Selasa, 27 Oktober 2026
17:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Pertempuran Ain Jalut

Pertempuran Ain Jalut

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Pertempuran Ain Jalut
Bagian dari invasi Syam oleh Mongol
330px-Campaign_of_the_Battle_of_Ain_Jalut_1260.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta yang menunjukkan pergerakan kedua kekuatan, akhirnya bertemu di Ain Jalut
Tanggal3 September 1260
Lokasi
Hasil

Kemenangan Mamluk

Perubahan
wilayah
Wilayah yang direbut oleh Mongol dikembalikan ke Mamluk.
Pihak yang terlibat
Kesultanan Mamluk
Emir Ayyubiyah Kerak dan Hamah

Ilkhanat dari Kekaisaran Mongol

Emir Ayyubiyah Homs dan Banias
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Saifuddin al-Qutuz
Baibars
Al-Mansur dari Hamah
Kitbuqa †
Al-Ashraf dari Hams
Al-Said dari Banias
Pasukan yang terlibat
Kavaleri ringan dan pemanah berkuda, kavaleri berat, infantri Lancer Mongol dan pemanah berkuda, pasukan Armenia Kilikia, kontingen Georgia, kontingen Ayyubiyah lokal
Kekuatan
15–20,000[2][3][4] 10–20,000[5][6][7][8][9][10]
Korban jiwa dan kerugian
Tidak diketahui sebagian besar tentara[10][11][12]

Pertempuran Ain Jalut (bahasa Arab:معركة عين جالوت, translit. Ma'rakat ‘Ayn Jālūt), juga dieja Ayn Jalut, terjadi antara Bahri Mamluk dari Mesir dan Kekaisaran Mongol pada 3 September 1260 (25 Ramadhan 658 H) di Galilea tenggara di Lembah Yizreel dekat tempat yang sekarang dikenal sebagai Sumur Harod (bahasa Arab:عين جالوت, translit. ‘Ayn Jālūt, har. 'Air mata Goliat'). Pertempuran tersebut menandai puncak jangkauan penaklukan Mongol, dan merupakan pertama kalinya pasukan Mongol dipukul mundur secara permanen dalam pertempuran langsung di medan perang.[13][14]

Melanjutkan ekspansi ke barat dari Kekaisaran Mongol, tentara Hulagu Khan menangkap dan menjarah Baghdad pada tahun 1258, bersama dengan ibukota Ayyubiyah Damaskus beberapa waktu kemudian. Hulagu mengirim utusan ke Kairo menuntut Qutuz menyerahkan Mesir, yang ditanggapi Qutuz dengan membunuh utusan dan menunjukkan kepala mereka di gerbang Bab Zuweila Kairo.[15] Tak lama setelah ini, Hulagu kembali ke Mongolia dengan sebagian besar pasukannya sesuai dengan kebiasaan Mongol, meninggalkan sekitar 10.000 pasukan di sebelah barat Efrat di bawah komando Jenderal Kitbuqa.

Pertempuran Ain Jalut (atau Ayn Jalut dalam bahasa Arab: عين جالوت yang artinya Mata Jalut) terjadi pada tanggal 3 September 1260 di Palestina antara Bani Mamluk (Mesir) yang dipimpin oleh Qutuz dan Baibars berhadapan dengan tentara Mongol pimpinan Kitbuqa.

Banyak ahli sejarah menganggap pertempuran ini termasuk salah satu pertempuran yang penting dalam sejarah penaklukan bangsa Mongol di Asia Tengah di mana mereka untuk pertama kalinya mengalami kekalahan telak dan tidak mampu membalasnya dikemudian hari seperti yang selama ini mereka lakukan jika mengalami kekalahan.

Jalannya pertempuran

Kedua belah pihak berkemah di tanah suci Palestina pada bulan Juli 1260 dan akhirnya berhadapan di Ain Jalut pada tanggal 3 September dengan kekuatan yang hampir sama yaitu ± 20.000 tentara. Taktik yang dipakai oleh panglima Baibars adalah dengan memancing keluar pasukan berkuda Mongol yang terkenal hebat sekaligus kejam kearah lembah sempit sehingga terjebak baru kemudian pasukan kuda mereka melakukan serangan balik dengan kekuatan penuh yang sebelumnya memang sudah bersembunyi di dekat lembah tersebut.

Akhirnya taktik ini menuai sukses besar. Pihak Mongol terpaksa mundur dalam kekacauan bahkan panglima perang mereka, Kitbuqa berhasil ditawan dan akhirnya dieksekusi. Perlu dicatat bahwa pasukan berkuda Bani Mameluk secara meyakinkan berhasil mengalahkan pasukan berkuda Mongol yang belum pernah terkalahkan sebelumnya.

Referensi

  1. ↑ Encyclopedia Grammatica
  2. ↑ John, Simon (2014). Crusading and warfare in the Middle Ages : realities and representations. Burlington, VT: Ashgate Publishing Limited. ISBN 9781472407412.
  3. ↑ D. Nicolle, The Mongol Warlords: Genghis Khan, Kublai Khan, Hülägü, Tamerlane. Plates by R. Hook, Firebird books: Pole 1990, p. 116.
  4. ↑ Waterson, p. 75
  5. ↑ Fisher, William Bayne; Boyle, J. A.; Boyle, John Andrew; Frye, Richard Nelson (1968). — Cambridge: Cambridge University Press, 1968. — Vol. 5: The Saljuq and Mongol Periods. — P. 351. — 778 p. ISBN 9780521069366. Diakses tanggal Oktober 17, 2020.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Cowley, p.44, states that both sides were evenly matched at 20,000 men. Cline says that "In short, the . . . armies that were to meet at 'Ayn Jalut were probably of approximately the same size, with between ten thousand and twenty thousand men in each.", p. 145. Fage & Oliver, however, state that "the Mongol force at Ayn Jalut was nothing but a detachment, which was vastly outnumbered by the Mamluk army", p. 43.
  7. ↑ Smith Jr, J. M. (1984). Ayn Jālūt: Mamlūk Success or Mongol Failure?. Harvard Journal of Asiatic Studies, p.310.
  8. ↑ Blair, S. (1995). A compendium of chronicles: Rashid al-Din's illustrated history of the world. Nour Foundation.
  9. ↑ John Masson Smith, Jr. (1984) Mongol Armies And Indian Campaigns, University of California, Berkeley.
  10. 1 2 "Battle of ʿAyn Jālūt". Diakses tanggal Oktober 17, 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ "Battle of ʿAyn Jālūt". Diakses tanggal Oktober 17, 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ Amitai-Preiss, p. 43
  13. ↑ Tschanz, David W. "Saudi Aramco World : History's Hinge: 'Ain Jalut". [pranala nonaktif permanen]
  14. ↑ "Battle of Ayn Jalut | Summary". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-09-02.
  15. ↑
  • Amitai-Preiss, Reuven. (1998). The Mamluk-Ilkhanid War. Cambridge University Press. ISBN 0-521-52290-0
  • Morgan, David (1990) The Mongols. Oxford: Blackwell. ISBN 0-631-17563-6
  • Nicolle, David, (1998). The Mongol Warlords Brockhampton Press.
  • Reagan, Geoffry, (1992). The Guinness Book of Decisive Battles . Canopy Books, NY.
  • Saunders, J. J. (1971). The History of the Mongol Conquests, Routledge & Kegan Paul Ltd. ISBN 0-8122-1766-7
  • Sicker, Martin (2000). The Islamic World in Ascendancy: From the Arab Conquests to the Siege of Vienna, Praeger Publishers.
  • Soucek, Svatopluk (2000). A History of Inner Asia. Cambridge University Press.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan