Minggu, 11 Oktober 2026
01:45 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober

Ahmad bin Fadlan

Bagikan:
Ahmad bin Fadlan
Lahirca 879
Meninggalca 960 (umur 80–81)
Kiprah di bidang teologi
EraZaman keemasan Islam
Minat utamaHukum Islam

Aḥmad bin Faḍlān bin al-ʿAbbās bin Rāšid bin Ḥammād, (bahasa Arab:أحمد بن فضلان بن العباس بن راشد بن حماد; ca 879–960) yang lebih dikenal sebagai Ahmad bin Fadlan, adalah seorang penjelajah Muslim Arab abad ke-10.[a] Ia dikenal karena catatan perjalanannya sebagai anggota utusan khalifah Abbasiyah, al-Muqtadir dari Baghdad, untuk raja Volga Bulgar, yang dikenal sebagai risāla ("catatan" atau "jurnal").[b]

Lihat pula

Catatan

  1. ↑ Very little is known about Ibn Fadlan other than what can be inferred from his risāla. He is usually assumed to have been ethnically Arab, although there is no positive evidence to this effect.[1][2][3]
  2. ↑ The full title is Risālat Ibn Faḍlān, mab‘ūth al-khalīfah al-‘Abbāsī al-Muqtadir ilá bilād Ṣiqālīyah, ‘an riḥlatihi ... fī al-qarn al-‘āshir al-Mīlādī (رسـالـة ابن فـضـلان، مـبـعـوث الـخـلـيـفـة الـعـبـاسـي الـمـقـتـدر إلـى بـلاد الـصـقـالـيـة، عـن رحـلـتـه ... في الـقـرن الـعـاشـر الـمـيـلادي) or ma šahidat fi baladi-t-turk wa al-ẖazar wa ar-rus wa aṣ-ṣaqalibat wa al-bašġird wa ġirham ("Account of the lands of the Turks, the Khazars, the Rus, the Saqaliba [i.e. Slavs] and the Bashkirs")

Referensi

  1. ↑ Knight 2001, hlm. 32–34.
  2. ↑ Frye 2005, hlm. 8.
  3. ↑ Lunde & Stone 2011, hlm. xiii.

Sumber

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan