Senin, 26 Oktober 2026
15:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Al-Aziz Utsman

Al-Aziz Utsman

Bagikan:
Al-Aziz Utsman
العزيز عثمان
Al-Malik Al-Aziz
250px-Dinastia_ayyubide%2C_monete_in_oro_di_imad_al-din_uthman%2C_1193-1198_ca.%2C_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sultan Mesir
Berkuasa4 Maret 1193 – 29 November 1198
PendahuluSalahuddin Ayyubi
PenerusAl-Mansur Nasiruddin Muhammad
Lahir1171
Meninggal29 November 1198 (aged 27)
Mesir
AyahSalahuddin Ayyubi
IstriSurur
KeturunanAl-Mansur Nasiruddin Muhammad
Nama lengkap
Al-Malik Al-Aziz Utsman bin Salahuddin Yusuf
DinastiAyyubiyah
AgamaIslam Sunni

Al-Malik Al-Aziz Utsman bin Salahuddin Yusuf (Arab: العزيز عثمان بن صلاح الدين يوسف; 1171 – 29 November 1198) adalah Sultan Ayyubiyah Mesir kedua. Ia merupakan putra kedua Salahuddin.[1]

Kehidupan

Sebelum meninggal, Salahuddin telah membagi wilayah kekuasaannya di antara para kerabatnya: Al-Afdal menerima Palestina dan Suriah, Al-Aziz diangkat sebagai penguasa Mesir, Az-Zahir menerima Aleppo, Al-Adil I menerima Karak dan Syawbak, sementara Turan Syah tetap menguasai Yaman. Konflik segera pecah di antara mereka, dengan Al-Adil akhirnya menjadi penguasa yang tak terbantahkan atas Suriah, Mesopotamia Hulu, Mesir, dan Yaman.[2]

Meskipun Al-Aziz secara khusus mewarisi kedaulatan atas seluruh Kesultanan Ayyubiyah, ia segera harus menghadapi pemberontakan para amir Zankiyah di Mosul dan Dinasti Artuqiyah di Irak selatan. Ketika Al-Afdal memecat semua menteri yang ditinggalkan ayahnya untuk mendukungnya, mereka pergi ke Mesir dan meminta Al-Aziz untuk menaklukkan kembali Suriah. Pada tahun 1194, Al-Aziz mengepung Damaskus. Al-Afdal meminta bantuan saudara Salahuddin, Al-Adil I, yang menemui Al-Aziz dan berhasil mendamaikan kedua pihak.

Pada tahun 1195, Al-Aziz kembali menyerang Suriah, tetapi Al-Afdal berhasil membujuk beberapa amir dalam pasukan Al-Aziz untuk membelot. Kemudian Al-Adil bersekutu dengan Al-Aziz melawan Al-Afdal, yang dikepung dan ditangkap di Damaskus pada 3 Juli 1196. Al-Afdal diasingkan ke Salkhad, sementara Al-Aziz diproklamasikan sebagai penguasa tertinggi Ayyubiyah. Namun, sebagian besar kekuasaan yang efektif berada di tangan Al-Adil I, yang menempatkan dirinya sebagai penguasa di Damaskus.

Selama masa pemerintahannya, Al-Aziz berusaha merobohkan Piramida Besar Giza di Mesir, tetapi akhirnya menghentikan upaya tersebut karena tugas itu terlalu besar. Ia berhasil merusak Piramida Menkaure.[3][4] Al-Aziz juga memainkan peran penting dalam sejarah berbagai proyek pembangunan dan konstruksi di Banias dan Subaybah.[5] Ia meninggal akibat kecelakaan saat berburu pada akhir tahun 1198. Ia dimakamkan di makam kakaknya, Al-Mu'azzam.[6]

Referensi

  1. ↑ Lyons, M. C.; Jackson, D.E.P. (1982). Saladin: the Politics of the Holy War. Cambridge University Press. ISBN978-0-521-31739-9.
  2. ↑ Ali, Abdul. Islamic Dynasties of the Arab East: State and Civilization during the Later Medieval times. New Delhi: M D Publications Pvt, 1996. Print.
  3. ↑ Stewert, Desmond and editors of the Newsweek Book Division "The Pyramids and Sphinx" 1971 p. 101
  4. ↑ Lehner, Mark The Complete Pyramids, London: Thames and Hudson (1997)p.41 ISBN0-500-05084-8.
  5. ↑ Sharon, Moshe (1999). Corpus Inscriptionum Arabicarum Palaestinae: B v. 1 (Handbook of Oriental Studies) (Edisi Hardcover). Brill Publishers. hlm. 49. ISBN 90-04-11083-6.
  6. ↑ Humphreys, R. Stephen. From Saladin to the Mongols: the Ayyubids of Damascus, 1193-1260. Albany: State University of New York, 1977. Print.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan