Sabtu, 10 Oktober 2026
20:28 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober

Adri Sandra

Bagikan:
Adri Sandra
Lahir10 Juni 1964 (umur 62)
PekerjaanPenyair, sastrawan
Dikenal karenaPenulis Buku Syair Terpanjang dengan judul Hasan dan Fatimah dari MURI

Adri Sandra (lahir 10 Juni 1964) adalah seorang penyair dan sastrawan Indonesia.[1][2]

Latar belakang

Adri Sandra merupakan salah seorang penyair yang namanya sudah tiga kali tercatat di MURI sebagai pembuat rekor di bidang sastra. Ia meraih penghargaan dari MURI sebagai Penulis Buku Syair Terpanjang dengan judul Hasan dan Fatimah, yang berisi 1.550 bait, dengan tebal 260 halaman.[3][4] Sebelumnya, Adri juga mendapatkan penghargaan dari lembaga yang sama sebagai penulis pantun cerita terpanjang yang berjudul Dibawah Matahari Langit Badui, yang berisi 1040 bait dan 4160 baris, yang ditulisnya dalam tempo 9 bulan.[5]

Ia juga pernah menjadi staf pengajar di INS Kayutanam dan Pesantren Darulfunun el Abbasyiah, Padang Japang, juga menjadi Ketua Komite Sastra dan Teater Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat.[butuh rujukan]

Puisi dan prosa karya Adri Sandra dipublikasikan di Koran Tempo, Harian Haluan, Harian Kompas, Media Indonesia, Koran Sindo, Padang Ekspres, Singgalang, Pelita, Republika, Suara Pembaruan, Horison, dan berbagai media lainnya. Buku puisi antara lain Luka Pisau (2007), Cermin Cembung (2012), Darah Angin (2016) Negeri Bawang Merah (2022) [6]

Referensi

  1. ↑ "Bibliografi sastra Indonesia: cerpen, drama, novel, puisi, antologi, umum" Pamusuk Eneste, Indonesia Tera. Diakses 25 Desember 2013.
  2. ↑ "Leksikon susastra Indonesia" Diarsipkan 2013-12-03 di Wayback Machine Korrie Layun Rampan, PT Balai Pustaka. Diakses 25 Desember 2013.
  3. ↑ "Banyak Jalan untuk Juara dan Meraih Rekor MURI..." Kompas.com, 07 Mei 2009. Diakses 25 Desember 2013.
  4. ↑ Sarwono, Aylawati (2013-07-09). Rekor-Rekor MURI 2 (2008-2009). Elex Media Komputindo. ISBN 978-602-00-2539-1.
  5. ↑ "Rekor-rekor Muri" Elex Media Komputindo. Diakses 25 Desember 2013.
  6. ↑ Politika, Bali (2022-06-08). "PUISI-PUISI ADRI SANDRA". Bali Politika (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-12-31.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan