Kamis, 24 September 2026
17:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Adolf Mayer

Adolf Mayer

agronom Jerman

Untuk tokoh dengan nama yang sama, lihat Adolf Meyer (disambiguasi).
Adolf Mayer
250px-Adolf_Mayer_1875.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Adolf Mayer pada tahun 1875
Lahir(1843-08-09)9 Agustus 1843
Oldenburg, Jerman
Meninggal25 Desember 1942(1942-12-25) (umur 99)
Heidelberg, Jerman
AlmamaterInstitut Teknologi Karlsruhe
Universitas Heidelberg
Dikenal karenaVirus mosaik tembakau
Karier ilmiah
BidangBotani, Virologi
Tempat kerjaUniversitas Halle-Wittenberg
Universitas Heidelberg
Universitas dan Pusat Penelitian Wageningen

Adolf Eduard Mayer (9 Agustus 1843  25 Desember 1942) adalah seorang ahli kimia agrikultur Jerman yang penelitiannya pada penyakit mosaik tembakau memainkan peran penting dalam penemuan virus mosaik tembakau dan virus secara umum.

Adolf Mayer lahir pada tahun 1843 di dalam keluarga guru sekolah menengah di Oldenburg. Ibunya merupakan anak dari seorang kimiawan Jerman terkenal, Leopold Gmelin. Dari tahun 1860 sampai 1862, ia mempelajari matematika dan kimia di Institut Teknologi Karlsruhe. Pada 1862, ia bergabung di Universitas Heidelberg, tempat ia memperoleh gelar Ph.D. pada bidang kimia, fisika, dan matematika dengan predikat summa cum laude pada 1864.

Pada tahun 1879, ketika Mayer menjabat sebagai direktur Stasiun Eksperimen Agrikultur di Wageningen, Belanda, ia diminta oleh seorang petani Belanda untuk mempelajari penyakit tak biasa yang memengaruhi tumbuhan tembakau. Mayer memublikasikan sebuah makalah pada 1886 mengenai penyakit tersebut yang diberi nama "penyakit mosaik tembakau" dan mendeskripsikan gejalanya secara detail.[1] Ia mendemonstrasikan bahwa penyakit ini dapat ditransmisikan dengan menggunakan getah dari tumbuhan tembakau yang terinfeksi sebagai inokulum untuk menginfeksi tumbuhan sehat. Pada saat itu, penyakit ini dianggap menyebar oleh bakteri atau toksin yang sangat kecil, tetapi beberapa tahun kemudian virus mosaik tembakau (TMV) terbukti penyebabnya. Mayer menggunakan mikroskop cahaya untuk mencari keberadaan fungi atau bakteri dalam getah yang terinfeksi, tetapi ia tidak menemukan apa pun karena TMV terlalu kecil untuk terdeteksi mikroskop cahaya. Mayer tetap menyimpulkan bahwa agen penginfeksi merupakan sejenis bakteri dan mengklaim dengan salah bahwa ia dapat memperoleh "filtrat bersih" dari getah terinfeksi menggunakan kertas saring dalam beberapa kali pengulangan. Percobaan filtrasi dengan kertas saring dan filter Chamberland porselen berkualitas tinggi diulangi oleh Dmitri Ivanovsky pada 1892 dan Martinus Beijerinck pada 1898 yang menunjukkan bahwa agen penginfeksi dari penyakit mosaik tembakau pada faktanya tak dapat difiltrasi. Martinus Beijerinck merupakan orang pertama yang menggunakan istilah "virus" untuk mengindikasikan sifat nonbakterial dari penyakit mosaik tembakau. Pada 1935, virus mosaik tembakau pertama kali dikristalisasi. Walaupun menyimpulkan dengan salah, penelitian pionir Mayer pada penyakit mosaik tembakau merupakan langkah penting dalam penemuan virus dan menginisiasi berdirinya bidang virologi.[2][3]

Referensi

  1. Mayer, Adolf (1886). "Über die Mosaikkrankheit des Tabaks". Die Landwirtschaftliche Versuchs-stationen (dalam bahasa German). 32: 451–-467.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Translated into English in Johnson, J., Ed. (1942) Phytopathological classics (St. Paul, Minnesota: American Phytopathological Society) No. 7, pp. 11–-24.
  2. Lustig, Alice; Levine, Arnold J. (1992). "One Hundred Years of Virology". Journal of Virology. 66 (8). Washington, D.C.: American Society for Microbiology: 4629–-4631. ISSN 1098-5514. PMC 241285. PMID 1629947.
  3. Zaitlin, Milton (1998). "The Discovery of the Causal Agent of the Tobacco Mosaic Disease" (PDF). Dalam Kung, S. D.; Yang, S. F. (ed.). Discoveries in Plant Biology. Hong Kong: World Publishing Co. hlm. 105–-110. ISBN 978-981-02-1313-8. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2012-02-04. Diakses tanggal 2018-12-04.
Flag of JermanBiography icon

Artikel bertopik biografi Jerman ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan