Jumat, 23 Oktober 2026
09:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal

Al-Hasan bin Sahal

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang seorang gubernur Irak Abbasiyah. Untuk ilmuwan dari negara yang sama, lihat Ibnu Sahal (matematikawan).
Al-Hasan bin Sahal
Gubernur Irak Abbasiyah
Masa jabatan
813 – 818/19
Penguasa monarkiMa'mun Ar-Rasyid
Pendahulu(Jabatan baru)
Pengganti(Jabatan dibubarkan)
Informasi pribadi
Lahir
Meninggalk. 850/851
Suami/istri(tidak diketahui)
AnakBuran
Orang tuaSahal
KerabatAl-Fadal (saudara laki-laki)

Al-Hasan bin Sahal (bahasa Arab:الحسن بن سهل; wafat 850/51) adalah pejabat Abbasiyah yang pernah menjabat sebagai gubernur Irak untuk Khalifah Ma'mun Ar-Rasyid (memerintah 813–833) selama Perang Saudara Islam IV.

Ayah Hasan merupakan seorang Iran mantan pemeluk Zoroastrianisme yang kemudian memeluk Islam. Bersama saudara laki-lakinya, yang kemudian menjadi calon wazir, bernama Al-Fadal bin Sahal. Hasan memasuki dinas Barmak melalui al-Fadl ibn Yahya pada masa pemerintahan Harun Ar-Rasyid (memerintah 786–809).[1] Selama perang saudara Islam IV melawan saudara tiri Ma'mun's bernama Muhammad bin Harun al-Amin (memerintah 808–813), dia dipercayakan untuk mengawasi kantor pajak tanah (kharaj).[1]

Setelah pasukan Ma'mun merebut ibukota kekhalifahan, yaitu Baghdad, Hasan dikirim ke barat untuk mengambil alih pemerintahan Irak, sementara Ma'mun dan Fadal tetap di Marw.[1] Pada awal tahun 815, pemberontakan Zaidiyah yang dipimpin oleh para Banu Ali bernama Ibnu Tabataba dan Abu al-Saraya pecah di Kufa dan menyebar dengan cepat ke Irak selatan. Hasan terbukti tidak mampu menghadapinya, dan para pemberontak pada satu titik mengancam Baghdad sendiri sebelum intervensi jenderal yang cakap bernama Hartsamah bin A'yan membasmi pemberontakan.[1][2] Dominasi Khilafah oleh Fadal dan Khorasan di sekitarnya membangkitkan perlawanan besar di antara bangsawan Arab lama yang menyarankan al-Ma'mun untuk menggantikannya dengan seorang gubernur Arab sebagai gantinya. Permusuhan antara al-Hasan dan bangsawan Arab tecermin dengan slogan: "Kami tidak akan menerima Zoroaster, putra pemeluk Zoroastrer bernama al-Hasan bin Sahal, dan kami akan mengusirnya sampai dia kembali ke Khorasan". Hasan bin Sahal terpaksa meninggalkan kota itu, di mana berbagai pemimpin faksi berbagi kekuasaan. Setahun kemudian saudaranya al-Fadal dibunuh. Mungkin oleh pihak yang sama.[3] Pada bulan Juli 817, setelah berita mencapai kota bahwa Ma'mun telah memilih seorang Banu Ali, bernama Ali bin Musa al-Rida, sebagai ahli warisnya, kota itu menunjuk pamannya, bernama Ibrahim bin al-Mahdi, sebagai khalifah.[1][4]

Menyusul pembunuhan Fadal pada tahun 818 dan masuknya Ma'mun di Bagdad pada tahun 819, ada harapan bahwa Hasan akan menggantikan saudaranya sebagai wazir Khilafah, tetapi Hasan, yang terkejut dengan kematian Fadal, lebih memilih untuk pensiun dari politik dan mundur ke tanah miliknya di sekitar Wasith, di mana dia bermukim hingga wafatnya pada tahun 850/1.[1] Sebelumnya, pada tahun 825, dia merestui pernikahan putrinya, bernama Buran (807–884), ke Ma'mun, dan memberinya harta sesan istana Qasr al-Hasani, di Bagdad selatan, yang kemudian menjadi salah satu kediaman khalifah.[1]

Referensi

Catatan kaki

  1. 1 2 3 4 5 6 7 Sourdel (1971), pp. 243–244
  2. ↑ Kennedy (2004), p. 152
  3. ↑ Aptin Khanbaghi. The Fire, the Star and the Cross: Minority Religions in Medieval and Early Modern Iran. I.B.Tauris; 22 February 2006. ISBN978-0-85771-266-0. p. 27.
  4. ↑ Kennedy (2004), pp. 151–153

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan