Minggu, 18 Oktober 2026
22:30 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Aeroponik

Bagikan:

Aeroponik adalah sebuah sistem yang menyuplai segala kebutuhan tanaman yang tidak bermedia tanah maupun air untuk tumbuh dan berkembang. Pada aeroponik, suplai nutrisi dipenuhi dengan menyemprotkan air bernutrisi ke akar tanaman secara langsung. pada media tanam tanah dan air, suplai oksigen dan air menjadi faktor yang membatasi pertumbuhan tanaman. pada sistem aeropoik ini, kebutuhan oksigen dan air diberikan secara efisien, sehingga tidak lagi menjadi faktor penghambat.[1] Kultur aeroponik berbeda dari hidroponik konvensional, aquaponik, dan pertumbuhan in-vitro (kultur jaringan tanaman). Tidak seperti hidroponik, yang menggunakan larutan nutrisi cair sebagai media tumbuh dan mineral penting untuk menopang pertumbuhan tanaman, atau aquaponik, yang menggunakan air dan limbah ikan, aeroponik dilakukan tanpa media tanam. Hidroponik konvensional, aquaponik, dan pertumbuhan in-vitro (kultur jaringan tanaman) berbeda dengan kultur aeroponik.

Jenis-jenis sistem Aeroponik

  • Struktur A: Sistem ini berbentuk seperti huruf A tiga dimensi yang tertutup. pada struktur terluar terdapat styrofoam atau plastik yang dilubangi sebagai tempat tanaman. Dan struktur disangga dengan kerangkan besi. pada bagian dalam, terdapat sebuah semprotan air. air nutrisi akan disemprotkan secara langsung pada akar yang menggantung.
    250px-Aeroponically-grown_kale_at_The_Land.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
    sistem aeroponik dengan struktur A
  • Bak horizontal: pada sisem ini, bak berfungsi sebagai wadah tertutup tempat akar menggantung. tanaman diletakkan pada papan yang sudah dilubangi dan akarnya dibiarkan menggantung di dalam bak. akar tanaman disemprot terus menerus dengan air nutrisi.
  • Kolom vertikal: pada sistem vertikal, tanaman di letakkan pada bagian samping sebuah struktur vertikal. struktur vertikal tersebut harus memiliki rongga sebagai tempat menggantungnya akar. ditengah rongga struktur terdapat palang semprotan yang akan menyemprotkan nutrisi 24 jam setiap hari.

Sistem aeroponik membutuhkan semprotan dengan lubang yang sangat kecil sehingga dapat menghasilkan kabut air. air nutrisi yang digunakan pada sistem hidroponik dapat dipakai sebagai air nutrisi. sedangkan air bekas sistem akuaponik tidak dapat digunakan karena ukuran lubang semprot yang terlalu kecil dan mudah tersendat.[2]

Sumber

  1. ↑ "GROWING PLANTS IN AEROPONICS GROWTH SYSTEM". www.actahort.org. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-04-16. Diakses tanggal 2021-04-16.
  2. ↑ "What is Aeroponics | EZ GRO Garden" (dalam bahasa Inggris). 2016-09-25. Diakses tanggal 2021-04-16.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan