Kamis, 29 Oktober 2026
05:33 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Afroze-Numa

Afroze-Numa

Bagikan:
250px-Afroze_Numa_%28Taseer_Beyg%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Afroze-Numa

Afroze-Numa (Urdu: افروز نما) adalah seorang penggembala asal Pakistan dan termasuk dalam daftar BBC 100 Women 2023. Ia dikenal sebagai salah satu penggembala perempuan terakhir dari komunitas Wakhi, kelompok etnis yang mendiami wilayah pegunungan utara Pakistan. Selama hampir tiga dekade, Afroze-Numa telah menggembalakan kambing, domba, dan yak di padang rumput tinggi yang terpencil, mempertahankan tradisi kuno yang diwariskan turun-temurun.

Kehidupan dan dedikasinya mencerminkan peran penting perempuan dalam menjaga ketahanan budaya dan ekologi di daerah pegunungan. Pengakuannya oleh BBC menyoroti ketekunan serta kontribusinya terhadap pelestarian warisan pastoral Wakhi yang kian langka.[1]

Biografi

250px-Glaciers_of_Shimsal_Valley_from_space.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gletser di Lembah Shimsal

Di Lembah Shimshal, Pakistan, yang terletak di dataran tinggi Gilgit-Baltistan, Afroze-Numa merupakan bagian dari tradisi penggembalaan berusia berabad-abad yang kini perlahan menghilang akibat modernisasi dan perubahan gaya hidup. Ia mempelajari keterampilan menggembala dan mengolah hasil ternak dari ibunya dan nenek-neneknya, yang mewariskan pengetahuan tersebut dari generasi ke generasi perempuan Wakhi.

Setiap tahun, Numa dan para penggembala perempuan lainnya memimpin kawanan kambing, domba, dan yak menuju padang rumput pegunungan setinggi sekitar 4.800 meter di atas permukaan laut, tempat mereka merawat hewan-hewan itu serta memproduksi mentega, keju, dan yogurt untuk diperdagangkan di pemukiman sekitar.

Pendapatan dari kegiatan ini selama berabad-abad telah berperan penting dalam mendukung stabilitas ekonomi dan kemajuan sosial masyarakat Shimshal, termasuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak mereka.[2] Berkat hasil kerjanya, Numa menjadi orang pertama di lembahnya yang memiliki sepasang sepatu, sebuah simbol sederhana dari kesejahteraan dan keteguhan tradisi pastoral Wakhi yang terus ia pertahankan.[1]

Penghargaan

Pada November 2023, BBC memberikan pengakuan atas dedikasi Afroze-Numa terhadap komunitasnya dengan menempatkannya dalam daftar BBC 100 Women. Ia diakui sebagai salah satu dari penggembala perempuan Wakhi terakhir yang masih mempertahankan tradisi pastoral kuno di wilayah pegunungan Pakistan hingga saat ini.

Melalui kehidupannya yang sederhana namun penuh keteguhan, Afroze-Numa dianggap telah menjaga warisan budaya yang berusia berabad-abad serta menunjukkan peran penting perempuan dalam menjaga kelestarian sosial, ekonomi, dan ekologis masyarakat pedesaan. Penghargaan tersebut menyoroti kontribusinya dalam melestarikan identitas budaya serta semangat ketahanan komunitas Wakhi di tengah perubahan zaman.[2][3]

Referensi

  1. 1 2 "Pakistani shepherdess, midwife make it on BBC 100 Women 2023 list". Arab News (dalam bahasa Inggris). 2023-11-21. Diakses tanggal 2025-11-01.
  2. 1 2 "BBC 100 Women 2023: Who is on the list this year? - BBC News". News (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-11-01.
  3. ↑ "Two Pakistanis among BBC's 100 inspiring women of 2023". Dunya News (dalam bahasa Inggris). 2023-11-22. Diakses tanggal 2025-11-01.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan