Selasa, 03 November 2026
03:00 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Ahmad bin Tulun

Bagikan:
Infobox orangAhmad bin Tulun
Biografi
Kelahiran20 September 835 Suntingan nilai di Wikidata
Bagdad Suntingan nilai di Wikidata
Kematian14 Mei 884 Suntingan nilai di Wikidata (48 tahun)
Al-Qatta'i (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Emir
868 – 884
← Azjur al-Turki (en) Terjemahkan – Khumarawayh bin Ahmad bin Tulun → Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
AgamaIslām Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanpersonel militer Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
KeluargaDinasti Thuluniyah Suntingan nilai di Wikidata
AnakKhumarawayh bin Ahmad bin Tulun,Al-Abbas ibn Ahmad ibn Tulun (en) Terjemahkan,Shayban ibn Ahmad ibn Tulun (en) Terjemahkan,Rabi'a ibn Ahmad ibn Tulun (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
AyahTulun (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata

Ahmad bin Thulun (Bahasa Arab: أحمد بن طولون; lahir di Baghdad, September 835 - meninggal di Mesir, Maret 884 pada umur 53 tahun) adalah pendiri Dinasti Thuluniyah yang memerintah Mesir secara singkat dari tahun 868 dan 905 M. Awalnya ia dikirim oleh khalifah Abbasiyah sebagai gubernur untuk Mesir, namun Ibnu Thulun malah menjadikan dirinya sebagai penguasa yang terpisah dari Kekhalifahan Abbasiyah.[1]

Biografi

Kehidupan awal

Ibnu Thulun lahir di Baghdad saat bulan Ramadhan 220 H atau September 835. Ayahnya, Thulun, adalah salah satu budak dari Orang Turk[2] yang termasuk dalam sebuah hadiah yang dikirim oleh gubernur Bukhara kepada Ma'mun Ar-Rasyid, Khalifah Abbasiyah, sekitar tahun 815 sampai 816. Pengadilan Abbasiyah merekrut budak-budak Turk sebagai petugas militer, dan Thulun yang bernasib baik akhirnya menjadi komandan pengawal pribadi Khalifah.

Keluarga ini pindah ke Samarra pada tahun 850. Di Samarra, Ibnu Thulun mendapatkan pelatihan militer dan belajar tentang ilmu agama. Dia kemudian ditunjuk sebagai komandan dari pasukan khusus untuk Khalifah Al-Mutawakkil pada tahun 855. Ibnu Thulun menikah dengan Hatun, anak perempuan dari seorang jenderal Turk yang berpengaruh dalam pengawal istana. Hatun melahirkan 2 anak, yaitu: 'Abbas dan Fathimah. Thulun meninggal sekitar tahun 855, dan istrinya menikah dengan komandan Turk yang berpengaruh di istana, Bayik Bey (Bākbāk di dalam beberapa sumber Arab).

Berkuasa di Mesir

Pindah

Setelah mengabdi di kampanye militer melawan Kekaisaran Romawi Timur di Kota Tarsus, Ibnu Thulun mendapatkan kebaikan hati Khalifah Al-Musta'in. Dalam perjalanan pulang ke Baghdad pada tahun 863, sang Khalifah menghadiahkan kepadanya seorang selir, Meyyaz, yang darinya Thulun mendapatkan Khumarawayh, anak laki-lakinya yang kemudian menggantikannya sebagai penguasa Mesir.

Pada tahun 868, Khalifah Al-Mu'tazz menunjuk Bayik Bey sebagai gubernur Mesir; sebagai gantinya Bayik Bey mengirim Ibnu Thulun sebagai wali. Ibnu Thulun sampai di Mesir pada September 868.[3]

Berkuasa

330px-Ibn_tulun_mosque.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Masjid Ibnu Thulun

Sesampainya di Mesir, Ibnu Thulun mendapati bahwa ibu kota Mesir yang sudah ada, Fustat, yang didirikan oleh Amru bin Ash pada tahun 641, terlalu kecil untuk mengakomodasi tentaranya. Dia medirikan sebuah kota baru untuk dijadikan sebagai ibu kotanya, Madinat Al-Qattha'i, yang berarti Kota yang terbagi empat. Al-Qattha'i didirikan dengan gaya kota-kota agung di Persia dan Kekaisaran Romawi Timur, termasuk sebuah alun-alun besar, Hipodrom, sebuah istana gubernur dan sebuah Masjid, yang dinamakan atas nama Ibnu Thulun.[4] Kota ini dihancurkan pada tahun 905 M, dan hanya masjidnya saja yang selamat.

Awalnya, kekuasaan Ibnu Thulun di Mesir ditandai dengan sebuah pergulatan untuk kekuasaan dengan kepala badan masalah keuangan, Ibnu Al-Mudabbir. Ibnu Al-Mudabbir tidak disenangi oleh masyarakat karena tingginya pajak (terutama terhadap penduduk non-muslim, yang meliputi lebih dari setengah populasi Mesir) dan ketamakannya.

Referensi

  1. ↑ "The Mosque of Ahmad ibn Tulun"
  2. ↑ Encyclopædia Britannica Online – "Tulunid Dynasty"
  3. ↑ ""Jami' Ibn Tulun"". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-03-22. Diakses tanggal 2013-12-24.
  4. ↑ The Middle East Network Information Center – al-Qatta'i Diarsipkan 2010-01-13 di Wayback Machine

Pustaka

  • Balawī, Sīrat Ahmad ibn Ṭūlūn
  • Zaki Hassan. "Ahmad b. Ṭūlūn" in Encyclopedia of Islam, 1st ed. Leiden: E.J. Brill, 1960. p. 278-9.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan