaringan media berbahasa Arab, Clear News.[48]
Pada Juni 2017, Brigade Revolusioner Tripoli pimpinan Haitham Tajouri merebut penjara al-Hadba dan memindahkan sejumlah tokoh senior rezim Gaddafi, termasuk Saadi, ke Hotel Radisson Blu Al Mahary Tripoli.[49] Ketika diinterogasi oleh milisi Tajouri, Saadi mengklaim bahwa Mohammed bin Zayed, penguasa de facto Uni Emirat Arab, sedang menjalankan sebuah rencana untuk membawa Saif al-Islam Gaddafi ke tampuk kekuasaan dengan tujuan “meredakan situasi” di Libya.[50]
Pada 3 April 2018, pengadilan banding membebaskan Saadi dari tuduhan pembunuhan terhadap pemain sepak bola Bashir al-Riani. Namun, dia tetap dijatuhi denda sebesar 500 dinar Libya dan hukuman penjara satu tahun dengan masa percobaan karena meminum dan memiliki alkohol.[4]
Keluar dari penjara dan kehidupan di Turki
Pada 5 September 2021, Gaddafi dilaporkan telah dibebaskan dari tahanan di penjara al-Hadba dan meninggalkan Libya menuju Turki.[51] Namun, Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan bahwa mereka “tidak mengetahui” keberadaan Saadi di Istanbul.[52] Pada 10 September 2021, Moussa Ibrahim mengonfirmasi bahwa Gaddafi berada di Turki dan mengatakan bahwa Mesir serta Arab Saudi juga telah menawarkan tempat untuk menampung Gaddafi.[53][54] Terdapat klaim bahwa para penahan Gaddafi tidak memberinya perawatan medis yang semestinya.[55]
Pada Oktober 2023, Gaddafi dilaporkan masih tinggal di Istanbul, Turki.[56]
Statistik karier
Internasional
| Tim nasional | Tahun | Tampil | Gol |
|---|---|---|---|
| Libya | 2001 | 2 | 0 |
| 2002 | 0 | 0 | |
| 2003 | 1 | 0 | |
| Total | 3 | 0 | |
Referensi
- ↑ McElroy, Damien (10 Maret 2011). "Regime fears army revolt". The Sydney Morning Herald. Diakses tanggal 15 Oktober 2011.
- ↑ "Interpol issues global alert on Gaddafi & 15 others". Al Arabiya News. 4 Maret 2011. Diakses tanggal 15 Oktober 2011.
- ↑ Laessing, Ulf; Bosalum, Feras (6 Maret 2014). "Niger extradites Gaddafi's son Saadi to Tripoli, Libya says". Reuters. Diakses tanggal 6 Maret 2014.
- 1 2 "Libyan court clears Gaddafi son of footballer's murder". Reuters. 4 April 2018. Diakses tanggal 6 April 2018.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Stephen, Chris (4 Agustus 2015). "Saadi Gaddafi abuse video condemned by lawyers and rights groups". The Guardian. Diakses tanggal 6 Agustus 2015.
- ↑ "SNC-Lavalin division pleads guilty to fraud over Libya activities". BBC News. 18 Desember 2019. Diakses tanggal 9 Februari 2023.
- ↑ Praet, Nicolas Van (19 Desember 2019). "SNC-Lavalin wooed Gadhafi's son with luxury jet and a second, bigger yacht to secure deals". The Globe and Mail. Diakses tanggal 9 Februari 2023.
- ↑ Smith, Marie-Danielle (27 Februari 2019). "SNC-Lavalin paid for Gadhafi son's debauchery while he was in Canada: report". National Post. Diakses tanggal 9 Februari 2023.
- ↑ "Gadhafi's son came to Turkey after prison release: Reports". Daily Sabah. 6 September 2021. Diakses tanggal 6 Juli 2022.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Dorsey, James M. (5 Juni 2011). "Benghazi soccer exemplifies the battle between Arab autocrats and their detractors". Al Arabiya. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Oktober 2011. Diakses tanggal 15 Oktober 2011.
- ↑ Whitaker, Brian (23 Februari 2011). "Muammar Gaddafi: method in his 'madness'". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 September 2013. Diakses tanggal 15 Oktober 2011.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 4 "General Information about the player Al-Saadi Gaddafi" [Informasi umum tentang pemain Al-Saadi Gaddafi]. National Football Teams (dalam bahasa Inggris). Benjamin Strack-Zimmermann. Diakses tanggal 16 Agustus 2026.
- ↑ "Gaddafi in Champions League". BBC News. 6 Juni 2000. Diakses tanggal 13 September 2025.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ White, Duncan (29 Oktober 2011). "Jay Bothroyd puts good times with playboy Saadi Gaddafi, son of dead Libya tyrant Colonel Gaddafi, behind him". The National Post. Diarsipkan dari asli tanggal 30 Oktober 2011. Diakses tanggal 30 Oktober 2011.
- ↑ Lea, Greg (3 Februari 2015). "Football and the Gaddafi Family". The Set Pieces. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 September 2015. Diakses tanggal 6 Agustus 2015.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Shaw, Phil (2008). The Book of Football Quotations. Ebury Press. hlm. 32. ISBN 9780091923334.
- ↑ "Gaddafi set to quit Udinese". BBC Sport. 9 Januari 2006. Diakses tanggal 9 September 2015.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Bell, Bethany (4 September 2011). "Libyan football enters post-Gaddafi era". BBC News. Diakses tanggal 6 Agustus 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 Owen, David (1 Oktober 2006). "Al-Saadi Gaddafi: Libya calling". The Independent. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 Januari 2010. Diakses tanggal 15 Oktober 2011.
- ↑ "Italian court tells Gaddafi son to pay huge hotel bill". BBC News. 10 Juli 2010. Diakses tanggal 12 Juli 2010.
- ↑ "The Gaddafi family tree". BBC News. 21 Februari 2011. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 April 2016. Diakses tanggal 20 Juni 2018.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Ash, Nigel (27 Juli 2015). "Qaddafi collaborator Khuwaildi Al-Hamidi dies of heart attack". Libya Herald. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 Februari 2023. Diakses tanggal 10 Februari 2023.
- 1 2 Reeve, Elspeth (16 September 2011). "The New York Times Kept Qaddafi's Son's Bisexuality Quiet". The Atlantic Wire. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Juni 2013. Diakses tanggal 2 November 2011.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 Farmer, Ben (29 September 2011). "Libya: Gaddafi mouthpiece caught 'fleeing dressed as a woman'". The Telegraph. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 Januari 2018. Diakses tanggal 1 Oktober 2011.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Libya: Colonel Gaddafi's son locked up his best pal for rejecting his gay advances". Daily Mirror. 27 Agustus 2011. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 Oktober 2022. Diakses tanggal 12 Februari 2023.
- ↑ Spencer, Richard (11 April 2014). "Football stars to give evidence at trial of Gaddafi brothers". The Daily Telegraph. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 Februari 2023. Diakses tanggal 12 Februari 2023.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Miller, Joshua (27 Februari 2011). "Exclusive: Amanpour Interviews Gadhafi's Son". ABC News. Diakses tanggal 6 Juli 2022.
- ↑ "Gaddafi's son fears civil war". SBS News. 28 Februari 2011. Diakses tanggal 6 Juli 2022.
- ↑ Steers, Julia (28 Februari 2011). "Gaddafi Clan Lashes Out At UN". Huff Post. Diakses tanggal 6 Juli 2022.
- ↑ "Saadi Gaddafi 'gave order to shoot' in Benghazi revolt". BBC News. 21 Maret 2011. Diakses tanggal 21 Maret 2011.
- ↑ Wendl, Karl (30 Maret 2011). "Gaddafi trickst Rebellen aus" (dalam bahasa Jerman). OE24. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 April 2011. Diakses tanggal 15 Oktober 2011.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Hennessy-Fiske, Molly (24 Agustus 2011). "LIBYA: Kadafi son wants to broker cease-fire". Los Angeles Times. Diakses tanggal 4 September 2011.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Marquardt, Alexander (1 September 2011). "Libya in Crisis: Gadhafi to Rebels: 'Bring It On'". ABC News. Diakses tanggal 15 Oktober 2011.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Gaddafi's son blames brother over speech". The Sydney Morning Herald. 5 September 2011. Diakses tanggal 15 Oktober 2011.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Gaddafi son found as NTC rallies forces". Al Jazeera. 11 September 2011. Diakses tanggal 15 Oktober 2011.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ McMahon, Tamsin (31 Oktober 2011). "Probe urged into how Ontario-based bodyguard helped Gaddafi's son flee from Libya". The National Post. Diakses tanggal 31 Oktober 2011.
- ↑ Cameron, Laura (31 Januari 2013). "An Interview with Saadi Gaddafi's Bodyguard". Vice. Diakses tanggal 6 Juli 2022.
- ↑ "Mon, 12 Sep 2011". Reuters. 12 September 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 15 November 2011. Diakses tanggal 15 Oktober 2011.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Bell, Stewart (31 Oktober 2011). "Ontario man offered contractors $1,000 a day to transport Gaddafi's son". The National Post. Diakses tanggal 31 Oktober 2011.
- ↑ Bell, Stewart (22 Maret 2013). "'They'll want their questions answered': Ontario-based bodyguard in Saadi Gaddafi smuggling plot deported". The National Post. Diakses tanggal 6 Juli 2022.
- ↑ Smith, David (11 November 2011). "Niger grants asylum to Saadi Gaddafi". The Guardian. Diakses tanggal 10 Desember 2016.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Mexico 'stops entry' of Libya's Saadi Gaddafi". BBC News. 7 Desember 2011. Diakses tanggal 19 Januari 2012.
- ↑ Gumuchian, Marie-Louise; Shuaib, Ali (10 Februari 2012). "Saadi Gaddafi warns of uprising in Libya - TV". Reuters. Diakses tanggal 6 Juli 2022.
- ↑ Raghavan, Sudarsan (3 Juli 2012). "Niger resists Libyan demands for extradition of Moammar Gaddafi's playboy son". The Washington Post. Diakses tanggal 6 Juli 2022.
- ↑ "Niger extradites Gaddafi's son Saadi to Libya". BBC News. 6 Maret 2014. Diakses tanggal 6 Maret 2014.
- ↑ Karadsheh, Jomana; Gumuchian, Marie-Louise (29 Maret 2014). "Gadhafi's son Saadi apologizes to the people of Libya in video". CNN. Diakses tanggal 7 November 2023.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Saadi Gaddafi in court in Libya for start of murder trial". The Telegraph. 10 Mei 2015. Diakses tanggal 6 Agustus 2015.
- 1 2 "'Abuse' video of Gaddafi's son in Tripoli jail prompts probe by Libyan authorities". Deccan Chronicle. 5 Agustus 2015. Diakses tanggal 5 Agustus 2015.
- ↑ Cousins, Michel (13 Juni 2017). "Abdullah Senussi holds court at Tripoli's Radisson Blu Mahari Hotel". Libya Herald. Diakses tanggal 6 Juli 2022.
- ↑ "'UAE ruler's friend' ran Libyan plot to kill Saudi crown prince". Middle East Eye. 27 Juni 2017. Diakses tanggal 20 Maret 2023.
- ↑ "Libya frees Saadi Gaddafi, son of former leader". Reuters. 5 September 2021. Diakses tanggal 6 September 2021.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Al-Harathy, Safa (12 September 2021). "Turkey denies hosting Gadaafi's son in Istanbul". The Libya Observer. Diakses tanggal 6 Juli 2022.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Libyan dictator's son Saadi Gaddafi in Turkey: spokesman". The New Arab. 10 September 2021. Diakses tanggal 6 Juli 2022.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Abdulrazek, Saeed (12 September 2021). "Conflicting Reports Emerge about Al-Saadi Gaddafi's Presence in Turkey". Asharq Al-Awsat. Diakses tanggal 6 Juli 2022.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Jawhar, Jamal (3 Agustus 2019). "Saadi Gaddafi's Family Plans Int'l Lawsuit to Release him". Asharq Al-Awsat. Diakses tanggal 6 Desember 2022.
- ↑ Mahmoud, Khaled (20 Oktober 2023). "12 Years After Gaddafi's Death, What Do We Know about His Family?". Asharq Al-Awsat. Diakses tanggal 4 September 2024.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Pranala luar
- (Inggris) Profil dan statistik Al-Saadi Gaddafi di situs web Soccerway.com
- (Inggris)Al-Saadi Gaddafi pada situs web National-Football-Teams.com
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |