Minggu, 18 Oktober 2026
20:51 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Adulakit Kitiyakara

Adulakit Kitiyakara

Kakak laki-laki Ratu Sirikit

Bagikan:
Adulakit Kitiyakara
อดุลกิติ์ กิติยากร
250px-Adulakit_Kitiyakara.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret resmi Adulakit di tahun 1950
Dewan Penasihat Thailand
Masa jabatan
9 April 1992 –5 Mei 2004
Penguasa monarkiBhumibol Adulyadej
Informasi pribadi
Lahir(1930-11-02)2 November 1930
Istana Deves, Bangkok, Siam
Meninggal5 Mei 2004(2004-05-05) (umur 73)
Rumah Sakit Bangkok, Bangkok, Thailand
Suami/istri
​
​
(m. 1956)​
Anak
Orang tua
PendidikanKolese Santo Gabriel
ProfesiPengacara

Mom Rajawongse Adulakit Kitiyakara (Thai: อดุลกิติ์ กิติยากร; RTGS: Mom Ratchawong Adunlakit Kitiyakon: 2 November 1930 – 5 Mei 2004), adalah Ketua Mahkamah Agung Thailand, dan mantan anggota Dewan Penasihat Raja (Privy Council) Thailand. Beliau merupakan anggota dari Keluarga Kitiyakara, sebuah keluarga pangeran dari keturunan Dinasti Chakri. Beliau adalah kakak laki-laki tertua dari Ratu Sirikit, permaisuri Raja Bhumibol Adulyadej (Rama IX) dari Thailand.[1]

Ia memiliki tiga saudara kandung: satu kakak laki-laki dan dua adik perempuan:

Ketika ia berusia 2 tahun, ayahnya diangkat sebagai Kuasa Usaha di Washington, D.C., setelah terjadinya Revolusi Siam 1932. Mom Luang Bua, istri ayahnya, menyusul suaminya ke Amerika Serikat setelah melahirkan putri pertamanya, Sirikit. Pasangan tersebut pindah ke Amerika Serikat bersama putra pertama mereka, Mom Rajawongse Kalyanakit Kitiyakara. Adulakit tetap tinggal di Thailand bersama neneknya, Putri (Mom Chao) Apsornsaman Kitiyakara, dan bibinya, Mom Chao Chitbanchong Kitiyakara.

Pendidikan dan karier

Mom Rajawongse Adulakit lulus dari Kolese Santo Gabriel, Bangkok. Setelah ayahnya diangkat menjadi Duta Besar untuk Britania Raya, ia menempuh pendidikan teknik di Portsmouth Technical College. Setelah lulus dari perguruan tinggi, ia melanjutkan studi hukum di Inn of Court (Middle Temple), sebuah sekolah hukum ternama di Inggris.

Sekembalinya ke Thailand, ia melanjutkan studi di Institut Pendidikan Hukum Thai Bar. Setelah lulus, ia bekerja sebagai hakim di Kementerian Kehakiman. Selain itu, ia juga bekerja sebagai pengajar di Fakultas Hukum Universitas Thammasat. Pada tahun 1966, Raja Bhumibol Adulyadej mengangkatnya menjadi hakim di Pengadilan Chiang Mai. Ia dan keluarganya menetap di Chiang Mai selama 3 tahun. Kemudian pada tahun 1974, ia belajar di Sekolah Staf dan Komando Pertahanan Nasional Thailand. Setelah lulus, ia menjabat sebagai Ketua Pengadilan Anak dan Keluarga hingga masa pensiunnya. Sejak saat itu, ia diangkat menjadi anggota Dewan Penasihat Raja (Privy Council).

Pernikahan

Saat berada di Inggris, ia bertemu dengan sepupunya, Putri Phansawali Yugala (putri dari Pangeran Bhanubandhu Yugala dan Mom Luang Soiraya Sanidvongse). Silsilah keluarga mereka bertemu pada Mom Rajawongse Suvabandhu Sanidvongse. Kakek Putri Phansawali adalah kakak laki-laki dari Mom Rajawongse Sathan Sanitwong, kakek Adulakit. Mereka bertunangan pada Februari 1956 dan kemudian kembali ke Thailand. Pernikahan mereka dipimpin oleh Raja Bhumibol Adulyadej dan Ratu Sirikit (adik perempuan Adulakit) di Istana Klai Kangwon.

Pasangan ini memiliki 2 putri:

Mom Rajawongse Adulyakit Kitiyakara wafat pada 5 Mei 2004 di Rumah Sakit Bangkok, pada usia 74 tahun.

Tanda Kehormatan

  • 60px-Order_of_Chula_Chom_Klao_-_1st_Class_%28Thailand%29_ribbon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Knight Grand Cross (Kelas Pertama) dari Ordo Chula Chom Klao yang Paling Termasyhur (1991)
  • 60px-Order_of_the_White_Elephant_-_Special_Class_%28Thailand%29_ribbon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Knight Grand Cordon (Kelas Spesial) dari Ordo Gajah Putih yang Paling Mulia (1989)
  • 60px-Order_of_the_Crown_of_Thailand_-_Special_Class_%28Thailand%29_ribbon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Knight Grand Cordon (Kelas Spesial) dari Ordo Mahkota Thailand yang Paling Luhur (1985)
  • 60px-Chakrabarti_Mala_Medal_%28Thailand%29_ribbon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Medali Chakrabarti Mala (1988)
  • 60px-King_Rama_IX_Royal_Cypher_Medal_%28Thailand%29_ribbon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Medali Sandi Raja Rama IX, Kelas ke-2 (1992)

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan